RiderTua.com – Setelah sempat dinanti sejak tahun lalu, akhirnya BYD membawa MPV mewahnya ke negara lainnya, kali ini di Australia. Karena M9 yang dijual di negara ini sudah memakai setir kanan, tentu ada peluang modelnya juga bisa dijual di Indonesia.
M9, Model Paling Murah Dari Denza D9?
BYD M9 menjadi satu dari beberapa model dalam lini MPV-nya yang cukup bervariasi di pasarnya. Namun yang paling mencolok yaitu M9, model MPV mewah yang berukuran jauh lebih bongsor ketimbang M6 atau lebih dikenal sebagai Song Max di kampung halamannya. Seperti model lainnya, di China M9 dikenal sebagai Xia, dan modelnya sudah dijual sejak awal tahun 2025.

Baru-baru ini BYD membawa modelnya ke Australia, dan dari desainnya memang nggak jauh berbeda dengan M9 di negara lainnya. Berbeda dengan Denza D9 yang punya lis krom vertikal, M9 memakai lis krom horizontal tapi aksen kromnya jauh lebih banyak ketimbang D9. Desain fascia-nya juga cenderung mengotak, sementara D9 dibuat lebih stylish dan elegan agar menegaskan identitasnya sebagai MPV premium.
M9 sudah dibekali dengan panel instrumen 12,3 inci dan headunit 15,6 inci, serta sistem bantuan pengemudi dan kamera 360 derajat. Mungkin fiturnya nggak begitu berbeda dengan D9, tapi karena modelnya dijual dengan harga lebih murah dari D9, ada kemungkinan sejumlah fiturnya bakal ditanggalkan. Tetap saja, namanya BYD tentu mereka nggak bakal membuatnya sebagai ‘mobil murahan’.

MPV PHEV
Sebagai mobil PHEV, BYD M9 mengandalkan teknologi DM-i (Dual Mode Intelligent) yang dipadu dengan mesin bensin turbo 1.500 cc 4 silinder dan motor listrik. Memang M9 masih dijual sebagai mobil PHEV, bukan mobil listrik seperti D9, tapi model jenis ini memang cukup populer di pasar mobil mewah. Terlebih biasanya mobil PHEV cukup mengandalkan efisiensi bahan bakarnya agar bisa melaju cukup jauh tanpa harus bolak-balik mengisi bensin maupun daya baterainya.
Entah apa performanya masih dipertahankan untuk M9 di Australia, sebab modelnya di China punya tenaga sebesar 156 PS dan torsi 225 Nm untuk mesin bensin, sedangkan motor listriknya bertenaga 272 PS dan torsi 315 Nm. Baterainya ada dua pilihan, yaitu 20,39 kWh untuk varian Dynamic dan 36,6 kWh untuk Premium. Dengan total jarak tempuh sejauh 850 km, jarak tempuhnya menggunakan tenaga listrik murni hanya mencapai 145 km saja.

Lebih Kecil Dari D9
Meski terlihat bongsor, sebenarnya BYD M9 punya dimensi lebih kecil dari D9, jadi nggak heran kalau model ini bakal dijual di pasar bawahnya D9. Harganya di Australia masih belum diumumkan, tapi modelnya baru bisa dipajang di dealer mulai kuartal keempat tahun ini, artinya sekitar bulan Oktober-Desember modelnya bisa dijual. Dengan ini, M9 sudah hadir di beberapa negara di pasar global setelah sukses di China.
Selain Australia, BYD juga menjual M9 di Brunei Darussalam, Filipina, dan Vietnam, meski modelnya di Filipina lebih dikenal sebagai eMax 9 DM-i. Vietnam dan Filipina lebih dulu mendapatkan modelnya sejak tahun lalu, sedangkan Brunei baru kebagian sejak Februari lalu. Entah kenapa mereka tidak ikut menjualnya di Indonesia meski ada peluangnya yang cukup tinggi disini.

Kalau bisa dijual disini, mungkin saja M9 menjadi lawan yang sepadan bagi Toyota Alphard, walau D9 sudah dihadirkan untuk menghadang Alphard dkk. Dengan dimensi yang sedikit lebih besar, BYD seharusnya punya peluang untuk merebut kembali posisi teratasnya dari rival beratnya tersebut. Tapi unuk sekarang mereka masih fokus jualan mobil PHEV pertamanya melalui M6 DM, yang dirilis sejak Juni lalu.
Dengan M6 DM yang sukses menarik perhatian konsumen di pasarnya, siapa tahu BYD bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah model lainnya. Entah itu model MPV, SUV, atau jenis mobil lainnya, semua ini dilakukan untuk menambah lebih banyak pilihan bagi konsumennya.












