RiderTua.com – Di segmen sport touring menengah, Norton Atlas GT dan Yamaha Tracer 7 GT menawarkan pendekatan yang berbeda meski sama-sama dirancang untuk perjalanan jauh dan penggunaan harian. Keduanya menggabungkan posisi berkendara nyaman, perlindungan angin yang baik, serta teknologi modern yang mendukung touring jarak jauh.
Secara konsep, Atlas GT tampil sebagai motor baru yang mengedepankan desain khas Inggris, teknologi premium, dan karakter eksklusif. Sementara Tracer 7 GT mengandalkan resep yang telah terbukti selama bertahun-tahun dengan mesin CP2 yang terkenal, ergonomi matang, dan kemampuan sport touring yang sangat seimbang.
Norton Atlas GT: Pendatang Baru dengan Teknologi Premium

Norton Atlas GT menggunakan mesin parallel-twin 585cc berpendingin cairan dengan konfigurasi crankshaft 270 derajat yang menghasilkan tenaga 69 hp pada 9.300 rpm dan torsi 57 Nm pada 7.300 rpm. Karakter mesinnya dirancang untuk memberikan tenaga yang mudah dimanfaatkan di putaran bawah hingga menengah sekaligus tetap bertenaga saat diajak touring cepat.
Desainnya mengusung identitas khas Norton dengan bodi ramping, garis-garis elegan, dan nuansa premium yang berbeda dari motor Jepang. Atlas GT juga tampil lebih eksklusif karena diproduksi dalam volume yang jauh lebih kecil dibanding rival-rival mainstream.

Sasis trellis baja dipadukan dengan suspensi KYB fully adjustable serta roda 17 inci depan-belakang yang berorientasi jalan raya. Karakter handling-nya dirancang stabil dan presisi, cocok untuk touring cepat di jalan berliku maupun perjalanan antarkota.
Fitur menjadi salah satu keunggulan utama Atlas GT. Motor ini dibekali 6-Axis IMU, cornering ABS, cornering traction control, cruise control, wheelie control, slide control, 5 riding mode, quickshifter, serta layar TFT 8 inci dengan navigasi terintegrasi. Kalau masalah harganya dibanderol mulai dari 8.250 Pound sterling atau sekitar Rp 193,3 jutaan.
Yamaha Tracer 7 GT: Sport Touring yang Sudah Teruji

Yamaha Tracer 7 GT mengandalkan mesin CP2 2-silinder 689cc DOHC berpendingin cairan yang menghasilkan tenaga 72,4 hp pada 8.750 rpm dan torsi 68 Nm pada 6.500 rpm. Mesin ini dikenal memiliki karakter sangat responsif dengan torsi kuat di putaran menengah, membuatnya menyenangkan baik untuk touring maupun penggunaan harian.
Desain Tracer 7 GT mengusung gaya sport touring modern dengan fairing aerodinamis, windshield tinggi, dan posisi berkendara tegak. Dibanding Norton, tampilannya lebih futuristis dan jelas dirancang untuk efisiensi perjalanan jarak jauh.

Dengan suspensi upside-down 41 mm, lalu ada pengaturan ergonomi yang semakin nyaman. Tangki 18 liter dan posisi duduk yang santai, Tracer 7 GT sangat cocok untuk touring lintas negara maupun penggunaan harian.
Fitur GT mencakup side pannier bawaan, heated grip, windshield lebih tinggi, cruise control, TFT 5 inci dengan navigasi smartphone, riding mode, traction control, serta opsi transmisi Y-AMT otomatis. Di Eropa, Tracer 7 GT dipasarkan mulai dari 10.208 Pound sterling atau sekitar Rp 242,9 jutaan.
| Aspek | Norton Atlas GT | Yamaha Tracer 7 GT |
|---|---|---|
| Mesin | 2 silinder parallel-twin 585cc DOHC pendingin cairan | 2 silinder CP2 689cc DOHC pendingin cairan |
| Tenaga | 69 hp pada 9.300 rpm | 72,4 hp pada 8.750 rpm |
| Torsi | 57 Nm pada 7.300 rpm | 68 Nm pada 6.500 rpm |
| Transmisi | Manual 6-percepatan | Manual 6-percepatan / Y-AMT |
| Karakter | Sport touring premium bergaya Inggris | Sport touring serbabisa dengan mesin CP2 |
| Suspensi Depan | KYB fully-adjustable | Upside-down 41 mm |
| Suspensi Belakang | Monoshock KYB fully-adjustable | Monoshock adjustable |
| Fitur | 6-axis IMU, Cornering ABS, Cornering TC, Cruise Control, Wheelie Control, Slide Control, Quickshifter, layar TFT 8 inci | Cruise Control, Riding Mode, Traction Control, layar TFT 5 inci, Heated Grip, Side Pannier, Navigasi Smartphone |
| Kapasitas Tangki | 15,4 liter | 18 liter |
| Keunggulan | Eksklusif, teknologi sangat lengkap, harga lebih terjangkau | Mesin lebih bertenaga, ergonomi matang, cocok touring jarak jauh |
| Harga | 8.250 Pound sterling (sekitar Rp 193,3 jutaan) | 10.208 Pound sterling (sekitar Rp 242,9 jutaan) |







