RiderTua.com – Sebagai tim yang baru jalan 3 tahun di MotoGP, tim Trackhouse Racing berkembang sangat pesat. Pemiliknya Justin Marks menegaskan bahwa kemajuan tersebut dicapai berkat kerjasama erat dengan Aprilia. Marks mengungkapkan bahwa saat pertama kali berbicara dengan Massimo Rivola (CEO Aprilia), dia mengatakan tidak ingin diperlakukan seperti tim satelit pada umumnya. Dia tidak ingin ada ‘jurang’ yang dalam antara tim pabrikan dan tim satelit.
“Hubungan dengan Aprilia sangat baik. Saat saya mendirikan tim ini dan berbicara dengan Massimo, saya menjelaskan jenis hubungan yang saya inginkan sejak percakapan pertama kami. Saya bilang padanya, ‘saya tidak ingin kita berpikir dalam kerangka ‘tim pabrikan’ versus ‘tim satelit’. Saya ingin kedua tim bekerja sama layaknya rekan satu tim demi menempatkan keempat motor Aprilia di posisi 4 besar dalam setiap balapan,” ungkap Marks di Silverstone.
Pemilik Tim Trackhouse: Saya Bilang Pada Rivola, Tidak Ada Tim Pabrikan Vs Tim Satelit Kita Semua Harus Bekerja Sama!

Begitu juga dalam hal teknis. “Itu berarti kami menggunakan material yang sama, antar-insinyur saling berkomunikasi, serta dukungan komersial. Semua hal tersebut. Untungnya, pemikiran itu sejalan dengan pola pikir Massimo dan cara pandang Aprilia. Mereka memahami apa yang ingin kami capai. Mereka mengerti bahwa ini adalah sebuah kemitraan. Kami bukan sekadar konsumen, melainkan partner yang berjuang demi kesuksesan bersama,” tegas Justin Marks.
Meski di lintasan tim pabrikan Aprilia dan tim Trackhouse adalah rival, namun di luar lintasan hubungan mereka tetap baik. Dan kerjasama ini berperan besar membuat Trackhouse mampu memenangkan balapan dan bersaing secara setara dengan tim pabrikan Aprilia. Sejauh ini tim asal Amerika Serikat itu sudah memenangan 3 grand prix (Raul Fernandez 2 kemenangan dan Ai Ogura 1 kemenangan).

Usai Fernandez menang di Silverstone, Marks mengatakan, “Setelah balapan seperti hari ini, orang-orang Aprilia merangkul tim kami. Jika kami harus bersaing melawan Marco Bezzecchi atau Jorge Martin untuk memperebutkan gelar juara dunia di Valencia, saya tidak tahu bagaimana situasinya nanti. Di lintasan balap kami adalah rival, tapi di luar lintasan kami adalah partner.”
Sejak pertengahan musim lalu hingga 12 seri musim 2026, tim Trackhouse kerap bertarung di barisan depan dan bahkan beberapa kali mampu mengalahkan pembalap dari tim pabrikan Aprilia. Namun perkembangan ini tidak dicapai dengan cara instan. Butuh waktu, kerja keras, dan kerjasama yang erat antara para pembalap dan para insinyur.
Marks menjelaskan, “Kami ingin menciptakan budaya tim dan memberikan sarana yang dibutuhkan setiap orang untuk meraih kesuksesan. Hal ini mencakup keyakinan bahwa kami bisa tampil kompetitif meskipun berstatus sebagai tim satelit. Ya, kami bukan tim pabrikan. Namun, kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan Aprilia dan memiliki pembalap-pembalap hebat.”

“Semua ini butuh waktu. Olahraga ini sangatlah sulit, dan dunia balap motor profesional sangat sulit diprediksi. Pencapaian kemenangan seperti saat ini mungkin terlihat seolah terjadi dalam semalam. Padahal, kerja kerasnya sudah dimulai sejak 2,5 tahun yang lalu. Itu baru puncak gunung es. Kami menjalani balapan dengan pendekatan yang sangat terencana dan solid. Fokus utama pendekatan kami tertuju pada tim,” imbuh bos yang juga memiliki tim di Kejuaraan Dunia Nascar itu.
Karena alasan tersebut, Marks tidak memberikan target yang terlalu spesifik kepada timnya, seperti harus memenangkan sejumlah balapan atau finis di posisi tertentu dalam klasemen MotoGP. Trackhouse justru menggunakan ukuran keberhasilan yang berbeda.
“Kami berbicara tentang relevansi. Ada terlalu banyak variabel yang tidak bisa kita kendalikan yang memengaruhi kemenangan. Karena itulah, kami biasanya tidak menentukan target dan tolok ukur keberhasilan berdasarkan gelar dunia atau kemenangan balapan. Kesuksesan berarti terus belajar dan semakin percaya diri dengan peran yang dapat kami mainkan dalam olahraga ini. Jika musim ini berakhir hari ini, pencapaiannya sudah bisa disebut sebagai kesuksesan besar,” pungkas Justin Marks.

Setelah 12 seri, Ai Ogura berhasil menempati peringkat 3 di belakang dua pembalap tim pabrikan Aprilia Jorge Martin dan Marco Bezzecchi yang menempati peringkat 1 dan 2 dalam klasemen. Sementara Raul Fernandez berada di peringkat 6.












