RiderTua.com – Salam satu aspal buat pembaca setia RiderTua sekalian. Usai memenangkan sprint, Marc Marquez menjadi favorit untuk meraih kemenangan dalam race utama GP Brasil. Namun sepanjang balapan, dia kembali direcoki Fabio Di Giannantonio sama seperti saat sprint. Pada akhirnya juara dunia 9 kali itu harus mengaku kalah dari rider tim VR46 Ducati itu dan juga 2 pembalap tim pabrikan Aprilia. Marquez finis ke-4 tertinggal 4 detik dari pemenang Marco Bezzecchi.
“Saya senang dengan balapan saya. Sedikit demi sedikit saya merasa lebih baik. Kami tahu di mana letak masalah kami. Kami akan memperbaikinya. Jika kita melihat akhir pekan dan perolehan poin secara keseluruhan, maka itu adalah akhir pekan yang cukup bagus,” ujar Marquez.
Marc Marquez: Tidak Puas Jika Tidak Naik Podium, Tapi Finis ke-4 Lebih Baik Ketimbang Crash

Menurut Marc Marquez, sebenarnya hasil maksimal yang mampu dia raih adalah finis di posisi ke-3. Dia kehilangan podium karena kesalahannya sendiri. Di salah satu bagian lintasan yang aspalnya rusak, dia sempat kehilangan ritme dan membuka celah bagi Fabio Di Giannantonio untuk menyalipnya.
Marquez mengaku tidak puas dengan hasil itu. “Jika tidak naik podium, kita tidak akan pernah benar-benar puas. Tetapi ketika saya melihat kombinasi antara sprint dan balapan hari ini, saya sadar bahwa kami mencetak poin penting,” tegasnya.
Ditambah lagi, Marquez juga kesulitan dengan karakter sirkuit Ayrton Senna yang cukup membebani bahunya yang belum pulih 100 persen. “Itu adalah trek yang sedikit membuat saya khawatir, karena banyak tikungan kanan yang panjang. Sebenarnya meraih podium sangat memungkinkan hari ini, tetapi saya membuat kesalahan di tikungan yang aspalnya rusak. Ban depan nyaris selip karena saya terlalu memaksa. Terlepas dari itu, itu adalah akhir pekan yang masih bisa dibilang oke,” jelas Marquez.

Kondisi aspal yang sulit sudah terlihat sebelum start. Saat menuju grid start, Marquez memperhatikan permukaan lintasan menjadi licin. Hal inilah yang menyebabkan jarak balapan dikurangi menjadi dua pertiga atau dari 31 lap menjadi 23 lap.
Juara bertahan itu menjelaskan, “Kondisinya masih cukup aman untuk balapan. Tetapi saat melewati racing line yang aspalnya rusak, permukaannya sangat licin. Di satu momen, saya melewati titik itu dan roda depan saya selip sehingga saya melebar ke arah kerb. Saya memutuskan untuk tidak terlalu memiringkan motor saat masuk ke tikungan. Saya tahu Diggia berada di belakang saya. Tetapi finis ke-4 lebih baik ketimbang crash.”
Sangat sulit melakukan manuver menyalip di Brasil. “Ini adalah salah satu trek tersulit untuk menyalip. Ketika Diggia menyalip saya dengan block pass, kami melebar, dan Martin langsung menyalip kami sekaligus. Saat saya menyalip balik juga dengan block pass, kami sama-sama melebar. Tetapi itu adalah satu-satunya cara untuk menyalip di trek itu,” jelas Marquez.

Soal kondisi fisiknya, rider berusia 33 tahun itu mengatakan, “Saya tidak merasa begitu baik di Thailand, tetapi kondisi saya lebih baik di sini. Saya harap akan membaik sedikit demi sedikit.”
2 Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin berhasil merayakan podium 1 dan 2 di GP Brasil. “Mereka tampil sangat baik saat ini,” pungkas Marquez. Usai merampungkan seri ke-2 MotoGP musim 2026 di GP Brasil, rider Ducati Lenovo itu menempati peringkat 5 dengan 34 poin.








