RiderTua.com – Halo Sobat RiderTua di mana pun berada. Sebastian Risse (direktur teknis KTM MotoGP) menyoroti performa kuat pembalapnya Pedro Acosta pada seri MotoGP pembuka musim 2026 di GP Thailand. Rider berusia 21 tahun itu berhasil memimpin klasemen pembalap dengan perolehan 32 poin, setelah memenangkan sprint hari Sabtu dan finis ke-2 dalam race utama hari Minggu di Buriram..
“Dalam semua aspek yang berkaitan dengan motor, Pedro-lah yang mewujudkannya di lintasan. Dia adalah faktor kunci. Dan bukan hanya sejak Buriram saja. Sejak akhir musim lalu, Pedro sudah sangat kuat dan memiliki pendekatan yang tepat. Selain itu, dia menjalani pramusim yang sangat baik. Fakta bahwa dia tidak pernah crash sekali pun selama menjalani seluruh tes pramusim, juga tidak boleh diremehkan. Saat ini Pedro mengendalikan semuanya,” tegas Risse.
Sebastian Risse: Dalam Semua Aspek yang Berkaitan dengan Motor Pedro Acosta-lah yang Mampu Mewujudkannya di Lintasan

Apa keunggulan RC16 versi 2026? “Kami telah mengambil banyak langkah kecil. Sekitar jeda musim panas 2025, kami memutuskan arah pengembangan dan secara konsisten kamu mengikuti arah tersebut. Kedengarannya sangat sederhana, tetapi tujuannya selalu sama yakni membuat motor lebih cepat. Fokus utama selalu pada peningkatan catatan waktu, bukan memikirkan soal keausan ban,” jelas Sebastian Risse.
Namun ternyata peningkatan performa tersebut memberi efek lain. Direktur teknis KTM itu menjelaskan, “Satu hal membawa efek ke hal lain. Ada banyak cara untuk membuat motor menjadi lebih cepat. Salah satunya adalah membawa lebih banyak kecepatan ke trek lurus, sedikit mengurangi puncak tenaga mesin, dan juga sedikit mengorbankan top speed.”

Risse juga mengungkapkan bahwa aerodinamika sangat penting dalam pengembangan motor. “Kami berhasil memanfaatkan aerodinamika lebih baik dari sebelumnya dan membantu meningkatkan cornering speed dan catatan waktu. Hal ini juga menunjukkan bahwa paket aerodinamika membantu kami untuk mengatasi panas berlebih pada ban,” ungkap Risse.
Soal ban, Risse mengatakan, “Secara keseluruhan, tidak ada kejutan negatif. Ban yang kami dapatkan persis sesuai dengan yang kami harapkan, sehingga setelan motor kami juga bekerja sesuai harapan. Tapi kami tidak menggunakan konstruksi ban Michelin standar di Thailand. Jadi set-up motor kami masih perlu dibuktikan dengan konstruksi ban normal di balapan berikutnya.”
Risse juga mengungkapkan bahwa selama pengembangan mereka tidak terlalu memikirkan para rivalnya. “Kami hanya fokus pada bagaimana cara mencapai target kami sendiri, otomatis kami tidak memikirkan para rival kami. Berdasarkan pengalaman, tes musim dingin tidak menunjukkan level performa yang sebenarnya. Saya ingat saat tes sebelum musim 2020, lap time kami sangat buruk dibandingkan pembalap lain. Tetapi kami mampu mengoptimalkan motor dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga kami berhasil menembus barisan depan selama musim balap. Tolok ukurnya adalah performa kita sendiri dari balapan ke balapan. Hanya itu yang bisa kita pengaruhi,” pungkas Risse.

Setidaknya di awal musim, proyek KTM membuahkan hasil yang luar biasa. Dalam 2 balapan pertama, RC16 tampil kompetitif bahkan mampu bertarung melawan Ducati Desmosedici GP26 yang ditunggangi juara bertahan Marc Marquez. Tak hanya Ducati, kebangkitan Aprilia RS-GP juga sangat luar biasa. Pembalapnya Marco Bezzecchi tampil mendominasi sejak hari pertama, meraih pole position, dan memenangkan race utama hari Minggu. KTM juga wajib mewaspadai pabrikan asal Noale Italia itu musim ini.








