RiderTua.com – Halo rekan-rekan pembaca, ada info menarik yang mampir ke RiderTua nih. Usai meraih gelar dunia MotoGP pada 2019, Marc Marquez mengalami nasib buruk di musim 2020. Rider yang saat itu membalap untuk tim Repsol Honda itu crash di Jerez, yang membuatnya mengalami cedera bahu yang rumit. Namun sayangnya, upaya prematur untuk kembali balapan justru membuat cederanya semakin parah sehingga dia harus menjalani 4 kali operasi. Selain itu, juga diperparah dengan diplopia (gangguan mata). Bahkan cedera tersebut sempat mengancam karier balapnya.
Ketika Marquez comeback, dia mendapati RC213V tak lagi kompetitif. Frustasi, dia pun memutuskan untuk mengakhiri kontraknya dengan Honda 1 tahun lebih awal dan pindah ke tim satelit Gresini Ducati untuk mendapatkan motor pemenang Desmosedici GP. Hanya satu keinginannya, kembali menang! Dan benar saja, dengan motor berusia 1 tahun (GP23) Baby Alien kembali memenangi beberapa balapan dan menyelesaikan musim 2024 di peringkat 3 dalam klasemen.
Marc Marquez: Saat Ini Saya Merasa Tidak Nyaman Saat Memasuki Tikungan

Marc Marquez pun mendapat tempat di tim pabrikan Ducati Lenovo untuk 2025. Waktu itu Ducati harus rela menyingkirkan juara dunia MotoGP 2024 Jorge Martin dan juga kehilangan tim Pramac yang sakit hati yang kemudian memutuskan untuk bergabung dengan Yamaha.
Berkat Marquez, Ducati kembali sukses meraih gelar dunia MotoGP 2025 yang dia segel lebih awal di GP Jepang. Dia mendominasi musim dengan memenangkan 11 race utama dan 14 sprint dalam 1 musim. Namun juara dunia 9 kali itu mengalami crash parah di Mandalika pada Oktober 2025 yang memaksanya absen hingga akhir musim.
Saat menjalani tes pramusim di Buriram, Marquez sudah menyadari bahwa dia masih merasakan dampak dari cedera bahu yang dialaminya atau dengan kata lain dia belum 100 persen fit. “Saat tes di Buriram saya sudah menyadari bahwa pada beberapa moment terutama di tikungan kanan, saya tidak bisa mengendalikan motor ketika motor kehilangan grip, motor langsung selip. Saya masih belum mengendarai motor seperti yang saya inginkan. Jadi saya harus terus meningkatkan kondisi fisik saya, sekaligus menyesuaikan gaya balap saya,” ungkap rider berusia 33 tahun itu.

Karena kekuatan bahunya belum pulih sepenuhnya, Marquez memutuskan menggunakan paket aerodinamis versi 2024 yang tidak menuntut secara fisik dibandingkan dengan paket terbaru. “Saat ini, saya merasa tidak nyaman saat memasuki tikungan. Posisi saat pengereman juga belum ideal. Jika kita mengerem dalam posisi yang tidak benar, maka posisi kita di tengah tikungan juga tidak berada dalam posisi yang sempurna. Operasi tersebut memengaruhi otot dada (pectoralis) dan bahu (deltoid), yang sangat saya butuhkan untuk memberi ‘dorongan’ saat pengereman,” jelas juara dunia MotoGP 7 kali itu.
Marquez mengaku bahwa cedera membuatnya menjadi lebih dewasa dan benar-benar mengubah cara pandangnya terhadap sisa karir balapnya. Hingga seri perdana MotoGP musim 2026 di Thailand rampung, Ducati belum juga memgumumkan secara resmi perpanjangan kontrak Marc Marquez untuk 2027. Marquez sempat membocorkan fakta bahwa dia tidak akan meneken kontrak jika kondisi fisiknya belum 100 persen fit. Dia juga mengaku bahwa sebagian besar kesepakatan sudah ‘deal’ antara kedua belah pihak.
“Kalau saya bisa menandatangani kontrak tanpa cedera lagi, saya akan langsung menandatanganinya sekarang juga. Lalu soal memenangkan gelar dunia lagi, tentu saja saya akan mencoba. Saat cedera, kita merasa seperti berada di dalam ‘sangkar’. Tetapi begitu dokter sedikit membuka pintu, kita langsung ingin keluar untuk balapan lagi. Dalam 3 tahun penuh cedera, saya dua kali lebih dewasa dibandingkan dalam 10 tahun penuh kemenangan,” pungkas putra Julia Marquez.

Marquez gagal meraih kemenangan dalam sprint race di Thailand, karena menerima penalti turun 1 posisi setelah melakukan manuver berlebihan yang membuat Pedro Acosta (KTM) keluar dari lintasan. Sialnya lagi, dia terpaksa mundur dari balapan ketika sudah berada di posisi ke-4 dalam race utama hari Minggu, karena roda belakangnya rusak.
Saat ini Marquez hanya menempati peringkat 8 dalam klasemen dengan perolehan 9 poin atau tertinggal 23 poin dari Acosta yang pemimpin klasemen MotoGP sekaligus calon rekan setimnya. Rumornya, Ducati akan merekrut Acosta untuk menggantikan Pecco Bagnaia untuk 2027.









