RiderTua.com – Pembaca setia RiderTua, kondisi pasar roda empat tahun lalu memang tidak begitu bagus, tapi ini bukan berarti produsen harus pesimis menghadapi tahun baru. Justru ada yang memasang target pangsa yang cukup tinggi di tengah banyaknya merek baru dari luar negeri.
Penjualan Mobilnya Masih Cukup Stabil Tahun Lalu
Suzuki memang tidak merilis banyak mobil baru sepanjang tahun 2025, dengan Fronx menjadi SUV terbarunya yang dirilis bulan Mei lalu. Sementara model anyar lainnya berupa penyegaran untuk model yang sudah ada, seperti XL7 dan Grand Vitara. Tapi hasil penjualan yang didapatnya sudah cukup memuaskan, dan mereka cukup optimis untuk menghadapi tahun ini.

Namun tidak seperti biasanya Suzuki mematok target pangsa pasar hingga 9,5 persen untuk tahun ini. Sebab di dua tahun sebelumnya mereka hanya memasang target pangsa kurang dari itu, yaitu 7,8 persen di tahun 2024 dan 8,5 persen di tahun 2025. Jelas ini terdengar sebagai sesuatu yang nekat, mengingat pasar mobil di Indonesia kini diisi oleh banyak merek mobil baru dari berbagai negara, belum lagi persaingannya.
Tapi mereka sudah punya sejumlah model yang diunggulkannya di pasarnya masing-masing. Seperti Carry yang menjadi mobil niaga ringan andalannya dengan catatan penjualan yang cukup memuaskan dalam beberapa tahun terakhir. Kemudian lini mobil penumpangnya yang juga mendapat banyak peminat di pasarnya, terlebih model ramah lingkungannya.

Rilis Model Baru
Tapi mobil SUV-nya yang menjadi andalannya belakangan ini, dengan model seperti XL7, Grand Vitara, Jimny, dan yang terbaru Fronx, masih dicari oleh banyak konsumen. Walau model jenis lainnya seperti MPV Ertiga hingga city car S-Presso tetap menjadi andalannya di segmennya masing-masing. Namun dengan berkurangnya pilihan mobilnya tentu membuat mereka harus meluncurkan model anyar lainnya disini.

Dalam waktu dekat mereka akan menambah satu model baru di Indonesia, dan model tersebut tidak lain adalah SUV listrik e Vitara. Dengan ini, merek otomotif asal Jepang ini bisa semakin pede untuk menghadapi ketatnya persaingan di pasarnya.








