RiderTua.com – Ada satu keputusan Pecco Bagnaia yang bikin bursa pembalap MotoGP 2027 makin seru. Pembalap asal Italia ini disebut lebih milih ngelepas peluang dapet gaji gede dari Yamaha dan justru nemerima tawaran yang nilainya jauh lebih kecil dari Aprilia Racing..!!
Bagi Carlo Pernat, keputusan itu menunjukkan bahwa Bagnaia sedang mengejar sesuatu yang lebih besar daripada sekadar angka dalam kontrak. Om Pernat yang mantan agen pembalap tersebut bahkan memberikan pujian khusus karena Pecco dinilai berani mempertaruhkan keuntungan finansial demi peluang mengejar gelar juara dunia.
▶Daftar Isi
- 1. Carlo Pernat Salut dengan Keputusan Pecco Bagnaia Tolak Gaji Tinggi Yamaha dan Pilih Aprilia
- Yamaha Datang dengan Tawaran Besar
- Pecco Justru Memilih Aprilia
- Bukan Sekadar Soal Uang
- Bagnaia Memilih Motor yang Diyakini Bisa Menang
- Yamaha Punya Uang, Aprilia Punya Tantangan
- Sebuah Pertaruhan untuk Bagnaia
Carlo Pernat Salut dengan Keputusan Pecco Bagnaia Tolak Gaji Tinggi Yamaha dan Pilih Aprilia
“Carlo Pernat salut dengan keputusan Pecco Bagnaia yang menolak tawaran gaji tinggi dari Yamaha demi memilih Aprilia untuk MotoGP 2027. Tawaran Yamaha disebut bisa mencapai €5,5-10 juta per musim, sementara Aprilia menawarkan sekitar setengahnya. Namun bagi Pernat, keputusan Pecco menunjukkan bahwa ambisinya bukan sekadar mengejar uang, melainkan ingin membuktikan diri dan kembali mengejar gelar bersama motor yang diyakininya punya peluang menang. Berani pilih tantangan daripada gaji besar!”
Yamaha Datang dengan Tawaran Besar
Yamaha disebut menjadi pabrikan pertama yang menawarkan kontrak kepada Bagnaia dengan nilai sangat tinggi. Dalam rangkuman laporan yang menjadi sumber artikel ini, tawaran tersebut diperkirakan mencapai €5,5 juta hingga €10 juta (sekitar Rp 207M) per musim.
Angka tersebut tentu membuat posisi Bagnaia sangat menarik dalam bursa transfer. Setelah perjalanan panjang bersama Ducati, pembalap Italia itu sebenarnya memiliki kesempatan untuk mengamankan kontrak bernilai besar bersama Yamaha sekaligus menjadi bagian penting dari proyek baru pabrikan Jepang tersebut… Namun, Bagnaia ternyata memilih jalan berbeda.

Pecco Justru Memilih Aprilia
Alih-alih menerima tawaran Yamaha, Bagnaia mengalihkan perhatiannya kepada Aprilia Racing. Ia kemudian disebut menyepakati kontrak jangka panjang untuk musim 2027 dan akan bergabung dengan Marco Bezzecchi.
Keputusan tersebut menjadi semakin menarik karena nilai kontrak Aprilia disebut hanya sekitar setengah dari tawaran yang sebelumnya diberikan Yamaha.
Artinya, Bagnaia secara sadar memilih opsi yang secara finansial jauh lebih kecil. Bagi Pernat, keputusan tersebut bukan sekadar perpindahan tim biasa. Ada ambisi yang ingin dikejar Bagnaia melalui pilihan tersebut.
Pernat bahkan menilai Bagnaia memiliki keberanian untuk memikirkan tawaran Yamaha, lalu menolaknya dan memilih Aprilia meski harus menerima bayaran yang lebih rendah.
Bukan Sekadar Soal Uang
Di sinilah komentar Pernat menjadi menarik. Menurut pengamat MotoGP tersebut, keputusan Bagnaia tidak bisa dilihat hanya dari sisi nilai kontrak.
Pernat menilai Bagnaia ingin membuktikan sesuatu di lintasan. Setelah posisinya di tim pabrikan Ducati tergeser dalam rencana menuju MotoGP 2027, pembalap Italia tersebut disebut memiliki motivasi untuk kembali menunjukkan kemampuannya.
Pernat menggambarkan pilihan tersebut sebagai upaya Bagnaia untuk “membalas” secara sportif kepada Ducati dan Marc Marquez.
“Ini bukan keputusan tentang uang, melainkan ambisi untuk mengalahkan Ducati dan Marc Marquez,” ujar Pernat seperti dikutip dalam laporan media.
Komentar tersebut memperlihatkan bagaimana keputusan Bagnaia dibaca dari sudut pandang seorang pengamat yang sudah lama mengenal dinamika dunia balap. Baginya, nilai sebuah kontrak bukan satu-satunya ukuran ketika seorang pembalap berada dalam fase penting kariernya.

Bagnaia Memilih Motor yang Diyakini Bisa Menang
Pujian Pernat juga berkaitan dengan alasan utama di balik pilihan Aprilia. Bagnaia disebut lebih tertarik kepada peluang memiliki motor yang dianggap mampu membawanya kembali dalam persaingan kemenangan.
Pilihan tersebut tentu memiliki risiko tersendiri. MotoGP 2027 akan membawa regulasi teknis baru dengan kapasitas mesin 850cc. Karena itu, kekuatan sebenarnya masing-masing pabrikan belum bisa diketahui secara pasti sebelum prototipe generasi baru menjalani pengujian di lintasan.
Dengan kondisi tersebut, memilih tim untuk musim 2027 bukan perkara sederhana. Belum ada gambaran lengkap mengenai urutan kekuatan para pabrikan ketika regulasi baru mulai diterapkan… Namun, justru dalam situasi yang belum pasti itulah keputusan Bagnaia mendapat sorotan.
Yamaha Punya Uang, Aprilia Punya Tantangan
Di satu sisi, Yamaha datang dengan tawaran finansial yang sangat besar dan proyek baru untuk menghadapi perubahan regulasi. Di sisi lain, Aprilia menjadi pilihan Bagnaia meski nilai kontraknya disebut hanya separuh dari yang ditawarkan Yamaha.
Menariknya, laporan mengenai ketertarikan Bagnaia kepada Aprilia muncul setelah sebelumnya ia diperkirakan akan menuju Yamaha. Saat Ducati diketahui mengejar tanda tangan Pedro Acosta untuk musim 2027, masa depan Bagnaia pun mulai menjadi salah satu pertanyaan besar di bursa pembalap.

Situasi tersebut kemudian membuka jalan bagi sejumlah kemungkinan. Bagnaia sempat dikaitkan dengan Yamaha sebelum akhirnya memilih Aprilia, sementara posisi di Aprilia juga disebut berkaitan dengan rencana Jorge Martin untuk mengambil tawaran besar dari pabrikan Jepang tersebut… Rangkaian perpindahan inilah yang membuat bursa MotoGP 2027 terasa begitu dinamis.
Sebuah Pertaruhan untuk Bagnaia
Pada akhirnya, keputusan Bagnaia bukan hanya tentang memilih antara Yamaha dan Aprilia. Ia juga sedang memilih arah baru dalam perjalanan kariernya.
Yamaha menawarkan nilai kontrak yang sangat besar. Aprilia justru memberikan tawaran yang disebut jauh lebih kecil. Tetapi Bagnaia tetap mengambil pilihan kedua karena ambisinya untuk kembali mengejar kemenangan dan gelar juara dunia.
Pernat pun memberikan apresiasi atas keberanian tersebut. Baginya, Bagnaia telah menunjukkan bahwa uang bukan faktor utama ketika seorang juara masih memiliki ambisi untuk membuktikan kemampuannya.
Dan di balik keputusan itu terdapat satu pertanyaan besar yang baru akan terjawab ketika era MotoGP 850cc dimulai: apakah pilihan Bagnaia terhadap Aprilia benar-benar akan membawanya kembali ke jalur perebutan gelar?
Buat saat ini, alasannya emang belum pasti. Tapi satu hal yang udah jelas dari keputusan itu: Bagnaia lebih milih tantangan di Aprilia meskipun harus nolak tawaran Yamaha yang secara finansial jauh lebih menggiurkan.. (rt)












