RiderTua.com – Halo sobat pembaca RiderTua, model BEV cukup dikenal dengan kemampuannya dalam mengandalkan tenaga listrik murni dari baterainya saja. Tapi perlu diperhatikan kalau mobil jenis ini tidak bisa dipakai ngebut, karena inilah yang membuat mobil lebih boros.
Jarak Tempuh BEV Bisa Terpotong Gara-gara Ini
Beberapa mobil listrik punya jarak tempuh yang cukup beragam, ada yang hanya mencapai 100 km saja dan ada juga yang mencapai 300 km. Kini produsen bisa menghadirkan mobil BEV dengan jarak tempuh lebih dari 500 km dalam sekali isi daya baterai. Ini bisa menjadi solusi bagi konsumen yang mencari mobil jenis ini tapi tidak perlu bolak-balik mengisi baterainya.

Sebenarnya jarak tempuhnya ini bisa dipengaruhi oleh gaya berkendara penggunanya, dan kalau dipakai ngebut bisa-bisa jarak tempuh mobil terpotong cukup besar. Sebagai contoh, mobil listrik dengan jarak tempuh 500 km hanya bisa melaju sejauh 300 km kalau ngebut. Ini cukup merugikan penggunanya, karena mobil seperti ini seharusnya tidak terpotong jaraknya hanya karena sering dipakai dalam kecepatan tinggi di jalan.
Jadi apa penyebabnya? Kalau mobil sering melakukan akselerasi mendadak, motor listrik akan selalu mengeluarkan torsi besar, dan ini yang membuat konsumsi energi meningkat drastis. Memang torsi instan ini yang membuatnya lebih unggul dari mobil bensin, tapi ini juga sekaligus menjadi penyebab borosnya baterai.

Penyebab Lainnya
Selain dipakai ngebut, sering memakai AC terlalu dingin atau ketika dipakai saat cuaca panas juga bisa menjadi penyebab borosnya baterai mobil. Termasuk ketika mobil diisi penumpang atau barang bawaan hingga penuh dan ketika kondisi jalan macet. Tapi kalau sering dipakai ngebut, kalau ingin jarak tempuhnya tetap terjaga ada baiknya pengemudi harus memperhatikan gaya berkendaranya.

Sementara itu, mobil listrik kini menawarkan model yang bisa dipakai ngebut, contohnya Hyundai Ioniq 5 N. Beberapa produsen seakan tidak takut untuk menghadirkan versi performa tinggi dari model BEV meski dengan kekhawatiran soal jarak tempuhnya yang terpotong akibat sering dipakai dalam kecepatan tinggi.








