RiderTua.com – RiderTua readers, ada update penting dari berbagai sumber. Saat bertemu Marc Marquez dalam acara yang diadakan Estrella Galicia, juara dunia Moto3 2025 Jose Antonio Rueda bertanya kepadanya, ‘apa yang paling membatasi kecepatan dan hasil pembalap saat ini? Apakah motor, strategi, atau mentalitas pembalap?
Marquez menjawab, “Menariknya, di MotoGP dan Moto2 hal seperti ini sering terjadi. Ketika pembalap mencoba untuk melaju lebih cepat, pada akhirnya justru melaju lebih lambat. Seperti pepatah, ‘pakaikan saya baju dengan pelan-pelan, saya sedang terburu-buru.”
Nasihat Marc Marquez untuk Rueda: Seperti Pepatah ‘Pakaikan Saya Baju dengan Pelan-pelan, Saya Sedang Terburu-buru’

Lebih lanjut Marc menjelaskan bahwa balapan akhir pekan harus direncanakan dengan cermat dan secara bertahap sejak FP1 pada Jumat pagi. “Kita harus mulai dari FP1, membangun balapan akhir pekan tanpa pernah melupakan lap tercepat karena kualifikasi sangat penting. Namun pada saat yang sama, kita harus mempersiapkan diri untuk sprint race dan race utama yang membutuhkan dua gaya balap yang berbeda,” ungkap juara dunia 9 kali itu.
Selain itu Marquez juga menekankan pentingnya mengamati lawan dan mengetahui kapan kemenangan sudah di luar jangkauan atau tidak bisa lagi diraih. “Kita harus selalu memperhatikan lawan, apa yang mereka lakukan lebih baik, apa yang mereka lakukan lebih buruk, dan di mana posisi mereka. Pada akhirnya merekalah yang memberi tahu, apakah kita punya level untuk berada di depan pada akhir pekan itu, atau justru apakah itu salah satu akhir pekan di mana mereka berkata, ‘balapan ini milik kami’,” imbuh Baby Alien.
Kemudian Marquez balik bertanya kepada Rueda dan Diogo Moreira (juara dunia Moto2 2025 sekaligus rookie MotoGP dari tim LCR Honda), bagaimana cara mereka menyalip di akhir balapan.

Marquez bertanya, “Ketika tersisa 5 lap, apakah kamu lebih memikirkan serangan di lap terakhir atau kamu lebih mengandalkan insting?”
Rueda menjawab, “Itu sangat bergantung pada situasinya. Jika itu di balapan awal, saya mungkin akan mengikuti insting dan mengambil beberapa risiko yang lebih besar.”
Moreira yang sering berlatih dengan Marc dan adiknya Alex Marquez menimpali, “Terutama ketika kita berjuang untuk memenangkan balapan, itu murni insting. Dulu kami sudah pernah mengalaminya, bahkan saat latihan. Saya harap saya bisa melakukannya di masa depan. Bagi saya itu 100 persen insting.”
Marquez menyukai jawaban mereka berdua. “Saya setuju, selalu insting,” pungkasnya.








