Home MotoGP Pecco Bagnaia: Ducati Tidak Lagi Mendominasi Seperti Dulu

    Pecco Bagnaia: Ducati Tidak Lagi Mendominasi Seperti Dulu

    Pecco Bagnaia - Jorge Martin - 2026
    Pecco Bagnaia - Jorge Martin - 2026

    RiderTua.com – Di saat barisan depan kurang seru untuk ditonton, duel antara Jorge Martin vs Pecco Bagnaia pada race utama di MotoGP Jerman untuk memperebutkan posisi ke-5 berjalan cukup mendebarkan. Ini mengingatkan pada pertarungan keduanya saat memperebutkan posisi sebagai puncak klasemen pada 2023 dan 2024 lalu. Bedanya, saat ini Martin dibekali dengan RS-GP yang sangat kompetitif sementara Bagnaia belum juga merasa ‘klik’ dengan Desmosedici GP26 miliknya.

    Duel saling salip antara Martin dan Bagnaia mulai terjadi di lap ke-25 hingga menjelang garis finis. Pada akhirnya Pecco tak bisa mengalahkan Martin dan harus puas finis di posisi ke-6 hanya selisih 0,123 detik di belakang rider Aprilia itu atau kalah 11,495 detik dari pemenang Marc Marquez.

    Informasi resmi jadwal pameran, tiket, daftar lengkap peserta dapat diakses melalui situs resmi GIIAS disini 👇 Official Media Partner GIIAS 2026 - Ridertua

    “Pada satu lap, saya mencoba menyerang di Tikungan 11. Tetapi itu adalah tikungan di mana Jorge lebih cepat dibandingkan saya. Saya tidak cukup dekat untuk melakukan manuver menyalip. Situasinya terlalu sulit,” ungkap juara dunia MotoGP 2 kali itu.

    Pecco Bagnaia: Ducati Tidak Lagi Mendominasi Seperti Dulu

    Pecco Bagnaia
    Pecco Bagnaia

    Francesco Bagnaia menambahkan, “Jorge mengalami masalah dengan ban depan, sedangkan saya mengalami masalah dengan ban belakang. Akibatnya, catatan time lap kami sama. Saya belajar dari kesalahan saya di masa lalu. Yang paling penting adalah finis, crash bukanlah ide yang baik. Saya mencoba semua yang saya bisa di area lain, tetapi saya tidak pernah cukup dekat untuk menyerangnya.”

    Di Sachsenring, risiko kehilangan poin karena crash terbilang sangat tinggi. “Kita mendapatkan poin terbanyak hanya antara posisi kedua dan pertama. Jadi, mengambil risiko besar hanya layak untuk meraih kemenangan,” tegas Pecco.

    Menurutnya, finis di posisi ke-6 adalah hasil maksimal yang bisa dia dapatkan di GP Jerman akhir pekan ini. “Ketika saya mengingat berapa banyak masalah yang saya alami di trek ini tahun ini, finis ke-6 pada hari Minggu dan ke-7 dalam sprint adalah hasil yang luar biasa,” imbuh rider berusia 29 tahun itu.

    Hasil Race MotoGP Jerman 2026
    Hasil Race MotoGP Jerman 2026

    Sebelum libur musim panas, persaingan dalam perebutan gelar dunia semakin ketat. 5 pembalap teratas di klasemen hanya terpisahkan 24 poin atau kurang dari satu kemenangan balapan saja. “Semua pembalap ingin memenangkan gelar dunia dan memberikan yang terbaik. Beberapa pembalap dan motor berada di level yang tinggi. Perbedaannya, Ducati tidak lagi mendominasi seperti dulu,” pungkas Pecco Bagnaia.

    Marco Bezzecchi yang sebelumnya memimpin klasemen tanpa ada saingan, harus rela dikudeta rekan setimnya sendiri Jorge Martin setelah 4 kali DNF dalam 4 balapan berturut-turut. Kini Bezz merosot ke peringkat 4 hanya unggul 43 poin atas Pecco yang berada di peringkat 8.

    Aprilia kembali menunjukkan ‘taji’nya. Tak seperti yang diprediksi Marc Marquez sebelumnya, yang menyatakan bahwa setelah Aprilia mendominasi Assen kini giliran Ducati mendominasi Sachsenring. Faktanya, 2 pembalap Aprilia berhasil meraih podium berkat Ai Ogura dan Raul Fernandez yang masing-masing finis ke-2 dan3 serta Martin yang finis di posisi ke-5. Sayangnya MarcoBezz72 terpaksa mundur dari balapan akhir pekan di Jerman karena crash di sesi kualifikasi yang membuat tulang selangkanya patah dan harus dioperasi.

    Pecco Bagnaia: Ducati Tidak Lagi Mendominasi Seperti Dulu..✍️Pecco Bagnaia - Jorge Martin

    © ridertua.com

    Informasi resmi jadwal pameran, tiket, daftar lengkap peserta dapat diakses melalui situs resmi GIIAS disini 👇 Official Media Partner GIIAS 2026 - Ridertua

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini