RiderTua.com – Halo rekan-rekan pembaca RiderTua. Jorge Martin harus start dari posisi ke-10 karena kena hukuman turun 3 posisi, dimana dia melambat di racing line sehingga menghalangi Alex Marquez pada latihan hari Jumat di Jerez. Tapi rider Aprilia itu melakukan start yang sangat bagus pada race utama hari Minggu. Setelah lap pertama dia sudah berada di posisi ke-4. Bagaimana jika dia start di posisi ke-7 seperti posisinya semula?
“Start saya sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Saya selalu bisa start yang sangat bagus dengan Aprilia, dan tikungan pertama juga berjalan sempurna. Saya bahkan mampu menyalip Diggia dan Zarco di situ. Seluruh lap pertama terasa luar biasa. Pada saat itu, saya sempat berpikir, ‘mungkin saya bisa menang’,” ujar Martin.
Jorge Martin: Balapannya Membosankan!

Jorge Martin melanjutkan, “Tetapi pikiran itu langsung sirna karena ban belakang saya paling bermasalah sepanjang akhir pekan. Saya mengalami masalah dengan akselerasi dan pengereman, saya tidak bisa nge-push lebih keras. Setelah itu balapan dengan cepat menjadi membosankan, karena saya tidak bisa maju kedepan dan gap dengan pembalap di belakang saya agak jauh.”
Setelah itu jalannya balapan tidak banyak yang berubah. Martin memang tidak mampu mengejar pembalap di depan tapi setidaknya dia bisa menjaga gap dari 2 pembalap tim Trackhouse Raul Fernandez dan Ai Ogura yang siap menyerang di belakangnya serta Johann Zarco. Posisi ke-4 bisa kembali Martin dapatkan (sebelumnya dia sempat disalip Fabio Di Giannantonio) setelah Marc Marquez crash di lap ke-2.
Akhirnya Martin finis di posisi ke-4 kalah 9 detik di belakang pemenang Alex Marquez. Luar biasanya, lap tercepat yang dibukukan Martin hanya lebih lambat 0,008 detik dari rekan setimnya Marco Bezzecchi.

4 pembalap Aprilia berhasil finis di 6 besar di GP Spanyol di Jerez tahun ini. Soal persaingan teknologi antara Aprilia dan Ducati, Martin menjelaskan, “Sekarang saya pembalap Aprilia, jadi saya hanya bisa berbicara soal itu. Menurut saya tentu motor-motor tersebut punya perbedaan, tetapi secara keseluruhan performanya sangat mirip.”
“Satu motor unggul di satu area, motor lain unggul di area lain. Dalam situasi saat ini, saya rasa para pembalaplah yang membuat perbedaan. Menurutku nama-nama yang berada di depan sekarang, kemungkinan besar akan terus bersaing untuk memperebutkan posisi teratas seiring berjalannya musim,” pungkas juara dunia MotoGP 2024 itu.

Usai balapan di Jerez, Martin masih bertahan di peringkat 2 dalam klasemen. Tapi selisihnya dengan Bezzecchi sebagai pemuncak klasemen, tidak menyusut tapi justru meningkat menjadi 11 poin. Pedro Acosta yang sebelumnya berada di peringkat 3 turun ke peringkat 4 dan Fabio Di Giannantonio yang sebelumnya berada di peringkat 4 naik ke peringkat 3.






