Home MotoGP Marc Marquez dan Pecco Bagnaia Angkat Bicara Soal Kasus Marco Bezzecchi di...

    Marc Marquez dan Pecco Bagnaia Angkat Bicara Soal Kasus Marco Bezzecchi di Brno

    Marco Bezzecchi - Marc Marquez - Pecco Bagnaia, Podium MotoGP Assen Belanda 2025
    Marco Bezzecchi - Marc Marquez - Pecco Bagnaia

    RiderTua.com – Dalam konferensi pers pasca balapan yang dihadiri 3 peraih podium di MotoGP Ceko yakni pemenang Marc Marquez, Ai Ogura, dan Pecco Bagnaia, mereka diminta pendapatnya soal kasus Marco Bezzecchi yang membuat rider Aprilia itu diskors atau dilarang ikut balapan di Brno. Pertama, Ogura menolak berkomentar. Sementara Pecco dan Marquez lebih bersikap terbuka. Mereka memahami kondisi emosional Bezzecchi sesaat setelah crash, namun mereka sama-sama menyayangkan tindakan Bezz.

    Sebagai informasi, Bezzecchi yang saat itu berada di posisi ke-5 crash di lap ke-9 atau satu lap sebelum sprint race berakhir. Tapi saat berjalan menjauh dari ‘TKP’, tiba-tiba rider Italia itu balik arah lalu berlari ke arah motornya yang saat itu sedang berusaha dievakuasi para marshal. Kabarnya, dia berlari karena mendengar raungan mesin motornya berada di rpm tinggi. Dia ingin menyelamatkan mesin motornya dari kerusakan, yang awalnya dia kira dirusak oleh seorang marshal yang kemudian diketahui bernama Ladislav. Karena emosi sudah di ubun-ubun dan adrenalin juga masih tinggi, MarcoBezz pun langsung memukul wajah marshal sebelum kemudian menamparnya.

    Marc Marquez dan Pecco Bagnaia Angkat Bicara Soal Kasus Marco Bezzecchi di Brno

    Marc Marquez mengatakan, “Kasus ini sudah menimbulkan banyak perdebatan di media sosial. Karena itulah saya tidak ingin berkomentar terlalu jauh soal itu. Hal-hal seperti ini bisa saja terjadi. Kami masih muda dan belajar banyak hal di depan jutaan orang. Saat itu adrenalinnya tinggi dan sangat frustrasi usai crash. Tapi saya yakin dia akan belajar dari kejadian itu.”

    “Meskipun pembalap MotoGP adalah atlet profesional kelas dunia, tapi kami juga manusia biasa yang masih terus belajar. Kita semua pasti pernah membuat kesalahan bahkan pembalap berpengalaman sekalipun. Kita belajar sesuatu yang baru setiap hari. Banyak dari kita yang berusia antara 20 sampai 30 tahun. Oleh karena itu, masih banyak hal dalam hidup yang harus kita pelajari,” imbuh juara dunia 9 kali itu.

    Marc Marquez - Marco Bezzecchi
    Marc Marquez – Marco Bezzecchi

    Menariknya, hubungan Marquez dan Bezzecchi juga tidak mulus-mulus amat. Bahkan dulu mereka pernah berselisih dan beberapa kali bentrok.

    Jika Marquez memilih lebih berhati-hati dalam berkomentar, beda dengan Pecco yang lebih blak-blakan soal insiden itu. Sebagaimana yang diketahui, Pecco adalah salah satu sabahat Bezzecchi yang juga tergabung dalam VR46 Riders Academy. Pembalap Ducati Lenovo itu memahami bagaimana ledakan adrenalin dapat mempengaruhi reaksi pembalap setelah crash.

    “Saya sangat mengenalnya. Saya tahu betapa adrenalin dapat memengaruhi reaksi. Tapi itu bukan alasan untuk memperlakukan marshal seperti. Kita tidak diperbolehkan ‘menyentuh’ marshal. Mereka melakukan pekerjaan demi keselamatan kami para pembalap,” ujar Pecco.

    Pecco Bagnaia - Marco Bezzecchi
    Pecco Bagnaia – Marco Bezzecchi

    Meski Pecco tidak setuju dengan tindakan Bezzecchi, namun dia mempertanyakan hukuman yang diterima Bezz yang menurutnya sangat berat. “Hukuman itu terlalu berat. Dilarang balapan meski hanya satu kali adalah sanksi yang sangat berat. Dulu pernah terjadi banyak kasus serupa, yang tidak berujung pada hukuman yang berat. Oleh karena itu, sekali lagi saya harus mengatakan bahwa hukuman itu sangat berat,” tegas Francesco Bagnaia.

    Pada Minggu pagi, Bezzecchi menemui dan secara langsung meminta maaf kepada marshal yang ditamparnya. Dia terlihat menangis, lalu memeluk marshal tersebut dan memberi hadiah sepasang sarung tangan sebagai permintaan maaf.

    Tak ada satu pun orang di paddock yang membela tindakan Bezzecchi tersebut. Namun sebagian besar memahami bahwa insiden itu terjadi dalam situasi emosional yang tinggi dan ketika adrenalin masih di puncak. Justru yang jadi perdebatan adalah hukuman berat larangan balapan yang diterima rider yang saat ini memimpin klasemen itu.

    Marco Bezzecchi - Marshal
    Marco Bezzecchi – Marshal

    Terlepas dari pro dan kontra, melalui keputusan tersebut pihak FIM memberi pesan tegas bahwa tindakan terhadap marshal tidak lagi dianggap sekedar luapan emosi sesaat, melainkan pelanggaran berat yang layak dihukum berat seperti skorsing.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini