RiderTua.com – Sejauh ini segmen sedan listrik masih belum seramai SUV maupun hatchback listrik di Indonesia. Tapi perlahan sejumlah merek mulai mengisinya dengan produk unggulannya, termasuk merek asal Jepang ini yang menghadirkan sedan fastback BEV pertamanya.
6e Jadi Lawannya Ioniq 6 Dkk di Indonesia?
Mazda 6e sejatinya lebih dikenal sebagai EZ-6 di China, yang merupakan hasil pengembangannya bersama Changan Automobile. Setelah sukses dijual disana, mereka membawanya ke Indonesia sebagai sedan listrik pertamanya, mengingat model BEV terakhir yang dirilisnya berupa SUV MX-30. Berbeda dengan MX-30 yang dibanderol Rp 1 miliaran, 6e hanya dibanderol Rp 850 jutaan saja.

Meski dijual sebagai fastback, karena masih tergolong sebagai mobil sedan 6e harus berhadapan dengan sejumlah rival di segmennya. Salah satunya Hyundai Ioniq 6 yang sudah hadir selama beberapa tahun di Indonesia, tapi kalau membandingkan harganya saja sudah jauh berbeda. Sebab Ioniq 6 dibanderol Rp 1,22 miliar, jauh lebih mahal ketimbang sedannya Mazda, apalagi dari dimensinya saja lebih besar 6e ketimbang Ioniq 6.
6e mengusung desain ala coupe yang cukup tegas, dengan buritan yang menyerupai mobil fastback, jadi tidak heran kenapa modelnya dijual sebagai model fastback meski berupa model sedan. Sementara Ioniq 6 lebih memperlihatkan kesan futuristik yang dikenal sebagai electrified streamliner, dimana desainnya dibuat untuk memberikan aerodinamika lebih baik. Dengan begitu, mobil bisa lebih mudah dibawa kencang di jalan meski sebagai mobil listrik murni.

Fitur Lengkap
Untuk bagian dalam kabinnya, 6e mengandalkan headunit 14,6 inci dan panel instrumen digital 10,2 inci, dan desain interiornya cukup simpel tapi tetap terlihat modern. Sejumlah fitur seperti jok depan berventilasi, panoramic sunroof, ambient light 64 warna, sistem audio 14 speaker dari Sony, dan head-up display makin mempercantik interior mobil. Kabinnya juga cukup lapang dengan dimensinya yang cukup besar, sehingga memuat hingga 5 penumpang di dalamnya bukan menjadi masalah lagi.
Sementara Ioniq 6 tetap menonjolkan kesa futuristik di bagian interiornya, terlihat jelas dari headunit dan panel instrumen digital yang sama-sama berukuran 12,3 inci. Untuk fiturnya, disediakan jok depan elektrik berventilasi dengan pemanas dan fungsi relaxation comfort, jok belakang dengan pemanas, wireless charging, panoramic sunroof, ambient light, dan sistem audio 8 speaker dari Bose. Semua ini memberikan kenyamanan bagi penggunanya dimana saja.

Performa Optimal
Mengandalkan penggerak roda belakang atau RWD, Mazda 6e sanggup menghasilkan tenaga sebesar 258 PS dan torsi 290 Nm, dengan akselerasi 0-100 km/jam dapat ditempuh dalam waktu 7,9 detik saja. Dengan baterai berkapasitas 77,9 kWh, mobil mampu menempuh jarak 560 km dalam sekali isi daya sampai penuh. Baterainya ini bisa diisi dari 30-80 persen dalam waktu 15 menit menggunakan pengisian DC, jadi nggak perlu khawatir harus menunggu lama sampai baterainya terisi penuh.
Hyundai Ioniq 6 beda lagi karena modelnya memakai penggerak semua roda alias AWD, dengan tenaga 326 PS dan torsi 605 Nm, serta akselerasi 0-100 km/jam dalam waktu 5,1 detik. Memang performanya ini membuatnya jauh lebih unggul ketimbang rival barunya, tapi minusnya jarak tempuh Ioniq 6 hanya mencapai 519 km saja. Sementara pengisian daya dari 10 ke 80 persen menggunakan pengisian DC hanya membutuhkan 18 menit.

Bahkan dengan modelnya yang dibanderol Rp 850 jutaan, 6e masih dibekali dengan ADAS dan kamera 360 derajat, sementara Ioniq 6 punya fitur vehicle-2-load atau V2L, yang bisa menjadikan mobil sebagai generator berjalan. Tidak sampai disitu, Hyundai juga membekalinya dengan EV Performance Tune Up yang mampu memberikan pengalaman berkendara yang berbeda meski modelnya berupa mobil listrik. Seperti menyesuaikan karakter tenaga motor listrik, respon kemudi, sampai sistem penggerak sesuai kebutuhan.
Tentu tidak mengherankan mengapa mobil barunya Mazda ini menjadi lawan beratnya Ioniq 6 di Indonesia. Walau dari fitur sampai harganya saja sudah jauh berbeda, keduanya saling bersaing di segmennya.












