RiderTua.com – Debut Toprak Razgatlioglu di MotoGP sama sekali tidak mudah. Setelah 11 seri pertama musim 2026, rookie tim Pramac Yamaha itu hanya mampu mengumpulkan 12 poin dan berada di peringkat 21 dalam klasemen. Namun dia tak sendirian, karena 3 rekan lainnya sesama Yamaha juga mengalami kesulitan. Fabio Quartararo yang menjadi pembalap Yamaha terbaik di klasemen hanya menempati peringkat 14, sementara Alex Rins ke-19 dan Jack Miller ke-20.
“Ini sulit. Bukan masa yang mudah dalam karier balap saya, tetapi di saat yang sama saya sangat senang akhirnya bisa sampai di MotoGP. Awalnya saya tidak terlalu menyukai paddock ini, tetapi sedikit demi sedikit saya mulai terbiasa. Saya datang ke sini sendirian, tanpa mengenal siapapun. Tetapi saya beruntung bergabung dengan tim seperti Pramac. Mereka menerima saya dengan baik dan memberikan kehangatan layaknya keluarga,” ujar juara dunia WSBK 3 kali itu.
Toprak Razgatlioglu Sindir Ada Mekanik Merasa Superstar di MotoGP, Meski Kini Mulai Betah dan Menikmati Atmosfer Paddock

Toprak Razgatlioglu memuji rekan setimya Jack Miller. “Selain itu, saya memiliki rekan setim yang ‘gila’. Saya sangat menghormati Jack Miller, karena dia orang yang sangat apa adanya dan bersikap seperti orang biasa pada umumnya,” katanya sambil tertawa.
Toprak berusaha terus belajar setiap akhir pekan dan menyesuaikan diri dengan berbagai hal baru di MotoGP. “Setiap akhir pekan, saya mencoba beradaptasi lebih baik dengan berbagai hal dan perkembangan baru. Saya belum bisa menargetkan 10 besar, tetapi saya berharap mendapatkan beberapa hasil bagus tahun ini. Tentu saja saya selalu memberikan yang terbaik, karena itulah satu-satunya cara untuk berkembang,” imbuh rider berusia 29 tahun itu.
Apa perbedaan MotoGP dan WSBK? “Semuanya berbeda. Paddock MotoGP ibarat sebuah kota. Dari sisi fasilitas hospitality dan banyaknya media yang hadir, itu menyenangkan. Tetapi bagi saya, yang terpenting adalah bekerja dengan orang-orang yang menyenangkan. Tidak semua orang di dunia MotoGP bersikap biasa saja. Misalnya, ada beberapa mekanik yang menganggap diri mereka superstar. Tetapi saya berteman baik dengan semua orang dan itu menjadi motivasi tambahan bagi saya untuk terus bekerja keras. Saya sedang mencoba beradaptasi dengan paddock, tetapi saya tidak ingin kehilangan jati diri saya,” jawab Toprak.

Rider asal Turki itu melanjutkan, “Perbedaannya sangat banyak, mulai gaya balap hingga bannya. Saya memang belum sepenuhnya beradaptasi, tapi saya terus meningkat sedikit demi sedikit. Saat memakai ban Pirelli, saya selalu merasa percaya diri dan tahu persis di mana batas kemampuan ban. Setidaknya itulah pengalaman saya selama ini.”
“Dengan ban Michelin jauh lebih sulit. Saya mengatakan ini tanpa mengurangi rasa hormat saya pada mereka. Di dunia mobil, ban asal Prancis ini sering menjadi ban terbaik. Di MotoGP, kualitas ban ini juga sangat baik. Tetapi saya masih kesulitan mengetahui batas kemampuan ban, saya harus terus beradaptasi. Saya belajar sedikit demi sedikit. Saya belum bisa membalap seperti orang lain yang sudah tahu persis batas kemampuan ban ini, karena mereka sudah menggunakan ban ini selama bertahun-tahun. Ini adalah tantangan baru dan saya harus benar-benar mempelajari sesuatu yang berbeda,” jelas El Turco.
Bagaimana rasanya menjadi pembalap Turki pertama di MotoGP? Toprak Razgatlioglu menjawab, “Ya, saya merasakan dukungan yang luar biasa dan orang-orang memahami situasi saya. Bagi saya, hasil yang saya raih saat ini masih mengecewakan. Selama beberapa tahun terakhir saya terbiasa menjadi pembalap yang sering menang. Sekarang melihat nama saya berada di bagian bawah klasemen, tentu tidak mudah. Saya mencoba menjaga motivasi tetap tinggi, karena pekerjaan yang saya lakukan sekarang akan sangat berguna untuk masa depan.”

Toprak menambahkan, “Dalam beberapa balapan terakhir saya melihat ada peningkatan dan itu menggembirakan. Di Brno misalnya, saya mampu mengalahkan pembalap dari pabrikan lain (Maverick Vinales dari tim Tech3 KTM) setelah mengejarnya dan berhasil menyalipnya. Ini merupakan target kecil yang berhasil saya capai. Sekarang saya harus meningkat di sesi kualifikasi, karena saya selalu start dari posisi yang jauh di belakang. Jika saya bisa masuk 10 besar, semuanya akan berubah. Jadi saya harus berusaha. Saya harus fokus, terutama pada kemampuan untuk memaksimalkan potensi ban belakang dalam satu lap.”
Tahun depan, Toprak adalah satu-satunya pembalap Yamaha yang bertahan. Dia akan mendapatkan 3 rekan baru dengan Jorge Martin dan Ai Ogura di tim pabrikan dan Izan Guevara sebagai rekan setim barunya di tim Pramac. Di sisi lain Fabio Quartararo akan pindah ke tim pabrikan Honda, sementara Rins dan Miller saat ini sedang mencari tempat di Superbike.












