RiderTua.com – Biasanya Sigra selalu menjadi model LCGC terlaris di segmennya tiap tahunnya, tapi tidak untuk semester pertama tahun ini. Sebab penjualannya malah disalip oleh kembarannya sendiri, yaitu Calya, itupun dengan selisih penjualan yang cukup jauh.
▶Daftar Isi
Calya Ungguli Kembarannya Sepanjang Semester Pertama
Siapa sangka mobil LCGC Toyota ini bisa mengungguli penjualannya Sigra selama paruh pertama tahun 2026. Sebab biasanya Calya selalu kalah laris dari Sigra, atau terkadang selalu berada di posisi ketiga tepat di bawahnya Honda Brio Satya. Ini yang membuat banyak orang berpikir kalau Calya nggak akan pernah mengungguli kembarannya tersebut, namun kali ini jauh berbeda dari sebelumnya.

Dengan total 17.121 unit terjual, Calya menjadi mobil LCGC terlaris di Indonesia sepanjang semester pertama, dan hasil ini membuatnya unggul dari Sigra yang hanya terjual 14.463 unit saja. Mungkin ini terdengar cukup mengherankan, tapi ini benar adanya, dan sepertinya ini juga menunjukkan bagaimana penjualan Sigra mulai mengalami penurunan. Ini membuatnya mulai dikejar oleh rival beratnya, yang tidak lain adalah Honda Brio Satya, dengan 12.227 unit terjual di periode yang sama.
Brio Satya menjadi LCGC 5-seater terlaris di Indonesia, membuatnya unggul jauh dari model seperti Toyota Agya yang terjual 7.312 unit dan 4.383 unit. Kalau sudah begini, Brio sudah nggak bisa dikejar oleh kedua rivalnya tersebut, bahkan selisih penjualannya sudah sangat jauh. Sementara Ayla yang terjual lebih sedikit ketimbang kembarannya, tidak jauh berbeda dengan Calya dan Sigra.

Saling Kejar Satu Sama Lain
Brio Satya benar-benar berada di antara persaingan antara dua mobil LCGC Toyota dan Daihatsu selama enam bulan pertama tahun 2026. Dimana Calya mengungguli Sigra dan Agya mengungguli Ayla, tapi kalau dilihat tren penjualan keduanya memang cukup berbeda satu sama lain. Melihat dari selisih penjualannya satu sama lain, Calya dan Agya belakangan ini punya lebih banyak peminat dari tahun sebelumnya, tapi tidak dengan Sigra dan Ayla.
Jelas karena penjualan mobil murah ini mengalami penurunan hingga Juni lalu, dan itu cukup mengkhawatirkan. Tren penurunan tersebut sudah terlihat seak tahun 2024, dan dikhawatirkan penjualannya tidak bisa tembus angka lebih dari 100 ribu unit lagi kalau tidak bisa dicegah. Tapi apa boleh buat, banyaknya mobil ramah lingkungan murah membuat model LCGC kesulitan bersaing di pasar roda empat.

Mobil Murah Makin Banyak Pilihannya
Lihat saja pasar mobil ramah lingkungan yang sekarang, dari mobil hybrid, PHEV, sampai listrik murni sudah menjual mobil murah. Terbukti dengan penjualan model seperti BYD Atto 1 hingga Chery Tiggo Cross yang cukup bagus selama ini, membuktikan kalau model seperti keduanya bisa laris manis asalkan harganya terjangkau. Walau ini juga memberi dampak buruk bagi segmen LCGC kalau tidak bisa menghadirkan model yang sepadan untuk menghadang rival barunya.
Masalahnya kini hanya tinggal lima mobil LCGC yang tersisa di Indonesia, lebih sedikit dari dulu dimana ada tujuh model yang pernah dijual disini. Namun Datsun harus mundur dari segmennya karena bangkrut, dan Suzuki menyetop penjualan dan produksi Karimun Wagon R agar bisa fokus mengekspornya. Malah ekspornya ke Pakistan sudah dihentikan beberapa tahun lalu, mungkin karena modelnya juga kurang laris disana.

Dengan pilihan yang semakin sedikit, ketiga merek mobil ini harus bisa bertahan dengan lini mobil LCGC yang dijualnya sejauh ini. Memang mereka sudah nggak punya pilihan selain harus menyediakan produk unggulannya, dan Daihatsu masih tetap mengandalkan Sigra sebagai salah satu tulang punggung penjualannya. Toyota memang tidak terlalu mengandalkan Calya dan Agya sebagai penyumbang utama penjualan mobilnya karena sudah ada Kijang Innova dan Avanza, tapi mereka tetap menjualnya.
Mobil LCGC masih tetap menjadi salah satu segmen mobil murah di Indonesia di tengah banyaknya mobil listrik murah. Namun dengan penurunan yang terjadi, entah sampai kapan mereka bisa bertahan.












