Home MotoGP Marc Marquez: Saya Tidak Mengerti Kenapa Bisa Crash

    Marc Marquez: Saya Tidak Mengerti Kenapa Bisa Crash

    Marc Marquez Crash
    Marc Marquez

    RiderTua.com – Balik lagi bareng RiderTua. Dalam video ‘Inside Ducati’ terbaru yang diunggah di YouTube, Marc Marquez mengakui bahwa crash yang dialaminya di lap ke-2 dalam race utama hari Minggu di Jerez merupakan kesalahannya. Dalam crash di tikungan 11 tersebut, motor Marquez sampai terpental ke udara lalu beberapa kali jungkir balik sebelum akhirnya nyungsep di gravel dalam kondisi hancur. Beruntungnya, juara dunia 9 kali itu lolos tanpa cedera apapun.

    Kemudian Marquez langsung bangkit lalu kembali ke pit. Saat berada di dalam pit, dia berkata kepada Gigi Dall’Igna, “Maaf, ini kesalahan saya.” Lalu dia beralih ke kepala krunya Marco Rigamonti lalu berkata, “Begitu saya menarik gas, saya kehilangan kendali.”

    Daftar Isi

    Marc Marquez: Saya Tidak Mengerti Kenapa Bisa Crash

    Kemudian kamera menyorot Marc Marquez yang sedang berdiskusi dengan Marco Rigamonti di depan komputer. Sambil menunjuk ke layar, Rigamonti berkata, “Satu-satunya yang saya lihat, kamu memasuki tikungan sedikit lebih awal. Bahkan sebelum menarik gas, kamu sudah berada di limit.”

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    Hasil Sprint Race MotoGP Spanyol 2026 - Marc Marquez
    Hasil Sprint Race MotoGP Spanyol 2026 – Marc Marquez

    Lalu Gigi Dall’Igna berjalan mendekat, lalu menepuk pundak Marquez untuk menenangkannya. “Ada hari-hari dimana saya tahu mengapa saya jatuh. Tapi tidak hari ini. Saya tidak mengerti apa yang terjadi. Di lap kedua, seharusnya kita tidak bisa jatuh seperti itu. Tapi kita ambil sisi positifnya, kita cepat. Kita akan bekerja lagi besok,” ujar Marquez kepada Dall’Igna.

    Marquez sempat bertanya soal kondisi motornya yang rusak menjelang tes resmi hari Senin, “Apakah motornya patah menjadi dua?” Lalu dia diberitahu bahwa hanya tangki bahan bakar yang terlepas.

    Sambil tersenyum Rigamonti menambahkan, “Salah satu motor memang harus dibongkar, juga untuk memasang part-part baru untuk tes besok.”

    Pada tes hari Senin, Marquez melahap 68 lap dan fokus pada pengembangan aerodinamika. Rider Ducati Lenovo itu menempati posisi ke-4 tertinggal 0,333 detik dari pembalap tercepat dalam tes Ai Ogura (Trackhouse Aprilia), sekaligus menjadi pembalap Ducati terbaik.

    Ai Ogura
    Ai Ogura

    Alex Marquez berhasil memenangkan GP Spanyol akhir pekan lalu. Namun menurut Marc Marquez, kecepatan Alex saat menang di Jerez menunjukkan bahwa pengembangan di MotoGP harus terus maju, bukan malah mengejar ‘feel’ pada motor lama. Saat ini sebagian besar pembalap Ducati masih mencari feel terbaik di bagian depan, yang merupakan keunggulan dari GP24. Logikanya, ide itu justru mundur ke spesifikasi lama.

    Menurut Marquez, itu bukan langkah yang tepat. Juara dunia 9 kali itu menegaskan bahwa secara teknis motor masih bisa dikombinasikan. “Saya hanya melakukan dua kali run dengan motor GP24 saat tes di Catalunya, lalu saya langsung beralih ke motor GP25. Tapi dari yang saya pahami dari para insinyur, sebenarnya kami bisa balapan dengan motor GP24. Itu hanya soal kombinasi part saja. Basisnya adalah motor yang sama. Lalu jika ingin kembali ke spek lama, kita bisa kembali,” jelas rider berusia 33 tahun itu.

    GP26 Lebih Cepat Dibandingkan GP24

    Meskipun Alex Marquez mengaku belum merasa nyaman dengan GP26, namun catatan waktunya saat menang balapan akhir pekan lalu lebih cepat 7,5 detik dibandingkan saat dia menang di Jerez tahun lalu.

    Alex Marquez - Hasil Tes Pramusim MotoGP Sepang 2026
    Alex Marquez -Hasil Tes Pramusim MotoGP Sepang 2026

    “Tahun ini, dengan GP26 Alex lebih cepat 7 detik dibandingkan dengan GP24 di Jerez. Jadi dalam kompetisi, jika kita ingin kembali ke feel motor lama, kita selalu ingat feel tahun itu ketika menang dengan motor itu. Karena itu luar biasa. Tapi rival-rival kita terus meningkat pesat, semakin cepat sedikit demi sedikit. Jadi kita harus terus maju,” imbuh Marquez.

    Tak hanya Alex Marquez, Fabio Di Giananntonio yang juga menunggangi GP26, juga menunjukkan peningkatan performa. Rider VR46 Ducati itu finis di posisi ke-3 dalam race utama di Jerez. Jika dihitung, dia lebih cepat 9 detik dibandingkan tahun lalu dengan GP24.

    Namun pembalap dengan kemajuan terbesar adalah Marco Bezzecchi yang saat ini memimpin klasemen. Meski kalah dalam grand prix dan harus puas finis di posisi ke-2, tetapi rider Aprilia itu lebih cepat 30 detik dibandingkan musim 2025. Tahun lalu, Bezz memang membuat kesalahan yang membuatnya berakhir di gravel. Seandainya dia tidak crash sekalipun, dia masih lebih cepat 12 detik musim ini.

    Raul Fernandez
    Raul Fernandez

    Tak hanya Bezzecchi, 2 pembalap tim Trackhouse Raul Fernandez dan Ai Ogura juga mengalami peningkatan. Raul lebih cepat 22 detik dan Ogura 8,5 detik dibandingkan tahun lalu. Selain itu, Jorge Martin yang tahun lalu didera cedera, juga dilaporkan mengalami peningkatan besar.

    “Kalau di 3 sirkuit berbeda, layout yang berbeda, dan ban yang juga berbeda pemenangnya adalah Aprilia, itu berarti motornya bekerja dengan baik. Tidak hanya dengan Bezzecchi, tetapi juga dengan Ogura, Fernandez, Martin. Karena itulah Ducati terus berkembang, seperti yang kita lihat dalam tes. Sebagai tim kami berusaha untuk meningkatkan performa. Tetapi jangan lupa, pemenang race hari Minggu adalah Ducati (Alex Marquez),” pungkas Marquez yang merupakan pemenang 99 balapan di semua kelas balap itu.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini