RiderTua.com – Pedro Acosta memanfaatkan libur musim panas MotoGP untuk pergi ke Amerika Serikat. Disana selain melakukan kegiatan promosi, pembalap KTM itu juga menghadiri balapan NASCAR di Indianapolis. Dia hadir disana sebagai tamu dari Jesse Love yang merupakan pembalap dari tim Richard Childress Racing (RCR) sekaligus duta besar Amerika Serikat untuk M-Experiment yakni merek kacamata yang juga menjadi sponsor Acosta.
Acosta tak hanya datang untuk nonton balapan. Usai race, Jesse Love mengajaknya masuk ke garasi RCR untuk melihat secara langsung cara kerja tim NASCAR. Acosta ngobrol dengan para insinyur dan mekanik soal berbagai aspek teknis balapan. Mereka saling bertukar informasi terkait perbedaan dan kesamaan antara mobil NASCAR dengan motor MotoGP, mulai dari proses pengembangan hingga cara tim mempersiapkan kendaraan sebelum balapan.
Pedro Acosta Tertarik untuk Mempelajari NASCAR, Mau Ikut Balapan Disana?

Ada yang menarik saat itu, para insinyur tim RCR sempat terkejut ketika Pedro Acosta mengungkapkan bahwa motor MotoGP mampu menyalurkan sekitar 300 tenaga kuda (horsepower) ke roda belakang. Angka tersebut dianggap luar biasa mengingat bobot motor MotoGP jauh lebih ringan dibandingkan mobil balap NASCAR.
Acosta juga ikut dalam latihan mengganti ban ala kru pit NASCAR. Setelah mencoba duduk di dalam mobil balap tersebut, rider berusia 22 tahun itu mengatakan bahwa suatu hari nanti dia ingin menggeber mobil bermesin V8 yang digunakan dalam kejuaraan tersebut. Selain itu, Acosta juga sempat bermain ski air bersama beberapa kru tim RCR.
Setelah dari Indianapolis, perjalanan Acosta di Amerika berlanjut ke Florida untuk berlibur. Disana dia bertemu dengan Julien Beaumer, salah satu pembalap muda andalan KTM di ajang motocross Amerika dan menghabiskan waktu bersama.
Acosta juga mengunjungi tim NASCAR Trackhouse Racing. Di sana rider berjuluk Hiu Mazarron itu bertemu dengan Connor Zilisch (salah satu pembalap muda berbakat di ajang motorsport Amerika) yang seperti Acosta juga merupakan atlet binaan Red Bull dan juga disponsori oleh M-Experiment.

Kedua pembalap muda yang punya potensi sangat besar di kejuaraan masing-masing itu, memanfaatkan pertemuan tersebut untuk berbagi pengalaman dan bertukar helm. Saling tukar helm sangat umum di lakukan oleh atlet dari cabang olahraga yang berbeda sebagai simbol rasa respect dan kekaguman terhadap karier masing-masing.
Acosta memasuki paruh kedua musim dengan menempati peringkat 7 sekaligus sebagai pembalap KTM terbaik dalam klasemen MotoGP. Saat ini dia tertinggal 60 poin dari pemimpin klasemen Jorge Martin (Aprilia). Dengan 11 seri tersisa rider asal Murcia Spanyol itu ingin mengejar ketertinggalan dari para rivalnya sekaligus terus memantapkan posisinya di antara pembalap papan atas di grid.
Meski tahun depan Acosta pindah ke tim pabrikan Ducati Lenovo dan menjadi rekan setim baru Marc Marquez, namun dirinya ingin konsisten memberikan kemampuan terbaiknya dan meninggalkan KTM dengan kesan yang sangat baik.

Sebagai informasi, Acosta sudah bergabung dengan KTM sejak berkompetisi di kelas FIM CEV Moto3 Junior World Championship pada 2018. Kemudian berlanjut ke Red Bull Rookies Cup, Moto3, Moto2, dan MotoGP atau hingga 2026. Selama 9 tahun bersama pabrikan asal Austria tersebut Acosta berhasil meraih 3 gelar dunia yakni di Red Bull Rookies Cup pada 2020, Moto3 pada 2021, dan Moto2 pada 2023. Namun sayangnya hingga paruh pertama musim 2026 kelar, dia belum mampu meraih kemenangan di MotoGP.












