RiderTua.com – Honda NC750X dan Yamaha Tracer 7 sama-sama merupakan motor sport-touring kelas menengah yang dirancang untuk menjadi kendaraan serbaguna, baik untuk komuter harian maupun perjalanan jauh. Keduanya menawarkan posisi berkendara tegak, perlindungan angin yang cukup baik, ergonomi nyaman, serta kemampuan touring tanpa dimensi sebesar motor adventure kelas atas.
NC750X lebih mengutamakan kepraktisan dan kemudahan penggunaan sehari-hari, sedangkan Tracer 7 membawa karakter yang lebih sporty dengan fokus lebih kuat pada kelincahan dan kesenangan berkendara. Motor-motor ini cocok bagi pengendara yang menginginkan satu motor untuk berbagai kebutuhan tanpa harus memilih antara motor komuter dan motor touring.
▶Daftar Isi
Honda NC750X: Sport-Touring Praktis dengan Karakter Santai

Honda NC750X menggunakan mesin 2 silinder 745cc SOHC 8-klep pendingin cairan yang menghasilkan tenaga 57,8 hp pada 6.750 rpm dan torsi 69 Nm pada 4.750 rpm. Mesin ini memiliki karakter yang kuat di putaran rendah dan menengah, sehingga terasa cocok untuk penggunaan harian maupun touring, terutama ketika membutuhkan akselerasi tanpa harus sering memainkan transmisi. Honda juga menawarkan pilihan Dual Clutch Transmission (DCT) yang membuat pengoperasiannya semakin praktis.
Desain NC750X mempertahankan gaya sport-touring dengan posisi berkendara tegak, windshield tinggi, dan bodi yang dirancang untuk memberikan perlindungan angin cukup baik. Salah satu ciri khasnya adalah tangki bahan bakar yang sebenarnya ditempatkan di bawah jok, sehingga area di depan ada bagasi yang berkapasitas 23 liter.

Dalam penggunaan sehari-hari, NC750X terasa seperti motor yang dirancang untuk memudahkan kehidupan penggunanya. Bobotnya 226 kg, tetapi distribusi bobot dan karakter mesinnya membuat motor ini tetap mudah dikendalikan. Suspensi dengan travel cukup panjang juga membuatnya nyaman ketika melewati jalan perkotaan yang tidak selalu mulus.
Fitur yang tersedia meliputi layar TFT 5 inci, konektivitas Honda RoadSync, cruise control, traction control HSTC, beberapa riding mode, colokan USB Type-C, Smart Key, ABS, serta pilihan transmisi DCT. Keunggulan terbesar NC750X adalah kepraktisan, efisiensi, dan karakter mesin yang santai tetapi tetap bertenaga.
Di Inggris, Honda NC750X 2027 dipasarkan mulai 7.599 Pound sterling (sekitar Rp 183,5 jutaan) untuk versi manual, sedangkan versi DCT sebesar 8.399 Pound sterling (sekitar Rp 202,8 jutaan).
Yamaha Tracer 7: Sport-Touring Kompak dengan Karakter Lebih Sporty

Yamaha Tracer 7 menggunakan mesin 2 silinder 689cc DOHC 8-klep pendingin cairan yang menghasilkan tenaga 72,4 hp pada 8.750 rpm dan torsi 68 Nm pada 6.500 rpm. Mesin CP2 tersebut terkenal memiliki karakter responsif, torsi kuat, dan penyaluran tenaga yang menyenangkan, sehingga memberikan sensasi berkendara yang lebih sporty dibanding NC750X.
Desain Tracer 7 menggabungkan gaya modern dengan karakter sport-tourer melalui lampu LED agresif, windshield adjustable, tangki yang ramping, dan posisi berkendara tegak. Dibanding NC750X, bentuknya lebih ramping dan terlihat lebih dekat dengan motor sport-touring.

Dalam penggunaan sehari-hari, bobot 203-206 kg membuat Tracer 7 terasa lebih ringan dan lincah dibanding NC750X. Suspensi depan dan belakang yang dapat disesuaikan memberikan fleksibilitas lebih baik untuk pengendara yang ingin mengejar kenyamanan maupun karakter handling yang lebih sporty, sementara posisi berkendara tetap nyaman untuk perjalanan jauh.
Fitur yang tersedia meliputi layar TFT 5 inci, konektivitas smartphone, cruise control, traction control, ABS, riding mode, serta lampu LED. Keunggulan terbesar Tracer 7 adalah mesin CP2 yang lebih bertenaga, bobot lebih ringan, dan karakter handling yang lebih sporty.
Di Inggris, Yamaha Tracer 7 2026 dipasarkan mulai 8.908 Pound sterling (sekitar Rp 215,1 jutaan), sedangkan Tracer 7 Y-AMT dibanderol 9.258 Pound sterling (sekitar Rp 223,6 jutaan).
| Aspek | Honda NC750X | Yamaha Tracer 7 |
|---|---|---|
| Mesin | 2 silinder 745cc SOHC 8-klep berpendingin cairan | 2 silinder 689cc DOHC 8-klep berpendingin cairan |
| Transmisi | 6-percepatan manual atau Dual Clutch Transmission (DCT) | 6-percepatan manual atau Y-AMT |
| Tenaga | 57,8 hp pada 6.750 rpm | 72,4 hp pada 8.750 rpm |
| Torsi | 69 Nm pada 4.750 rpm | 68 Nm pada 6.500 rpm |
| Suspensi Depan | Teleskopik 41 mm | Upside-down 41 mm |
| Suspensi Belakang | Monoshock Pro-Link | Monoshock |
| Velg & Ban | Velg 17 inci, ban 120/70 depan & 160/60 belakang | Velg 17 inci, ban 120/70 depan & 180/55 belakang |
| Rem | Cakram depan-belakang dengan ABS | Cakram depan-belakang dengan ABS |
| Bobot | 226 kg | 203–206 kg (tergantung varian) |
| Tinggi Jok | 802 mm | 830-850 mm |
| Tangki | 14,1 liter | 18 liter |
| Bagasi | 23 liter | Tidak tersedia bagasi bawaan |
| Fitur | Layar TFT 5 inci, Honda RoadSync, cruise control, riding mode, USB-C, Smart Key, HSTC, ABS, pilihan DCT | Layar TFT 5 inci, konektivitas smartphone, cruise control, TCS, ABS, riding mode, lampu LED, pilihan Y-AMT |
| Harga | Manual: £7.599 (sekitar Rp 183,5 jutaan) DCT: £8.399 (sekitar Rp 202,8 jutaan) | Manual: £8.908 (sekitar Rp 215,1 jutaan) Y-AMT: £9.258 (sekitar Rp 223,6 jutaan) |












