RiderTua.com – ‘Mr. Sunday’ adalah julukan yang sangat cocok untuk Marco Bezzecchi. Pada balapan kandangnya akhir pekan lalu di Mugello, rider Aprilia itu kembali menunjukkan performa kuatnya pada race utama hari Minggu setelah pada sprint Sabtu sore dia hanya finis ke-4. Dia memenangkan balapan setelah berhasil menyalip Pecco Bagnaia di lap ke-14 dari 23 lap.
Yup, Bezz menahan diri untuk tidak gegabah membalas serangan Pecco. Dia menunggu ban Pecco habis, yang ditunjukkan saat rider Ducati Lenovo itu mulai kendor pertahanannya. Saat itulah rider berjuluk Simply The Bezz itu mengovertake sahabatnya itu, lalu melesat kedepan dan tak terkejar lagi hingga garis finis.
Marco Bezzecchi Masih Tak Percaya dengan Kemenangannya di Mugello: Harus Nonton Balapan Ulang Setidaknya 10 Kali Lagi

Mengenang kemenangannya yang luar biasa di Mugello kemarin Marco Bezzecchi mengatakan, “Kami ingin tampil kuat di sana dan ternyata kami mendapatkan hasil terbaik, itu fantastis. Saya harus nonton ulang balapan itu setidaknya 10 kali lagi, karena terlalu banyak adrenalin jadi saya lupa banyak hal. Saya ingin benar-benar memahami apa yang terjadi di sana.”
Usai GP Catalunya dan Mugello, MotoGP akan berlanjut ke Balaton Park yang secara layout sangat berbeda dari kedua sirkuit tersebut. Meski begitu, Bezz yakin hal itu tidak akan menjadi masalah buatnya. “Saya suka trek ini, meskipun karakternya sangat unik. Trek ini punya Sektor 2 yang lebih cepat dan sangat bervariasi. FP1 pada hari Jumat akan sangat penting bagi semua pembalap. Saya bersama tim juga harus bekerja keras untuk mempersiapkan motor dengan baik,” ujar rider asal Rimini Italia itu.

Dalam konferensi pers menjelang balapan, selain Bezzecchi juga hadir sang juara bertahan Marc Marquez dan Ai Ogura. Marquez menegaskan bahwa pembalap yang harus dikalahkan adalah dua pembalap Aprilia terutama Bezzecchi. Menariknya, Bezz sama sekali tidak terpengaruh dengan ‘pujian’ itu, wajahnya datar biasa-biasa saja.
Saat ini Bezzecchi bertahan di puncak klasemen dengan keunggulan 17 poin dari rival terkuatnya sekaligus rekan setimnya sendiri Jorge Martin. Dia juga unggul 39 poin atas pembalap Ducati terbaik di klasemen Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati) yang berada di peringkat 3. Sementara Marquez berada di peringkat 8 dengan 71 poin.






