RiderTua.com – Sobat pembaca setia RiderTua, sepertinya tahun ini mereka benar-benar akan terus meningkatkan pengiriman mobilnya ke seluruh negara. Mereka akan mengirim lebih banyak mobil dari kampung halamannya hingga lebih dari sejuta unit di tahun ini.
Target Ekspor Tahun 2026: 1,5 Juta Unit Mobil
BYD menjadi salah satu merek mobil asal China yang cukup populer di pasar global, karena dalam beberapa tahun terakhir mereka melakukan ekspansi pasar secara besar-besaran. Sebagian besar produknya berupa mobil listrik, walau mereka juga menjual mobil PHEV, tapi baru dijual di segelintir negara. Tidak heran kalau pasar BEV secara global sudah dikuasai oleh merek ini.

Dengan ketatnya persaingan di pasarnya, mereka sudah mempersiapkan rencana untuk memperkuat penjualannya. Mereka memasang target 1,5 juta mobil diekspor dari kampung halamannya ke sejumlah negara di seluruh dunia sepanjang tahun ini, dan mungkin angka ini cukup tinggi untuk merek seperti BYD. Terlebih dengan banyaknya jaringan penjualan yang dimilikinya, mereka mungkin bakal kerepotan untuk memenuhi permintaan di dalam maupun luar negeri.
Tapi bisa saja target tersebut tercapai, meski tahun lalu saja mereka menargetkan hingga 1,3 juta unit mobil ke berbagai negara. Target ini tidak sebanyak target tahun 2024, dimana mereka memasang target 1,6 juta unit, tapi itu tidak membuat penjualannya menurun begitu saja. Justru mereka sukses dengan meningkatkan jaringan penjualan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Impor Dihentikan
Sementara di Indonesia, mereka sudah menghentikan impor mobilnya dengan pabrik mobilnya yang hampir selesai digarap. Mungkin merek asal China tersebut tidak khawatir soal itu, sebab mereka hanya membutuhkan sedikit waktu untuk menyelesaikan semua persiapannya sebelum produksinya dimulai. Entah kapan mereka akan memulainya, tapi bisa saja mereka melakukannya sesegera mungkin mengingat impornya sudah disetop.

Semua mobil yang dijualnya masih didatangkan langsung dari kampung halamannya, termasuk model dari Denza. Walau impor mobilnya sudah dihentikan, mereka masih melakukannya terhadap sub-brand merek mewahnya, baik D9 maupun dua calon mobil baru yang akan dirilis nanti.







