RiderTua.com – Fabio Di Giannantonio kembali menjadi ‘penyelamat’ muka Ducati. Rider VR46 Ducati tersebut berhasil meraih podium setelah finis di posisi ke-3 dalam sprint race di Assen, tertinggal 1,313 detik di belakang pemenang Raul Fernandez. Padahal sebelum balapan di Belanda, Diggia sempat pesimis Ducati mampu mengimbangi performa kuat Aprilia.
Hanya dia yang mampu memecah dominasi Aprilia dalam sprint race di Assen. Diggia finis tepat di tengah-tengah skuat Aprilia dimana Raul dan Ai Ogura dari tim Trackhouse finis 1 dan 2, kemudian dua pembalap tim pabrikan Marco Bezzecchi dan Jorge Martin finis ke-4 dan 5.
“Saat ini Aprilia adalah motor terbaik dalam mengelola keausan ban belakang. Hal tersebut juga didukung kemampuan handling bagian depan yang fantastis,” ungkap rider berusia 27 tahun itu setelah beberapa balapan terakhir.
Fabio Di Giannantonio: Sempat Berpikir Bisa Menang Tapi Ban Keburu Habis

Fabio Di Giannantonio sadar, dia harus memperbaiki kelemahannya tersebut dengan meningkatkan performa di fase awal balapan. “Biasanya saya membutuhkan beberapa lap untuk menemukan ritme balap saya. Saat itu terjadi, gap saya dengan para pembalap di depan seringkali sudah terlalu jauh. Hari ini start saya berjalan sempurna dan saya langsung bisa memberikan tekanan sejak awal,” ungkap rider asal Roma Italia itu.
Di sisi lain, para pembalap tim pabrikan Ducati justru saling berebut posisi. Marc Marquez tak tampil segarang biasanya, dia justru terlihat sangat berhati-hati. Sementara itu Pecco Bagnaia sering melebar saat mencoba menyalip lawan. Parahnya, saat berusaha menyalip Martin menjelang garis finis, dia justru melanggar track limit yang membuat juara dunia MotoGP 2 kali tersebut dihukum turun satu posisi usai balapan (finis ke-6 menjadi turun ke-7).

Dengan tambahan 7 poin, Diggia bertahan di peringkat 3 dan kini hanya tertinggal 22 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi (Aprilia). Dia unggul 20 poin dari Marquez yang berada di peringkat 4 yang finis di posisi ke-6 dalam sprint.
“Sebenarnya, selama sprint saya sempat berpikir mungkin saya bisa memenangkan balapan ini. Tapi kemudian ban saya keburu aus lebih dari yang saya duga,” pungkas Diggia.







