RiderTua.com – Sobat RiderTua semua, yuk kita bahas bareng. Marc Marquez berhasil memenangkan sprint race di Jerez akhir pekan lalu. Namun sebelumnya, rider Ducati Lenovo itu melakukan tindakan yang menimbulkan kontroversi, bahkan hingga hari ini masih menjadi perdebatan.
Saat sprint dimulai, mendung sudah bergelayut manja di langit. Benar saja, di pertengahan balapan hujan pun turun. Karena hanya gerimis, banyak pembalap yang lanjut balapan dan enggan ganti motor dengan ban hujan meski bendera putih sudah dikibarkan. Hujan pun tambah deras, alhasil banyak pembalap yang berjatuhan termasuk Marc Marquez. Juara dunia 9 kali itu crash di tikungan 13.
Buntut Marc Marquez Potong Kompas di Jerez, Aprilia Masih Menuntut Kejelasan Soal Aturan Masuk Pit Lane
Setelah terjatuh Marc Marquez langsung bangkit karena motornya masih menyala, alih-alih memutar satu lap lagi untuk masuk ke pit, rider berusia 33 tahun itu justru nyelonong melewati rumput lalu masuk pit, karena tempat dia crash kebetulan dekat dengan jalur pit. Meskipun dia menunggu semua pembalap lewat, namun manuvernya tersebut dianggap curang.

Usai balapan Johann Zarco sangat marah dengan manuver Marquez. “Jika dia tidak dihukum, itu benar-benar aneh,” kata rider LCR Honda itu.
Aturan masuk pit lane diatur oleh Race Director sebelum balapan akhir pekan dimulai. Aturan tersebut menetapkan bahwa dilarang melintasi garis putih di sisi dalam pit lane sebelah kiri. Namun tidak ada aturan yang jelas soal sisi luar yakni jalur yang dipakai Marquez. Ini artinya manuver Marquez diangggap berada di area ‘abu-abu’ dalam regulasi.
Tanpa mempertanyakan kemenangan Marc Marquez, Aprilia menuntut agar manuver semacam ini diatur dalam regulasi lebih tepat sehingga para pembalap tahu persis apa yang dilakukan.

Paolo Bonora (manajer tim Aprilia Racing) menegaskan, “Aturan ini harus diperbaiki, karena tidak dijelaskan dengan baik dalam aturan. Masuk ke pit lane harus didefinisikan lebih jelas. Kita perlu membahasnya lebih detail, dengan mempertimbangkan keuntungan yang mungkin diperoleh dari manuver ini.”
Di sisi lain, Davide Tardozzi (manajer tim Ducati Lenovo) justru memuji manuver Marquez tersebut. Dia mengaku bahwa saat Marquez crash, tim sudah menyiapkan motor dengan ban hujan di garasi. Meski begitu Tardozzi setuju dengan pendapat Bonora bahwa aturan masuk pit harus diperjelas.
“Faktanya, Marc tidak melakukan pelanggaran apa pun. Tapi kita harus mencari cara untuk memperbaiki aturan. Jika bisa diperjelas itu akan lebih baik. Yang penting, Marquez sudah memastikan trek aman sebelum masuk pit. Dia menunggu semua pembalap lewat dulu sebelum masuk. Itu sudah sesuai aturan,” jelas bos asal Italia itu.

BTW, ini bukan kali pertama Marquez melakukan manuver yang memicu kontroversi. Tahun lalu saat balapan di Austin (GP Amerika), Marc Marquez berlari kembali ke pit hanya sesaat sebelum start untuk berganti motor. Kemudian tindakannya tersebut diikuti beberapa pembalap. Hal tersebut membuat Race Direction menghentikan prosedur start dan akhirnya mengubah aturan.
Sebelumnya pengawas balapan menganalisis insiden tersebut dan kesimpulannya jelas: Marquez tidak melanggar aturan apa pun. Penjelasannya terletak pada detail peraturan, yang membuat perbedaan yang sangat halus dalam situasi seperti ini. Poin kuncinya adalah garis jalur pit. Saat memasuki pit, satu-satunya garis yang tidak boleh dilintasi adalah garis bagian dalam, garis yang menandai akses langsung. Garis luar, yang menimbulkan kebingungan terbesar ketika manuver tersebut terlihat di televisi, hanya wajib saat keluar dari jalur pit. Dengan kata lain, garis tersebut tidak berlaku dalam kasus ini. Oleh karena itu, Marquez tidak melakukan sesuatu yang ilegal….







