RiderTua.com – RiderTua readers sekalian, Dainese kehilangan banyak pembalap papan atas di MotoGP yang pindah ke merek lain. Sekilas tampak seperti kemunduran, tapi ini merupakan dampak dari krisis finansial yang mereka hadapi. Dalam beberapa bulan terakhir, pabrikan peralatan olah raga asal Italia itu harus memangkas pengeluaran secara signifikan, termasuk mengambil keputusan berat dengan mundurnya mereka sebagai sponsor. Akibatnya, banyak kontrak dengan pembalap yang tak mampu mereka perpanjang… Siapa saja yang masih pakai..?
Yang paling mencolok adalah kehilangan juara dunia WSBK 3 kali Toprak Razgatlioglu. Setelah bertahun-tahun mengenakan Dainese, El Turco beralih ke Alpinestars. Juga Jack Miller yang kembali mengenakan Alpinestars, Raul Fernandez bergabung dengan Revit, dan Fabio Di Giannantonio yang meskipun menjadi pembalap tim VR46 dia akan mengenakan Alpinestars.
Dainese Banyak Ditinggalkan Pembalap MotoGP, Ada Apa?

Di grid MotoGP hanya menyisakan Marco Bezzecchi, Luca Marini, Franco Morbidelli, Joan Mir, dan Fermin Aldeguer yang masih setia mengenakan Dainese. Dan di luar pembalap reguler ada 2 tes rider KTM Dani Pedrosa dan Pol Espargaro.
Meski begitu, perusahaan Italia itu masih memiliki hubungan yang erat dengan legenda MotoGP Valentino Rossi. Hingga kini Rossi selalu mengandalkan wearpack made in Italia dan helm AGV dalam sesi latihan. Ini bukan hal yang mengejutkan, mengingat The Doctor dan merek yang berbasis di Vicenza tersebut telah menjalin kerjasama spesial selama beberapa dekade.
Wearpack Italia itu memang berada di bawah tekanan finansial. Namun sekarang sudah terjadi perubahan. Setelah mendapat persetujuan dari otoritas persaingan Uni Eropa, HPS Investment Partners dan Arcmont Asset Management telah mengakuisisi atau mengambil alih 100 persen saham Dainese. Dengan begitu, berakhir sudah era ‘Carlyle’. Yang terpenting, pemilik baru menyuntikkan modal segar sebesar €30 juta (Rp 510 miliar) dan mengurangi beban utang sebesar €190 juta (Rp 3,23 triliun). Selain itu, limit kredit untuk operasional ditingkatkan menjadi €45 juta (Rp 765 miliar).

CEO Angel Sanchez menyebut bahwa ini adalah tonggak sejarah bagi perusahaan, dengan menekankan fokus bersama pada inovasi dan keselamatan. Di sinilah harapan baru untuk masa depan wearpack Italia itu, berada di luar arena balap. Dengan kondisi finansial yang lebih stabil, Dainese dapat lebih mengembangkan teknologi airbag D-air dan dalam jangka panjang membuatnya lebih terjangkau, lebih ringan, dan lebih ringkas.
Kedepan bukan tidak mungkin akan ada sistem airbag untuk jaket tekstil yang ramah di kantong, wearpack entry level, kehadiran yang lebih kuat di sektor off-road, dan algoritma pengaktifan berbasis kecerdasan buatan atau AI.
Dalam jangka pendek, kehilangan banyak pembalap papan atas mungkin menyakitkan. Tapi dalam jangka panjang, hal itu bisa menjadi bagian dari restrukturisasi yang diperlukan. Kini perusahaan wearpack Italia itu kembali fokus pada pondasi yang telah membesarkan nama mereka yakni inovasi teknologi, keselamatan, dan desain. Jika kekuatan-kekuatan ini dapat di’transfer’ ke produk generasi baru, masalah yang terjadi saat ini, mungkin bukan akhir dari kisah sukses, melainkan awal dari babak selanjutnya.








