Foto Alvaro Bautista diatas mengungkap kontroversi penalti Pecco Bagnaia di Sprint MotoGP Assen, ternyata aturannya seperti ini..
RiderTua.com – Keputusan FIM MotoGP Stewards yang menghukum Francesco “Pecco” Bagnaia pada lap terakhir Sprint Race MotoGP Assen masih menjadi perdebatan. Banyak penggemar merasa hukuman turun satu posisi terlalu keras karena dari tayangan televisi, ban belakang Ducati milik Pecco tampak masih berada di atas kerb.
▶Daftar Isi
Jebakan Batman Track Limit: Mengapa Pecco Bagnaia Kena Penalti?
Menariknya, beberapa jam setelah balapan, juara WorldSBK Alvaro Bautista mengunggah sebuah foto lama miliknya di media sosial. Foto onboard tersebut memperlihatkan momen ketika dirinya juga pernah dihukum karena pelanggaran track limits di Assen pada 2022.
Bautista bahkan menulis: “Melihat penalti Bagnaia, saya jadi teringat hukuman yang saya terima pada 2022. Penjelasan yang diberikan kepada saya, meskipun ban tidak menyentuh area hijau, adalah karena proyeksi ban sudah berada di atas area hijau.”
Unggahan itu langsung memancing diskusi karena kasus yang dialami Bautista ternyata sangat mirip dengan yang menimpa Bagnaia.

Mencermati Foto Bautista…
Jika diperhatikan foto secara detail, ban belakang motor Bautista memang belum sepenuhnya menginjak area hijau. Di TT Circuit Assen, kerb gunakan warna khas biru-putih, bukan merah-putih seperti di sebagian besar sirkuit lainnya. Area biru-putih ini masih dianggap sebagai bagian legal dari lintasan dan pembalap boleh menggunakannya semaksimal mungkin.
Sementara itu, area hijau solid di sisi luar kerb merupakan zona run-off yang jadi batas trek. Ketika ban melewati batas ini, maka sistem akan mencatatnya sebagai pelanggaran track limits.
Pada foto tersebut, titik kontak utama ban masih berada di atas kerb. Namun, sisi luar dinding ban terlihat sedikit menggantung ke kanan hingga proyeksi vertikalnya berada tepat di atas area hijau.
Inilah yang menjadi inti kontroversi…! Banyak penggemar melihat hanya dari sudut pandang mata biasa dan beranggapan ban belum menginjak hijau. Namun, regulasi modern MotoGP dan WorldSBK bekerja lebih detail dari itu.
Bagaimana Aturan FIM Menilainya?
Berdasarkan regulasi resmi FIM Stewards, pelanggaran track limits tak lagi hanya dinilai dari apakah seluruh ban menyentuh area hijau secara fisik. Stewards juga menggunakan sensor tekanan dan kamera beresolusi tinggi untuk menentukan apakah ada bagian ban yang sudah berada di luar batas legal lintasan.
Artinya, jika sebagian ban… bahkan hanya beberapa milimeter… sudah berada di atas area hijau, maka pelanggaran bisa langsung tercatat. Dengan kata lain, jika posisi ban setengah di kerb dan setengah di area hijau, maka itu sudah dianggap melanggar.
Aturan ini memang terdengar sangat ketat, tetapi diterapkan untuk seluruh pembalap tanpa pengecualian.

Mengapa Pecco Langsung Dihukum?
Kasus Bagnaia menjadi lebih sensitif karena terjadi di lap terakhir Sprint Race. Dalam regulasi MotoGP, penanganan track limits dibagi menjadi dua skenario.
- Selama Balapan Berlangsung… Pada Grand Prix utama, pembalap masih diberikan toleransi melalui sistem akumulasi pelanggaran. Sementara di Sprint Race, jumlah toleransinya lebih sedikit. Setelah batas tertentu terlampaui, pembalap akan mendapat Long Lap Penalty.
- Khusus Lap Terakhir… Di lap terakhir, aturan berubah total. tak ada lagi sistem akumulasi atau peringatan. Jika seorang pembalap melanggar track limits dan ada rival yang berada dalam jarak dekat di belakangnya, maka hukumannya otomatis berupa penurunan satu posisi. Tujuannya sederhana, yaitu menghilangkan keuntungan yang diperoleh dari keluar lintasan pada momen penentuan.
Inilah yang terjadi pada Bagnaia di Assen… Pecco sedang bertarung ketat dengan Jorge Martin di depan, sementara Marc Marquez berada tepat di belakang rombongan tersebut.
Ketika keluar dari chicane terakhir, sensor mendeteksi motornya melanggar track limits. Karena pelanggaran terjadi di lap terakhir dan ada pembalap lain yang berada dalam jarak menyerang, stewards langsung menjatuhkan penalti turun satu posisi.

Akibatnya, posisi finis keenam milik Bagnaia berubah menjadi posisi ketujuh, sedangkan Marc Marquez dipromosikan naik satu peringkat.
Bagaimana Jika Pembalap Dipaksa Keluar Trek oleh Lawan?
Pertanyaan lain yang muncul adalah bagaimana jika pembalap melebar karena didorong lawan. Regulasi FIM juga mengantisipasi skenario tersebut. Jika seorang pembalap terbukti dipaksa keluar lintasan akibat kontak fisik atau manuver agresif rival, stewards dapat membatalkan pelanggaran track limits.
Korban tak akan dihukum, sedangkan pembalap yang menyebabkan insiden justru bisa dikenai sanksi tambahan karena dianggap melakukan manuver tidak bertanggung jawab. Namun, dalam kasus Bagnaia di Assen, stewards menyimpulkan tidak ada kontak fisik ataupun dorongan dari Jorge Martin.

Pecco melebar karena keputusan dan manuvernya sendiri saat mencoba mempertahankan posisi. Karena itulah, pasal pengecualian tak berlaku dan hukuman turun satu posisi tetap dijatuhkan.
Pada akhirnya, foto lama milik Alvaro Bautista justru membantu menjelaskan mengapa penalti yang diterima Pecco Bagnaia bukanlah keputusan mendadak. Meski terlihat kontroversial, aturan track limits modern memang bekerja dengan prinsip yang sangat ketat: sedikit saja bagian ban melewati batas legal lintasan, pelanggaran sudah dianggap terjadi.
Jebakan Batman Track Limit: Mengapa Pecco Bagnaia Kena Penalti ❓







