RiderTua.com – Seakan belum puas dengan lini mobil ramah lingkungan yang dijualnya, BYD membawa model hatchback lainnya ke Eropa. Yaitu Dolphin G DM-i, yang dihadirkan di antara segmennya Dolphin dan Seagull, tapi dibanderol lumayan mahal di Jerman.
Dolphin G DM-i Tampil Modern dan Sporty
Sebelumnya BYD Dolphin lebih dikenal sebagai salah satu mobil pertamanya yang dijual di luar negeri, termasuk Indonesia. Modelnya dihadirkan di segmen hatchback dan masih menjadi andalannya di pasar sampai sekarang, meski modelnya tidak selaris dulu lagi. Tetap saja ini masih menjadi motivasinya untuk membawa lebih banyak model hatchback lainnya di pasar global, seperti membawa Dolphin versi plug-in hybrid alias PHEV.

Dinamai Dolphin G DM-i, dari desainnya saja sudah terlihat jauh berbeda dengan Dolphin EV, karena modelnya dibuat lebih modern dengan desain lebih minimalis. Mungkin sekilas terlihat lebih besar dari Dolphin, walau sebenarnya model yang satu ini punya dimensi sedikit lebih kecil. Memang ini bakal membuat ruang kabinnya lebih sempit ketimbang Dolphin biasa, tapi masih lumayan lega untuk memuat hingga 5 penumpang di dalamnya.
Interiornya dihiasi dengan panel instrumen 8,8 inci dan headunit touchscreen model floating berukuran 10,1 inci, walau ada juga pilihan 12,8 inci. Konsol tengah mobil sudah menyediakan wireless charging, sejumlah tombol fisik, dan tempat botol minum untuk menambah kepraktisan. Agar lebih nyaman, kapasitas bagasinya mencapai 425 liter, dan bisa ditambah menjadi 1.225 liter kalau jok belakangnya dilipat rata.

Hatchback Trendy
Kalau dilihat, mobil seperti ini sudah cocok memiliki ruang kabin yang lega, bahkan untuk ukuran lebih kecil dari Dolphin EV sekalipun. Modelnya sudah memiliki sejumlah fitur yang canggih nan modern, tapi belum jelas apa ada fitur lainnya untuk menambah kenyamanan saat berkendara bagi penumpangnya. Meski begitu, setidaknya ini bisa membuat penggunanya lebih nyaman dan aman di jalan.
Untuk mobil yang dijual di Eropa, seharusnya ADAS sudah diberikan untuk BYD Dolphin yang satu ini agar keselamatan penggunanya terjamin. Termasuk airbag lebih dari dua buah, cruise control, tire pressure monitoring system, dan masih banyak lagi, dan fitur ini sudah seharusnya tersedia pada model tersebut. Tapi jelas yang namanya BYD mereka nggak main-main dengan kualitas mobilnya, apalagi untuk mobil hatchback seperti Dolphin.

Terlalu Mahal?
Menggunakan mesin bensin 1.500 cc naturally-aspirated, mesinnya ini dipadu dengan motor listrik bertenaga 120 kW, tapi ada juga pilihan 129 kW. Sementara pilihan baterainya tersedia kapasitas 7,42 kWh dan 18,3 kWh, dan pilihan tertingginya punya jarak tempuh 105 km menggunakan tenaga listrik murni. Tentu saja sebagai mobil PHEV, baterainya bisa diisi dan digunakan kalau kehabisan bensin di jalan.
Di Jerman, BYD menjual Dolphin G DM-i seharga Rp 596 jutaan, nyaris Rp 600 jutaan dan mungkin ini terlalu mahal untuk mobil seperti ini. Tapi nyatanya modelnya masih didatangkan dari negara lain, tepatnya dari Szeged, Hungaria, mengingat BYD punya pabriknya di sana. Dengan ini, mereka nggak perlu repot-repot mengimpornya langsung dari kampung halamannya, apalagi kalau nanti modelnya kena tarif, harganya bisa selangit lagi.

BYD Dolphin sudah menjadi andalannya di pasar global sejak diluncurkan bersama Seal dan Atto 3. Di Indonesia, Dolphin dan Atto 1 menjadi andalan BYD di segmennya, tapi Atto 1 sering paling laku terjual, sebelum penjualannya anjlok akibat transisi ke produksi lokal dan impornya dikurangi drastis. Sementara Dolphin tetap dijualnya meski dengan popularitas Atto 1 yang lumayan tinggi sampai sekarang.
Dengan kehadiran M6 DM, memang nggak ada salahnya toh kalau mereka mau menambah model anyar lainnya. Dolphin G DM-i ini bisa menjadi pilihan bagus untuk mengisi pasar antara BYD Dolphin dan Atto 1, itupun selama harganya nggak terlalu mahal dari Dolphin. Atau bisa saja dirakit lokal seperti M6.






