RiderTua.com – Setelah meraih kemenangan MotoGP bersama Suzuki, Yamaha, dan Aprilia Maverick Vinales ingin merayakan kemenangan bersama KTM. Rider berjuluk Top Rider itu pindah ke tim Tech3 KTM pada 2025. Namun sayangnya, mimpinya menang dengan 4 pabrikan berbeda belum bisa terwujud. Jangankan menang, dalam 1,5 tahun dia belum bisa naik podium. Hasil terbaiknya hanyalah finis ke-4 di GP Jerez pada 2025.
Performa Vinales lebih dari sekadar mengecewakan. Rider berusia 31 tahunn itu gagal memenuhi ekspektasi tim dan pabrikan, bahkan juga ekspektasinya sendiri. Kini masa depannya penuh dengan ketidakpastian. Apalagi kini tim Tech3 bukan milik Herve Poncharal lagi, tapi dimiliki Gunther Steiner.
Maverick Vinales: Jika Saya Didepak dari MotoGP, Ini Sepenuhnya Salah KTM!!
Maverick Vinales sempat menjadi ujung tombak KTM saat Pedro Acosta cedera pada 2025. Saat itu dia berhasil beberapa kali finis di 5 besar. Namun sayangnya, cedera mengambyarkan mimpinya dan juga harapan KTM. Performanya terus merosot tajam. Bahkan dia sempat memperkerjakan legenda MotoGP Jorge Lorenzo sebagai pelatih pribadinya bersama ayahnya Chicho Lorenzo. Namun upayanya tersebut zonk alias gatot alias gagal total dan tidak bisa mengantrol performanya. Akhirnya Vinales pun mengakhiri kerjasamanya tersebut.

Tahun depan Acosta resmi akan pindah ke tim pabrikan Ducati Lenovo untuk menjadi rekan setim baru Marc Marquez. Dan menurut kabar yang berhembus, KTM tidak akan memperpanjang kontrak Brad Binder. Rumornya mereka telah melakukan kesepakatan dengan dua pembalap Ducati saat ini Fabio Di Giannantonio (VR46) dan Alex Marquez (Gresini) mulai 2027. Di sisi lain, tim Tech3 kerap dispekulasikan akan merekrut Luca Marini dan pembalap Moto2 Senna Agius. Ini artinya, tidak ada tempat lagi di MotoGP untuk Vinales tahun depan.
Vinales menyadari situasi tersebut. Dia terlihat sangat murka. Dalam wawancara dengan media, dia tampak frustrasi melihat kenyataan ini. “Kalau saya akhirnya meninggalkan MotoGP, hanya ada satu pihak yang harus disalahkan yakni KTM! Rencana awalnya saya akan membalap untuk tim pabrikan. Kalau sejak awal mereka tahu bahwa saya tidak akan mendapat tempat di tim pabrikan, seharusnya mereka membiarkan saya pergi,” ujar rider Spanyol itu sangat marah.
Vinales melanjutkan, “Tidak ada kabar baru. Saya belum mendapat informasi apa pun dari KTM. Jujur, bahkan mereka tidak mengizinkan saya ikut tes. Saya rasa tanda-tandanya mengarah pada perpisahan. Jadi memang tidak ada perkembangan apapun.”

Apakah Vinales sendiri sudah siap berpisah dengan KTM? “Saya tidak tahu. Fakta bahwa mereka tidak mengizinkan saya ikut tes menunjukkan bahwa tidak ada gunanya lagi untuk bertahan,” jawabnya kesal.
Sementara itu, Pit Beirer (Direktur Motorsport KTM) pernah bilang di Brno bahwa dia berharap Vinales kembali dapat menunjukkan performa terbaiknya dan mampu membuktikannya melalui hasil balapan bahwa dia layak dipertahankan. Selain itu, KTM selama ini selalu bersabar dan memberik Vinales banyak waktu untuk memulihkan diri dari cedera untuk kembali fit 100 persen.

“Saya juga meminta Gunther Steiner untuk lebih bersabar lagi,” pungkas mantan pembalap motocross kelas dunia asal Jerman itu.
BTW, Vinales finis di posisi ke-13 dalam race utama di TT Assen, kalah 36 detik di belakang pemenang Ai Ogura (Trackhouse Aprilia) dan finis 26 detik di belakang pembalap KTM terbaik di GP Belanda Enea Bastianini yang finis ke-6.






