RiderTua.com – Bro readers RiderTua sekalian. Joan Mir kembali tampil mengecewakan. Start dari posisi ke-5, rider Honda Castrol itu gagal finis lantaran crash di lap ke-6 pada balapan utama di COTA. Sebelumnya dia hanya finis ke-15 dalam sprint hari Sabtu. Ini artinya, rider Spanyol itu gagal mencetak poin di GP Amerika. Setelah merampungkan 3 seri pertama musim 2026, Mir hanya menempati peringkat 19 dengan perolehan 3 poin dalam klasemen, sementara rekan setimnya Luca Marini berhasil mengumpulkan 23 poin dan berada di peringkat 10.
“Sangat mengecewakan mengakhiri akhir pekan seperti itu. Sebenarnya ini adalah akhir pekan yang menjanjikan. Saya mencoba memangkas waktu saat masuk tikungan, karena saya banyak kehilangan waktu saat keluar tikungan. Tapi kemudian bagian depan motor selip. Itulah yang terjadi dalam 2 hari terakhir,” ujar Mir kecewa.
Joan Mir: Meski Sering Crash, Saya Tidak Menyesalinya

Joan Mir mengungkapkan bahwa masalah utama terletak pada performa motor saat keluar tikungan, yang memaksanya harus mengambil risiko lebih saat pengereman. “Kita harus memperbaiki bagian belakang agar kita bisa lebih tenang dengan bagian depan. Jika tidak, situasinya akan tetap sulit. Kalau kita tidak meningkatkan aspek ini, akan sulit untuk bertarung melawan pembalap lain tanpa mengambil risiko besar,” ungkap juara dunia MotoGP 2020 itu.
Meski berkali-kali gagal, Mir tetap mempertahankan gaya balap agresifnya. “Saya ingin mengikuti balapan dengan keyakinan bahwa saya punya peluang,” tegasnya.
Pengalaman buruk di tahun-tahun sebelumnya juga mempengaruhi mentalitasnya. “Saya tidak ingin itu terjadi lagi. Saya bukan tipe pembalap yang hanya ikut-ikutan saja. Saya menikmati kesempatan untuk bertarung demi hasil yang baik,” ujarnya.

Namun ambisi inilah yang sering menjadi biang kerok kegagalannya. “Dalam kasus saya, hal itu menyebabkan banyak crash. Tapi saya harus mencobanya dan saya tidak menyesalinya,” jelas Mir.
Masalah ini sangat terasa saat duel langsung melawan pembalap lain. Menurut Mir, motor Honda menjadi sulit dikendalikan saat berada di belakang pembalap lain (slipstream). “Saat saya berkendara sendirian, saya bisa melaju sangat cepat tanpa mengambil banyak risiko. Tetapi ketika saya berada di belakang pembalap lain, saya harus mengambil banyak risiko saat mengerem di belakang mereka. Jika saya ingin mengejar waktu, saya harus mengambil risiko dua kali lipat. Itu meningkatkan kemungkinan crash,” pungkasnya.








