Home MotoGP Jorge Lorenzo: Manuver Raul Fernandez Terhadap Jorge Martin Jelas Layak Mendapat Hukuman

    Jorge Lorenzo: Manuver Raul Fernandez Terhadap Jorge Martin Jelas Layak Mendapat Hukuman

    Jorge Lorenzo - Raul Fernandez
    Jorge Lorenzo - Raul Fernandez

    RiderTua.com – Jorge Lorenzo mencoba menganalisa apa yang terjadi sepanjang balapan di MotoGP Catalunya hari Minggu lalu. Mungkin, GP Barcelona bisa dibilang salah satu balapan paling chaos musim ini dengan tiga kali start, beberapa crash termasuk dua insiden yang sangat menegangkan, dua kali red flag, beberapa pembalap cedera, dan beberapa manuver overtake yang menimbulkan kontroversi. Pada akhirnya balapan (start ketiga) dimenangkan oleh Fabio Di Giannantonio yang sebelumnya sempat terjatuh setelah tertabrak ban depan Alex Marquez yang terlepas.

    Ketika Pedro Acosta mengangkat tangan untuk memberitahu bahwa motornya rusak, Alex Marquez yang menempel ketat sejak lap pertama jelas tidak punya waktu untuk menghindar. “Alex tidak punya waktu untuk bereaksi karena penurunan kecepatan KTM begitu mendadak. Sasis motor sudah tidak kurus lagi, pasti ada yang patah. Alex mencoba memiringkan badannya sebisa mungkin untuk menghindari dinding. Ban, suspensi, dan banyak komponen lainnya berterbangan. Untungnya, salah satu ban hanya sedikit mengenai Di Giannantonio” ujar Lorenzo.

    Jorge Lorenzo: Manuver Raul Fernandez Terhadap Jorge Martin Jelas Layak Mendapat Hukuman

    Saat melihat crash yang sangat keras yang dialami Alex Marquez, Jorge Lorenzo mengaku shock dan tak bisa berkata-kata. “Saya nge-freeze. Bayangkan seandainya kita berada di posisi keluarga Alex dan timnya, jadi lebih baik tidak mengatakan sesuatu yang salah,” ujarnya.

    Marco Bezzechhi - Raul Fernandez
    Marco Bezzechhi – Raul Fernandez

    Pada start kedua, Johann Zarco bersenggolan dengan Luca Marini saat melakukan pengereman di tikungan pertama dan menyeret Pecco Bagnaia terjatuh bersama-sama. Lorenzo menjelaskan bahwa Zarco sebenarnya masih mencoba menyesuaikan titik pengeremannya ketika crash terjadi. Akibatnya terjadi kontak yang membuat tubuh rider LCR Honda itu tersangkut di motor Pecco.

    “Zarco masih mencoba menentukan kapan harus mengerem, melepas rem, dan mengerem lagi. Saat masuk gravel, tubuhnya jungkir balik, dan di situlah cedera terjadi. Seandainya dia tidak crash, dia bisa bertarung di barisan depan. Dia punya kecepatan yang jauh lebih baik ketimbang beberapa pembalap yang finis di depannya,” jelas mantan pembalap asal Mallorca Spanyol itu.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    Jorge Martin - Raul Fernandez
    Jorge Martin – Raul Fernandez

    Lorenzo mengakui bahwa Zarco dan Alex Marquez sangat beruntung tidak mengalami hal yang tidak diinginkan, mengingat betapa seriusnya situasi tersebut. “Kita harus bersyukur atas keberuntungan mereka. Jika dilihat dari foto-foto atau video, dampaknya bisa jauh lebih buruk,” tegas mantan rider yang saat berusia 39 tahun itu.

    Lorenzo juga menyoroti manuver overtake yang dilakukan Raul Fernandez terhadap Jorge Martin saat start ketiga, yang membuat juara dunia MotoGP 2024 itu gagal finis. “Raul sebenarnya tidak menyalip dengan benar. Dia tidak memberi Martin kesempatan untuk meluruskan atau memperbaiki posisinya. Perbedaan antara aksi menyalip yang baik dan yang pantas mendapatkan penalti, terletak pada timing kedatangannya. Ketika kita datang terlalu terlambat dan posisi pembalap lain sudah miring, di situlah masalah dimulai,” ujar Lorenzo.

    Lorenzo mengakui bahwa dulu dia pernah melakukan overtake agresif seperti itu. “Dulu saya pernah seperti Raul Fernandez. Saat di kelas 250cc, saya sering melakukan manuver menyalip yang terlalu berani. Saya menyingkirkan beberapa pembalap dan kemudian mendapat penalti. Sejak saat itu saya belajar memilik momen menyalip dengan lebih baik. Saya membuat lawan sadar bahwa saya sudah berada di dalam racing line mereka dan itu menghindari banyak kontak,” jelas putra Chicho Lorenzo itu.

    Raul Fernandez
    Raul Fernandez

    Menurut Lorenzo, Fernandez merupakan salah satu pembalap yang paling agresif di grid namun tetap harus punya batas. Dia juga menyesalkan, mengapa Race Director tidak menjatuhkan penalti kepada Raul. “Itu memang punya nilai positif, tetapi risiko juga besar. Jika dia tidak dihukum, dia akan terus menjadi pembalap agresif dan bisa melakukan kesalahan yang sama lagi,” tegasnya.

    Acosta berhasil memimpin balapan meski hanya beberapa lap saja. Rider KTM itu memberikan perlawanan sengit terhadap semua rivalnya termasuk pada Diggia, meski akhirnya terjatuh di lap terakhir setelah disenggol Ai Ogura. “Pedro kembali menjadi yang pertama. Overtake kunci dilakukan oleh Di Giannantonio. Itu memberinya posisi ideal untuk tikungan berikutnya, dan Pedro tidak bisa merebutnya kembali,” jelas Lorenzo.

    Lorenzo mengaku bahwa Sirkuit Barcelona memang sangat berbahayaΒ di awal balapan. “Kita tiba dengan kecepatan hampir 300 km/jam dan kemudian terjadi kemacetan. Ditambah lagi, hanya ada satu raing line antara tikungan 1 dan 2. Di meter-meter pertama, biasanya pembalap masih mencari titik pengereman ideal sehingga meningkatkan risiko bersenggolan atau crash. Kita bisa melihat pembalap melepas lalu mengerem lagi untuk menyesuaikan pengereman,” jelasnya.

    Menurut Lorenzo, salah satu solusi yang paling memungkinkan adalah sedikit mengurangi kecepatan saat mendekati tikungan pertama. “Jika kita tiba 40 atau 50 km/jam lebih lambat, kita bisa jauh lebih presisi,” pungkasnya.

    Kalau menurut saya sih, jika manuver agresif dilarang, maka balapan jadi anyep, alias kurang seru broo…

    Baca diskusi hangat di: FP MotoGPCrash – Lorenzo Sentil MotoGP: ‘Kalau Gak Dihukum, Raul Bakal Terus Bikin Blunder!’

    Lorenzo Sentil MotoGP-Kalau Gak Dihukum, Raul Bakal Terus Bikin Blunder
    Lorenzo Sentil MotoGP: Kalau Gak Dihukum, Raul Bakal Terus Bikin Blunder

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini