RiderTua.com – Bos Ducati terang-terangan bilang kalau ada masalah mentalitas dengan Pecco Bagnaia.. Menurut Davide Tardozzi, dua kemenangan Marc Marquez di Aragon merupakan sebuah bukti kecerdasan, kesabaran tingkat tinggi, dan kemampuan dalam membaca situasi balapan yang sempurna dari seorang Marc Marquez.
“Kita melihat seorang juara yang memikirkan secara matang bagaimana cara memenangkan balapan. Manajemen balapannya luar biasa. Dia menjaga gap 0,7 detik di belakang Marco Bezzecchi untuk menghindari overheating pada ban depan, lalu melakukan serangan dan menjauh di saat yang tepat. Itu adalah manajemen balapan ala seorang juara,” jelas manajer tim Ducati Lenovo tersebut.
Davide Tardozzi (Ducati) Kritik Pecco Bagnaia: Mentalitasnya Bermasalah!

Ketika ditanya soal mentalitas The Baby Alien, Davide Tardozzi dengan tegas menjawab, “Dia adalah Marc Marquez, titik!”
Selain itu Tardozzi juga memuji calon pembalapnya Pedro Acosta, yang tampil gemilang bersama KTM dengan finis di posisi ke-2 di Aragon. “Hari ini Acosta kembali membuktikan bahwa kami memiliki masa depan yang cerah bersamanya. Acosta bukan sekadar pembalap potensial, dia adalah ‘jaminan mutu’,” tegasnya.
Di sisi lain, bagi Pecco Bagnaia, balapan akhir pekan di Aragon adalah salah satu kisah terburuknya musim ini. Juara dunia 3 kali itu gagal mencetak poin setelah hanya finis di posisi ke-11 dalam sprint race dan DNF dalam race utama karena crash di tikungan 9-10 di lap ke-6.
Tardozzi tanpa tedeng aling-aling mengkritik tajam penampilan Pecco di Aragon. Menurutnya, mentalitas rider asal Italia itu bermasalah. “Kami berharap setidaknya Bagnaia bisa masuk 5 besar di sini, namun hal itu tidak terjadi. Kami mencoba sesuatu saat sesi warm-up, tetapi gagal. Dia kurang percaya diri, tidak memacu motor secara maksimal, dan kami belum menemukan cara untuk mengatasi masalah ini,” tegasnya.

Tardozzi melanjutkan, “Menurut saya, ini masalah psikologis. Mentalitasnya terkadang membatasi performanya. Kami tidak meragukan kecepatannya, tetapi dia harus melintasi batas tipis antara memiliki kepercayaan diri dan sekadar memacu motor secara membabi-buta tanpa perhitungan.”
Jelas, situasi Pecco ini membuat Ducati khawatir. Akibat performanya yang menurun, bukan hanya gagal mendulang poin di klasemen pembalap, tetapi Pecco juga tidak berkontribusi bagi tim Ducati dalam perebutan gelar konstruktor. Saat ini pembalap Ducati yang banyak membantu Marc Marquez di lintasan adalah adiknya Alex Marquez (Gresini Ducati) dan Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati).
Bagi Francesco Bagnaia, setiap balapan yang berlalu membuat tekanannya semakin besar. Dan bagi Ducati, kondisi tersebut juga menjadi masalah karena mereka membutuhkan lebih dari satu pembalap yang mampu konsisten bertarung di barisan depan.

Dah santai saja ko pekoo.. tahun depan juga sudah pindah Aprilia..perhatian Ducati sudah di fokuskan ke Marc dan Acosta sambut regulasi 2027 (mesin baru) 850cc.. ojo nesuuu ..🤭












