RiderTua.com – Halo Bro-Sis pembaca RiderTua di mana pun kalian berada. Alvaro Bautista mengkritik keras langkah MotoGP yang memutuskan untuk mengizinkan Toprak Razgatlioglu menggunakan konfigurasi aerodinamika yang dapat dianggap melanggar aturan…
Toprak kesulitan beradaptasi dengan motor barunya. Karena tinggi badannya mencapai 185 cm, rookie dari tim Pramac Yamaha itu perlu menggunakan jok yang lebih rendah. Tapi akan bertentangan dengan batas tinggi maksimum antara bagian bawah dan atas motor di MotoGP. Penyesuaian ini berarti harus mengorbankan winglet belakang, yang sangat penting untuk pengereman dan stabilitas Yamaha M1.
Alvaro Bautista Mengkritik Keras Keputusan MotoGP Melonggarkan Aturan Demi Membantu Toprak

Perubahan sepihak ini ditafsirkan oleh banyak orang sebagai ‘pengecualian khusus’ untuk Toprak. Di media sosialnya, Bautista mengkritik keras keputusan tersebut. Mantan rival Toprak di Superbike itu menuduh para petinggi MotoGP menerapkan aturan untuk membantu pembalap tertentu dan justru merugikan pembalap lainnya. Bautista jelas merujuk pada regulasi berat minimum di Superbike yang memaksanya menggunakan ballast (pemberat tambahan).
Bautista ditandai dalam sebuah unggahan X dari seorang penggemar Spanyol, @Soy___Jorge, yang mengutip unggahan dari jurnalis MotoGP Mat Oxley yang menyebutkan solusi aerodinamika belakang Yamaha.
Dia menulis, “Di SBK mereka memberikan sanksi dan masih memberikan sanksi kepada @19Bautista (Alvaro Bautista) dan Toprak (Razgatlioglu) mendapat manfaat darinya. Sekarang di MotoGP mereka membantu Toprak lagi dengan mengesahkan aerodinamika yang secara teori tidak mungkin dilakukan.”

Bautista menanggapi unggahan tersebut, dengan menulis, “Ya, ya… Jelas bahwa untuk masuk ke MotoGP, Anda harus memiliki hasil yang bagus. Menghukum siapa pun yang diperlukan demi mencapainya. Dan sekarang mereka terus membantu. Ya sudahlah.”
Pernyataan rider tim Barni WSBK itu menyiratkan adanya perlakuan istimewa dalam menerapkan aturan, alih-alih menegakkannya secara adil kepada semua pembalap. Dan unggahan Bautista tersebut mendapat banyak dukungan dari pengguna media sosial. Tapi ini bukan pertama kalinya MotoGP melonggarkan peraturan untuk membantu pembalap tertentu.
Karena MotoGP tidak memiliki aturan homologasi pada aerodinamika belakang, masih ada kemungkinan Toprak akan balapan di GP Thailand tanpa winglet belakang. Tetapi bagi seorang pembalap yang dikenal (setidaknya di Superbike) suka mengandalkan engine brake di fase akhir saat masuk tikungan, penambahan downforce di bagian belakang, dan juga tambahan grip, kemungkinan besar sangat membantu meningkatkan performanya. Selama tes Buriram, rider asal Turki itu sebagian besar turun ke lintasan tanpa aerodinamika belakang, tetapi sempat menyelesaikan beberapa lap dengan winglet belakang.

Yah.. belum apa-apa MotoGP musim 2026 dimulai dengan polemik yang menimbulkan kontroversi.








