RiderTua.com – Dari sekian banyaknya merek mobil yang ada di seluruh dunia, merek asal Swedia ini sering disebut-sebut bisa produksi mobil sekuat tank. Tapi ini berlaku untuk mobil mesin bensin, jadi gimana dengan mobil ramah lingkungannya, terutama mobil listriknya?
Banyak Model yang Dijualnya Punya Kualitas Tinggi
Volvo sudah nggak bisa diragukan lagi kalau melihat dari kualitas produknya. Selain punya kualitas nomor satu, ketahanan mobilnya juga banyak disorot dan memberikannya julukan ‘tank Swedia’, dan ini sudah memberikannya keunggulan dari kompetitor di pasar mobil global. Memang ini sudah menjadi ciri khasnya sejak lama, tapi yang jadi pertanyaan yaitu ketahanan mobil modern-nya.

Sebab kualitasnya ini biasanya ditemukan pada mobil bermesin bensinnya, tapi kini mereka membuat mobil listrik, seperti EX series yang dijualnya sejauh ini. EX90 menjadi salah satu diantaranya, dan setelah modelnya dirilis di Indonesia beberapa hari lalu masih ada pertanyaan soal ketahanan mobilnya ketika terjadi tabrakan. Soal itu, Volvo menjamin mobil anyarnya ini sudah dirancang agar strukturnya lebih kuat dari mobil listrik biasa.
Ketika terjadi tabrakan, baterai mobil listrik bisa terbakar kalau bodi mobil yang penyok merusak komponen ini, dan ini cukup membahayakan penggunanya. Agar memastikan mobil ‘tahan banting’, mereka memberikan sejumlah penguatan bodi pada sejumlah bagian, dan ini bisa meredam benturan dan menyebarkannya ke bodi mobil. Mega casting pada bagian bawah mobil bisa meredam bebannya dari tabrakan.

Lebih Tahan Banting
Jadi bisa dikatakan kalau EX90 masih bisa disebut sebagai mobil tank meski dijual sebagai mobil listrik. Modelnya juga tetap menjadi andalannya sampai sekarang dengan hasil yang didapatnya, meski di tengah ketatnya persaingan di pasarnya, bahkan mendapat tekanan dari rival negara lain. Merek asal China menjadi ancaman bagi merek di pasar global, dengan banyaknya model SUV listrik yang dijual dan dibanderol terjangkau.
Penjualan mobil Volvo di Indonesia memang tidak begitu seberapa, jelas karena mereka berjualan mobil mewah, dan biasanya mobil jenis ini nggak punya catatan penjualan cukup tinggi ketimbang mobil biasa. Semua mobilnya masih didatangkan dari luar negeri, jadi jangan kaget kalau banderolnya bisa tembus lebih dari Rp 2 miliar, apalagi kalau melihat dari harga EX90 dan ES90. Tapi itu bukan menjadi masalah baginya, asalkan kalau produknya masih dikenal dengan ketahanan mobil dari tabrakan.

Model Mewah
Karena berjualan mobil premium, jelas rivalnya nggak sedikit dan cukup beragam, dari merek asal Jepang sampai Jerman harus dihadapinya. Lexus sudah cukup lama hadir di Indonesia, sementara Mercedes-Benz dan BMW masih punya banyak peminat sampai sekarang. Terlebih ketiga merek ini berjualan mobil listrik, dan ada yang terus membawa lebih banyak produk elektrifikasinya, baik itu model SUV maupun sedan, contohnya BMW i Series.
Dengan lini produk yang dimilikinya, mungkin saja merek asal Swedia ini bisa bertahan di tengah ketatnya persaingan di Indonesia. Mereka tahu ini bukan perkara mudah kalau lawannya sudah lama berjualan disini dan punya pasarnya sendiri, tapi ini bukan berarti mereka nggak boleh mengusik persaingannya. Volvo membawa berbagai macam produk yang beragam, meski untuk sekarang produknya masih didominasi oleh mobil SUV.

EX90 tentu tidak akan menjadi produk terakhirnya di tahun ini, dan mereka bakal membawa model lainnya untuk meramaikan pasarnya. Entah itu mobil SUV atau jenis mobil lainnya, bisa saja mereka membawa model BEV mengingat produk ramah lingkungannya masih punya banyak peminat. Sampai sekarang mereka masih menjadi salah satu merek mobil premium ternama di Indonesia dan bisa bersanding dengan merek Eropa lainnya, tidak hanya Mercy dan BMW saja.
Sementara itu, pasar mobil mewah masih bakal diisi oleh banyak mobil ramah lingkungan, entah itu hybrid, PHEV, atau listrik. Hidrogen FCEV mungkin masih belum bisa menjadi pilihan karena infrastruktur pendukungnya belum ada disini.






