RiderTua.com – Halo Bro-Sis pecinta MotoGP. Meraih pole position dan menang dalam sprint, balapan akhir pekan Marc Marquez di Jerez akan sempurna jika dia juga menang dalam race utama hari Minggu, mengingat ini akan menjadi kemenangannya yang ke-100 di MotoGP. Namun apa daya, setelah disalip adiknya Alex Marquez di lap ke-2, rider Ducati Lenovo itu crash di tikungan 11 dengan kecepatan sekitar 180 km/jam..
Marquez mengatakan, “Itu kesalahan saya. Tapi saya menikmati balapan ini meski saya tidak cepat. Dalam dry race, target saya hanya finis ke-3 atau ke-4 bukan menang. Saya tidak mencoba menyalip balik Alex karena saya tahu dia berada di level yang berbeda. Saya suka trek ini, tapi entah kenapa saya selalu sial dalam race hari Minggu disini.”
Marc Marquez Gagal Meraih Kemenangan ke-100 di Jerez: Ada Tekanan? Saya Tidak Perlu Membuktikan Apa Pun Kepada Siapa Pun

Usai DNF di Jerez, Marc Marquez kembali turun ke peringkat 5 dalam klasemen dengan perolehan 57 poin atau tertinggal 44 poin dari pemuncak klasemen Marco Bezzecchi (Aprilia).
Apes bagi Ducati. Setelah Marquez crash, rekan setimnya Pecco Bagnaia harus mundur dari balapan karena ada masalah teknis pada GP26 miliknya. Ducati yang selama ini dimanjakan dengan kemenangan, kini kembali gagal meraih podium dalam 9 Grand Prix berturut-turut. Situasi seperti ini pernah terjadi pada masa paceklik antara GP Aragon 2012 hingga GP Qatar 2014, ketika Ducati gagal podium dalam 24 balapan berturut-turut.

Marquez menambahkan, “Mari kita lihat apakah saya bisa meningkatkan feel saya dalam tes hari Senin. Yang terpenting adalah bagaimana saya bisa mengendarai motor. Tahun lalu posisi berkendara saya cukup bagus dan semuanya terasa mudah bagi saya, tetapi saat ini tidak. Saya juga terlalu sering terjatuh. Apakah saya merasa tertekan? Tidak! Saya tidak perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun lagi.”
“Ducati bekerja sangat keras dan kami sudah lebih dekat dengan Aprilia dalam balapan ini. Bahkan saya berani bilang, kami lebih baik karena pembalap Ducati menang. Penting untuk tidak pernah menyerah hingga akhir dan terus memberikan tekanan.”
“Ducati memiliki salah satu motor terbaik di grid start, jika bukan yang terbaik. Saya hanya perlu membalap lebih baik. Seandainya feel saya pada ban depan lebih baik tapi tanpa kehilangan kecepatan, ini selalu soal kompromi, maka semuanya akan berjalan lancar. Dan jika catatan waktunya bagus, berarti solusinya tepat,” pungkas juara dunia 99 kali itu.









