RiderTua.com – Nama Senna Agius belakangan ini santer dibicarakan setelah masuk menjadi kandidat untuk menempati satu kursi di tim Tech3 KTM untuk 2027. Meski harus bersaing terlebih dulu dengan pemimpin klasemen Moto2 saat ini Manuel Gonzalez untuk mendapatkan kursi tersebut, namun Agius lebih diunggulkan. Kalau benar-benar direkrut oleh Gunther Steiner (pemilik tim), dia akan menjadi rekan setim Luca Marini.
Agius mengaku belum pernah mengendarai motor KTM. Karena itulah dia tidak bisa menilai seberapa kompetitif motornya. “Jujur, saya tidak bisa banyak berkomentar soal kelebihan dan kelemahan motor ini. Saya belum sepenuhnya mendalami dunia MotoGP. Saya belum paham DNA motor ini. Lagipula, saya belum pernah mengendarainya,” ungkap pembalap asal Australia itu.
Senna Agius: Target Besar Adalah KTM, Saya Mengenalnya Melalui Brad Binder dan Jack Miller

Meski belum mengenal KTM secara mendalam, namun Senna Agius mengaku sering membicarakan pabrikan asal Austria ini dengan pembalap KTM saat ini Brad Binder dan mantan pembalapnya Jack Miller. “Saya berteman baik dengan Brad Binder. Ketika kita sering berbicara dengannya dan itu sudah berlangsung selama bertahun-tahun, tentu kita akan mengetahui banyak hal tentang apa yang terjadi di KTM. Begitu juga dengan Jack,” ungkap rider berusia 21 tahun itu.
Sebelum terjun ke dunia balap aspal, Agius sempat aktif di dunia balap off-road (motorcross). Saat itu dia sangat terkesan dengan kesuksesan KTM. “Ketika saya melihat proyek KTM, yang terlintas di benak saya adalah sejarah Red Bull KTM di dunia balap motorsport. Saat saya masih ikut balap off-road, Ken Roczen dan Ryan Dungey adalah idola saya. Saat itu mereka membalap untuk tim Red Bull KTM di bawah pimpinan Pit Beirer. Tim itu selalu menjadi target besar bagi saya,” ungkap Agius.

Pembalap yang saat ini menempati peringkat 3 dalam klasemen Moto2 itu melanjutkan, “Saya rasa, setiap anak di tempat kami pasti punya poster Red Bull KTM di kamar mereka karena saya sendiri juga begitu. Bagi saya, Red Bull dan tim oranye selalu menjadi salah satu ikon terbesar dan salah satu ambisi terbesar saya.”
Ketika ditanya soal motor MotoGP 850cc yang akan digunakan mulai tahun depan, Agius menolak memberikan penilaian terhadap motor tersebut karena dia belum punya datanya. “Saya tidak bisa banyak bicara soal proyek 850cc itu sendiri. Tetapi sejauh yang saya tahu, KTM adalah salah satu pabrikan pertama yang menguji motor tersebut ke lintasan. Karena itulah saya yakin mereka akan memiliki motor yang sangat kompetitif tahun depan,” pungkas rider yang tertinggal 59,5 poin dari pemimpin klasemen sekaligus rekan setimnya di tim Liqui Moly Dynavolt Intact GP Manu Gonzalez itu.












