RiderTua.com – Bro-Sis pembaca RiderTua, mari kita bahas pelan-pelan, Fronx ternyata ikut mengalami perubahan harga jelang akhir bulan ini. Dengan kenaikan hingga Rp 8 juta, entah apakah mobil SUV ini masih bisa mencetak hasil penjualan yang memuaskan.
Fronx Kini Rp 8 Juta Lebih Mahal Dari Harga Lama
Suzuki Fronx menjadi andalannya sejak diluncurkan akhir Mei lalu, dengan modelnya yang terjual hingga ribuan unit per bulannya sepanjang tahun 2025. Tidak heran kalau modelnya menjadi salah satu mobil SUV terlaris tahun lalu, dengan catatan penjualan yang cukup bagus. Total ada lebih dari 12 ribu unit yang terjual, dan ini sudah memuaskan untuk mobil yang terhitung masih baru.

Namun baru-baru ini Fronx mendapat kenaikan harga jelang akhir Maret 2026, dengan kenaikan harga dari Rp 1,5 juta sampai Rp 8 juta. Varian GL M/T yang awalnya dibanderol Rp 259 juta kini menjadi Rp 261,5 juta, lalu GL A/T dari Rp 271 juta menjadi Rp 272,5 juta. Masing-masing varian mengalami kenaikan Rp 2,5 juta dan Rp 1,5 juta, tidak terlalu signifikan, tapi lain lagi kalau membedakannya dengan varian di atasnya.
GX Hybrid M/T yang semula dijual dengan harga Rp 276 juta naik Rp 7,9 juta setelah perubahan harga, atau Rp 283,9 juta. Sedangkan GX Hybrid A/T dibanderol Rp 302,2 juta, naik Rp 8,3 juta dari harga awalnya yang mencapai Rp 293,9 juta. Kemudian harga SGX Hybrid A/T dan varian Two Tone naik Rp 8,4 juta, dan kini keduanya dijual dengan harga Rp 328,3 juta dan Rp 330,3 juta.

Harga Terlalu Mahal
Kalau diperhatikan, varian hybrid untuk Suzuki Fronx yang mengalami kenaikan paling drastis, mungkin karena komponen hibrida yang dimilikinya. Dengan penjualannya yang sempat naik turun dalam dua bulan pertama tahun ini, entah apakah Fronx bisa bertahan cukup lama di segmennya. Sebab dengan harganya yang sudah dianggap terlalu mahal, membuat model ini mungkin tidak bisa dianggap sebagai mobil dengan harga terjangkau lagi.

Tapi mungkin ini tidak akan memberikan pengaruh cukup serius bagi penjualan mobil Suzuki di Indonesia.







