RiderTua.com – Maximo Quiles memenangkan balapan Moto3 di Le Mans akhir pekan lalu unggul 1,8 detik atas Adrian Fernandez. Dia menunjukkan bakatnya yang luar biasa dengan penampilannya yang gemilang dalam kondisi wet race, bahkan praktis dengan satu tangan..
“Bagus, itu sangat bagus. Hujan, lalu ada orang yang tetap ngebut cuma pakai satu tangan. Ya, saya berkendara dengan sangat baik, sangat menikmatinya, dan bersenang-senang. Dan itu sangat membantu,” ujar rider tim CFMoto Aspar itu sambil tertawa.
Maximo Quiles: Saya Ingin Mencetak Rekor dan Membuat Sejarah
Saat Maximo Quiles ditanya, darimana feel dan gaya balapnya yang begitu alami? Rider berusia 18 tahun itu menjawab, “Entahlah, semuanya terasa alami, antara insting dan keahlian. Merasakan motor, sensor di bagian belakang saya, seperti yang Nico bilang. Setiap kali saya merasa sangat nyaman, saya ingin gas pol sejak awal supaya di akhir saya bisa lebih santai tanpa mengambil terlalu banyak risiko. Dan itu berhasil dengan baik.”

Quiles lebih suka memimpin balapan sejak awal atau menunggu untuk menyerang di akhir? Rider Spanyol itu menjawab bahwa itu sangat bergantung pada hasil dari hari Jumat dan Sabtu. “Di Jerez misalnya, terget saya adalah untuk langsung ngepush dan mencoba melesat kedepan dengan gap yang cukup jauh melalui pace saya. Yang penting adalah melakukan persiapan dengan baik sebelumnya, sehingga pada hari Minggu kita bisa tampil dengan lebih percaya diri. Saya tidak suka berpikir, ‘saya akan tetap di grup dan melihat apa yang terjadi’. Saya lebih suka datang dengan keunggulan,” ujarnya.
Selama balapan, apakah pikiran Quiles pernah melayang kemana-mana atau dia hanya fokus untuk membalap? “Awalnya saya tidak memikirkan apa pun, semuanya terjadi secara alami. Saya sangat fokus, tanpa sadar 5 lap telah berlalu dengan sangat cepat. Kemudian saya mulai over thingking, bahkan soal hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan balapan. Lalu saya bilang pada diri sendiri, ‘jangan kehilangan fokus, kembali berkonsentrasi,” jelasnya.
Kini banyak orang yang mengangggap bahwa Quiles adalah pembalap yang dominan. Dia mengaku bahwa suka jika ada yang punya anggapan seperti itu, karena itu justru memotivasinya. Bahkan ada beberapa orang yang membandingkannya dengan Marc Marquez atau David Alonso. “Yah, itu bagus,” jawabnya sambil tersenyum.

BTW, dulu legenda MotoGP Angel Nieto pernah memenangkan gelar dunia dengan sangat mudah, bahkan dia sempat berlibur meski musim belum usai. Apakah Quiles ingin melakukan hal yang sama? “Tidak, saya ingin terus lanjut. Itu era yang berbeda. Saya ingin memecahkan rekor dan membuat sejarah. Itulah target saya, dan saya juga ingin berbeda,” pungkasnya.
Maximo Quiles memimpin klasemen Moto3 setelah 5 seri eprtama musim 2026 dengan perolehan 115 poin atau unggul 46 poin atas Adrian FernandezΒ (Leopard Racing). Quiles unggul 65 poin atas Veda Ega Pratama yang saat ini berada di peringkat 5 dengan 50 poin.
Debat Seru di FB MotoGPCrash bro………






