RiderTua.com – Untuk kalian yang rutin mampir ke RiderTua… ada berita tentang mas Pecco murid Rossi.. Start dari posisi ke-13, Pecco Bagnaia akhirnya finis di posisi ke-9 dan mencetak 1 poin dalam sprint race di Thailand. Jelas, hasil ini sangat mengecewakan mengingat rider Ducati Lenovo itu tampil mengesankan dan tampak puas dengan GP26 miliknya saat tes pramusim.
Namun Pecco tak ingin larut dalam kesedihan. “Menurutku selain sprint race terakhir di Malaysia, saya mencetak poin lebih banyak setelah melakoni hanya satu balapan tahun ini, daripada gabungan 5 balapan terakhir tahun lalu. Tahun ini saya lebih memilih untuk fokus pada hal-hal positif, bukan seperti tahun lalu yang terlalu banyak memikirkan hal negatif,” ujar juara dunia MotoGP 2 kali itu.
Pecco Bagnaia (P9): Akan Lebih Mudah dalam Balapan, Mosok???

Francesco Bagnaia gagal menerjemahkan penampilan pramusim yang menjanjikan, menjadi hasil yang lebih baik pada balapan akhir pekan di Buriram. Dia mengaku bahwa kondisi lintasan menjadi penyebabnya. Adaptasi dengan kondisi yang berubah adalah kunci sukses. Aspek inilah yang membuat Pecco tertinggal dari kelompok terdepan pada awal balapan akhir pekan di Thailand.
“Selama tes, lintasan menawarkan grip yang lebih baik sehingga saya dapat menanganinya dengan lebih baik. Saya masih kesulitan dengan kondisi lintasan akhir pekan ini,” ungkap rider berusia 29 tahun itu.

Menurut Pecco, Pedro Acosta dengan KTM RC16-nya justru bisa menyesuaikan diri dengan lebih baik. “Kondisinya telah berubah dibandingkan pekan lalu. Pedro dan tim KTM melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam beradaptasi,” ujar rider asal Turin Italia itu.
Meski begitu, Pecco merasa lebih kuat dalam race pace dibandingkan kecepatan dalam satu lap saat kualifikasi. “Untuk satu fast lap, saya masih kesulitan saat masuk tikungan. Tetapi begitu ada beberapa pembalap di sekitar saya, situasinya berubah. Akan lebih mudah dalam balapan!” pungkas murid legenda Valentino Rossi itu.
Pedro Acosta menang atas Marc Marquez dalam sprint 13 lap di Buriram, setelah rekan setim Pecco tersebut diganjar penalti turun satu posisi karena dianggap melakukan manuver yang membuat rider KTM itu melebar.









