RiderTua.com – Ai Ogura start dari posisi ke-11 dalam restart kedua di MotoGP Catalunya hari Minggu kemarin. Di lap pembuka, rider tim Trackhouse Aprilia itu langsung melesat naik 5 posisi. Dia juga sempat duel melawan Fermin Aldeguer yang akhirnya naik podium. Kemudian Ogura juga berhasil menyalip Fabio Quartararo dan Pecco Bagnaia serta terus mendekati barisan depan.
Di sisi lain Pedro Acosta yang memimpin balapan sejak awal, mulai kesulitan di lap-lap terakhir. Rider Red Bull KTM itu kehilangan posisi terdepan setelah disalip Fabio di Giannantonio dan kemudian juga diovertake Joan Mir dan Aldeguer di lap terakhir. Ogura dengan cerdik berusaha memanfaatkan kesulitan Acosta dan berusaha menyalipnya untuk merebut posisi ke-4 di tikungan terakhir. Tapi manuvernya tersebut justru membuat Acosta terjatuh.
Ai Ogura: Manuver Saya Atas Pedro Acosta Adalah Tindakan Bodoh

Ai Ogura sedianya finis di posisi ke-4 dalam race utama di Barcelona, tapi pasca balapan rider asal Jepang itu diganjar penalti 3 detik karena dianggap melakukan tindakan yang berlebihan sehingga penyebabkan pembalap lain crash. Hal ini membuat harus turun ke posisi ke-9 dan setelah Joan Mir kena penalti 16 detik (melanggar aturan tekanan ban) dan turun ke posisi 13, Ogura naik ke posisi 8 dan hanya mengantongi 8 poin.
Usai balapan, Ogura mengatakan, “Race hari Minggu yang aneh, dengan tiga kali start. Kami paunya pace yang bagus dan menjelang akhir kami mampu mengejar beberapa pembalap di depan. Tapi di last lap, insiden di tikungan terakhir adalah kesalahan bodoh saya. Seharusnya saya tidak melakukan manuver itu. Pada akhirnya, saya justru menyingkirkan satu pembalap dan menempatkan diri saya di posisi ke-9. Jadi itu sama sekali tidak bagus.”

Di sisi lain, rekan setimnya Raul Fernandez juga terlibat dalam crash dengan Jorge Martin di lap pembuka. Namun Fernandez lolos dari penalti karena manuvernya dianggap aksi balapan biasa. Usai seri ke-6 musim 2026 di Barcelona, Ogura menempati peringkat 5 dengan perolehan 77 poin atau tertinggal 65 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi (tim pabrikan Aprilia).






