Home Formula 1 Masalah Keseimbangan Bikin Lewis Hamilton Kesulitan, Ferrari Pertimbangkan Kembali ke Setelan Awal

Masalah Keseimbangan Bikin Lewis Hamilton Kesulitan, Ferrari Pertimbangkan Kembali ke Setelan Awal

Lewis Hamilton - Ferrari
Lewis Hamilton - Ferrari

RiderTua.com – Lewis Hamilton mengungkap masalah yang membuat Ferrari belum bisa tampil maksimal di Monza. Bukan hanya soal tenaga mesin, pembalap Inggris itu juga soroti keseimbangan mobil yang membuatnya kesulitan dapatin putaran terbaik.
Ferrari sebenarnya datang ke Grand Prix Italia dengan membawa unit daya yang telah ditingkatkan. Pengembangan tersebut diharapkan bisa memperkecil jarak dengan Mercedes, terutama setelah Ferrari sepanjang musim ini masih tertinggal dalam hal performa mesin.

Daftar Isi

Hamilton Keluhkan Kecepatan Trek Lurus Ferrari: Tertinggal 0,6 Detik dari Mercedes di Monza!

Namun, gambaran dari latihan bebas hari Jumat belum sepenuhnya sesuai harapan. Hamilton bahkan sebut Ferrari masih kehilangan waktu yang cukup besar dari Mercedes ketika melaju di trek lurus.

Charles Leclerc - Lewis Hamilton - Ferrari
Charles Leclerc – Lewis-Hamilton – Ferrari

Ferrari masih kehilangan waktu saat melaju di trek lurus ! Hamilton menyudahi hari Jumat sebagai pembalap tercepat kelima. Posisinya berada hampir setengah detik di belakang George Russell yang jadi pembalap tercepat.

Menariknya, menurut Hamilton, sebagian besar perbedaan tersebut terlihat ketika kedua mobil melaju di trek lurus. Ia memperkirakan Ferrari kehilangan sekitar 0,6 detik dibandingkan mobil Russell hanya dari bagian trek tersebut.

Karena itu, persoalan kecepatan di lintasan lurus jadi salah satu hal yang harus diperiksa Ferrari. Apalagi tim asal Italia tersebut memang berharap peningkatan kedua yang diizinkan melalui sistem Additional Upgrade and Development Opportunities atau ADUO F1 dapat membantu menutup jarak dengan para pesaingnya.

Meski begitu, Hamilton nilai persoalan Ferrari bukan hanya mengenai tenaga mesin.

Keseimbangan Mobil Juga Jadi Masalah

Hamilton mengatakan keseimbangan mobil jadi persoalan lain yang cukup terasa selama sesi P2. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan catatkan putaran yang maksimal.

Menurut Hamilton, mobil Ferrari tak mudah dikendarai pada sesi tersebut. Tim sebelumnya sudah melakukan beberapa perubahan pada setelan mobil, tetapi hasilnya belum memberikan kondisi seperti yang diharapkan.

Karena itu, Ferrari bahkan mempertimbangkan untuk kembali ke setelan awal. Namun, keputusan tersebut belum langsung diambil karena tim masih ingin melihat apakah mereka bisa dapatkan rasa berkendara yang lebih baik dari mobil tersebut.

Situasi ini membuat Ferrari harus cari tahu sumber masalahnya. Apakah persoalan tersebut benar-benar berasal dari tenaga, atau justru berkaitan dengan cara tenaga mesin disalurkan ke lintasan.

Charles Leclerc - Ferrari
Charles Leclerc – Ferrari

Mesin Baru Tetap Dianggap Sebagai Kemajuan

Di tengah berbagai keluhan tersebut, Hamilton tetap memberikan penilaian positif terhadap mesin baru Ferrari. Ia negasin bahwa unit daya yang ditingkatkan itu merupakan sebuah kemajuan.

Hamilton juga sampaikan apresiasi kepada para pekerja di pabrik Ferrari yang telah ngerjakan pengembangan tersebut. Menurutnya, peningkatan itu memang memberikan sesuatu yang lebih baik bagi mobil.

Namun, ada perbedaan dalam jadwal penyaluran tenaga Ferrari dibandingkan para pesaingnya. Hal tersebut jadi salah satu bagian yang masih perlu diperiksa oleh tim.

Hamilton juga melihat kemungkinan bahwa Mercedes memiliki hambatan udara atau drag yang lebih rendah ketika melaju di trek lurus. Jika memang demikian, Ferrari perlu memahami seberapa besar pengaruh faktor tersebut terhadap perbedaan waktu yang terlihat di Monza.

Dengan kata lain, persoalan yang terlihat bukan berarti mesin baru Ferrari gagal memberikan peningkatan. Hamilton justru tetap tegaskan bahwa unit daya tersebut merupakan langkah maju.

Ferrari Masih Punya Sisi Positif

Menariknya, performa Ferrari pada kecepatan rendah justru dapat penilaian positif dari Hamilton. Ia mengatakan mesin tersebut sangat enak dikendarai ketika mobil berada pada kecepatan rendah.

Memang, Monza hanya memiliki beberapa tikungan dengan karakter kecepatan rendah. Namun, bagi Hamilton, bagian tersebut bukan masalah. Ia bahkan nilai tim di pabrik telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam aspek tersebut.

Karena itu, pekerjaan Ferrari setelah latihan bebas bukan sekadar cari tambahan tenaga. Tim juga harus memahami hubungan antara tenaga, penyaluran tenaga, hambatan udara, dan keseimbangan mobil agar peningkatan yang sudah dibawa ke Monza bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Fred Vasseur - Ferrari
Fred Vasseur – Ferrari

Vasseur Ikut Menyoroti Faktor Drag

Prinsipal Ferrari, Fred Vasseur, juga memberikan penilaian yang sejalan dengan apa yang disampaikan Hamilton mengenai performa di trek lurus.

Vasseur ngingatkan bahwa kecepatan mobil di trek lurus tak hanya ditentukan oleh tenaga mesin. Hambatan udara atau drag, bobot mobil, serta berbagai faktor lainnya juga ikut memengaruhi performa.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Ferrari masih harus melihat gambaran secara keseluruhan sebelum menarik kesimpulan mengenai jarak dengan Mercedes.

Bagi Hamilton, mesin baru jelas merupakan sebuah langkah maju. Namun, pada saat yang sama Ferrari masih memiliki pekerjaan rumah pada keseimbangan mobil dan performanya di trek lurus.

Itulah yang membuat sesi berikutnya jadi penting bagi Ferrari. Tim perlu temukan kembali rasa berkendara yang lebih baik, sekaligus memastikan peningkatan mesin yang sudah dibawa ke Monza benar-benar bisa memberikan keuntungan ketika performa mobil mulai diperas hingga batas maksimal.

© ridertua.com

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini