RiderTua.com – Di tengah krisis kepercayaan diri yang terus menderanya, Pecco Bagnaia mengaku mengendarai motor dengan gaya yang sangat defensif di Misano agar tidak sampai terjatuh. Rider Ducati Lenovo itu mengungkapkan bahwa timnya sudah bekerja keras mencari akar masalahnya, tapi hingga kini belum juga menemukan solusinya.
Pecco gagal tampil impresif pada hari pertama di Misano. Setelah hanya menempati posisi ke-18 di FP1 Jumat pagi, juara dunia 3 kali itu justru merosot di sesi pra kualifkasi Jumat sore. Dia hanya menempati posisi ke-19 dan tertinggal 1,315 detik dari pembalap tercepat Marco Bezzecchi (Aprilia), sehingga gagal langsung lolos ke Q2.
Pecco Bagnaia: Mencari Solusi dengan Cara Memaksa Motor Hingga Terjatuh? Itu Bukan Langkah yang Solutif! Gak Mau Aku!
Francesco Bagnaia mengatakan, “Tim sedang bekerja keras mencari tahu masalahnya, tetapi rasanya mustahil untuk memahami penyebabnya. Perbedaan antara saya dan semua pembalap Ducati lainnya terlihat sangat jelas pada data. Saya melakukan pengereman jauh lebih keras dibandingkan yang lain, tetapi motor tidak berakselerasi.”
“Saya sangat memperhatikan bagaimana membuka throttle (gas), namun justru saya yang akselerasinya paling lambat. Cara kerja motor saya sangat aneh dan tim benar-benar tidak tahu alasannya. Kami berada dalam situasi yang sangat sulit,” imbuh rider berusia 29 tahun itu.
Pecco juga mengaku bahwa kalau dia mencoba memacu motor lebih keras, dia langsung merasa akan terjatuh. “Saya mengendarai motor dengan gaya yang sangat defensif. Karena begitu saya mencoba sedikit lebih agresif, saya langsung merasa akan terjatuh. Jujur saja, terjatuh di setiap tikungan bukanlah cara yang saya inginkan untuk mencari solusi atas situasi ini,” tegas rider asal Turin Italia itu.

Pecco melanjutkan, “Hari ini saja, saya hampir 7 kali terjatuh saat sesi Latihan, padahal kecepatan saya sangat lambat. Bahkan saat melaju pelan pun saya hampir terjatuh. Ini sungguh aneh dan kami harus memahami penyebabnya.”
Sejak kehilangan kepercayaan diri, Pecco Bagnaia kerap membandingkan dirinya dengan Alex Marquez, pembalap yang gaya balapnya dianggap paling mirip dengannya. Di Misano, Pecco kembali melihat perbedaan besar antara dirinya dengan Alex yang mencatatkan waktu tercepat ke-3 dalam sesi pra kualifikasi dan mampu mengerem motor dengan jauh lebih efisien dibandingkan dirinya.
Putra Pietro Bagnaia itu mengatakan, “Dia adalah sosok yang membuat perbedaan besar dalam hal itu. Karena dia menggunakan tekanan yang lebih kecil, namun motornya mampu melambat dengan lebih baik. Saya menggunakan tekanan dua kali lipatnya, tetapi motor saya tidak mau berhenti. Jadi situasinya sangat sulit.”

Pecco juga menegaskan bahwa tekanan tak hanya dirasakannya, tapi juga dirasakan seluruh tim Ducati Lenovo. “Saat ini, situasinya juga sulit bagi tim. Saya meminta mereka untuk mencoba berpikir di luar semua hal yang sudah pernah kami uji. Karena sejak awal musim masalahnya selalu sama, tapi kondisi ini jauh lebih buruk dalam 3 balapan terakhir. Jadi, mungkin ada sesuatu yang terlewatkan dan hal itu tidak terlihat dengan jelas,” pungkas pembalap yang saat ini hanya berada di peringkat 8 dalam klasemen itu.
BTW, tahun depan Pecco akan meninggalkan Ducati dan bergabung dengan tim pabrikan Aprilia. Dia akan menjadi rekan setim baru dari sahabatnya Marco Bezzecchi.












