RiderTua.com – Casey Stoner mengungkapkan bahwa 3 bulan yang lalu dia menjalani operasi untuk memperbaiki cedera pada tulang belakangnya. Masalah tulang belakang ini muncul setelah dia crash dan menabrak tumpukan jerami (hay bales), saat menjalani musim keduanya di kelas 125cc pada 2003 silam bersama Aprilia di tim Safilo Oxydo-LCR.
Di akun media sosialnya, Stoner menulis, “Hari ini tepat 3 bulan sejak saya menjalani operasi fusi tulang belakang pada ruas L5-S1 dan penggantian cakram (disc replacement) pada ruas L4-5. Semuanya bermula dari crash yang terjadi pada 2003, ketika saya menabrak tumpukan jerami dengan kepala terlebih dahulu. Benturan tersebut menekan tulang belakang saya. Selama lebih dari 20 tahun, saya berusaha mengatasinya sebaik mungkin. Tapi dalam beberapa tahun terakhir terutama 6 bulan terakhir, rasa sakitnya menjadi benar-benar tak tertahankan. Sampai pada titik, di mana operasi adalah satu-satunya opsi yang memungkinkan.”
Casey Stoner: Sakit Punggung yang Saya Derita Selama Lebih dari 20 Tahun, Gara-gara Crash Pada 2003

Casey Stoner meraih gelar dunia MotoGP sebanyak 2 kali yakni pada 2007 bersama Ducati dan 2011 bersama Honda. Tapi pada akhir musim 2012 rider asal Australia itu memutuskan untuk gantung helm karena menderita kelelahan kronis (chronic fatigue), kondisi yang dalam beberapa kesempatan bahkan membuatnya tidak bisa mengendarai motor sama sekali. Di musim terakhirnya tersebut, Stoner berhasil menempati peringkat 3 dalam klasemen bersama Honda.
Stoner menambahkan, “Masa pemulihan tentu saja penuh dengan pasang surut. Tetapi secara keseluruhan, punggung saya terasa jauh lebih baik daripada yang pernah saya rasakan sebelumnya selama yang saya ingat.”
“Yang paling mengejutkan, saya baru menyadari bahwa sebelumnya saya merasa punggung saya baik-baik saja tapi ternyata saya hidup dengan rasa sakit setiap hari. Baru sekarang saya benar-benar merasakan, bagaimana rasanya hidup tanpa rasa sakit punggung sama sekali,” imbuh mantan pembalap berusia 40 tahun itu.

Di akhir tulisannya, Stoner tak lupa mengucapkan terima kasih pada dokter dan para medis yang menanganinya. “Saya sangat berterima kasih kepada dokter ahli bedah saya dan seluruh tim medis yang merawat saya selama operasi ini. Terima kasih telah mengembalikan kualitas hidup saya,” pungkasnya.












