RiderTua.com – Motor trail masih menjadi salah satu motor favorit konsumen Indonesia. Jelas karena tidak seperti jenis lainnya, motor ini dapat dibawa melalui medan off-road yang sulit dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan biasa. Namun yang cukup janggal dari motor trail yaitu pelek jari-jarinya yang seakan menjadi ciri khasnya. Sebab menemukan motor trail dengan pelek racing tentu sudah tidak mungkin.
Baca juga: Piaggio Hadirkan Promo Untuk Motor Aprilia dan Moto Guzzi
Motor Trail Dengan Pelek Jari-jari yang Khas
Sejauh ini pasar motor trail di Tanah Air masih dikuasai oleh Honda CRF series. Dari model 150 cc hingga Africa Twin, model ini banyak diminati oleh konsumen yang mencari motor yang dapat melalui medan off-road. Terlebih kalau harga jualnya cukup terjangkau, membuat model CRF150L cukup laris terjual di pasar.
Yang menarik yaitu motor trail selalu memakai pelek jari-jari, tidak peduli itu model Honda CRF atau Kawasaki KLX. Tentu tidak mungkin untuk bisa menemukan motor trail dengan pelek palang atau racing seperti motor kebanyakan. Ternyata ada alasan tersendiri mengapa motor trail hanya memakai pelek jari-jari saja.

Terobos Medan Off-Road
Motor trail biasanya memakai ban dalam, bukan tubeless seperti motor kebanyakan. Alhasil peleknya harus disesuaikan dengan jenis bannya, dan pelek jari-jari yang dipilih karena lebih kokoh. Jelas karena motor trail didesain agar mampu menerobos medan off-road yang cukup sulit dan tidak bisa dilalui oleh motor jenis lainnya.
Kalau memakai pelek selain model jari-jari tentu tidak cocok, karena dikhawatirkan bisa patah saat dikendarai di medan yang sulit. Dengan pelek jari-jari, maka dapat memberikan ayunan yang lebih fleksibel ketika motor membutuhkan banyak suspensi. Apalagi bannya juga terkadang dibuat khusus untuk motor trail, sehingga tidak terjadi selip saat melalui jalanan berlumpur.
Sejauh ini pasar motor trail dikuasai oleh Honda CRF series. Tapi model lainnya seperti Kawasaki KLX punya dominasi yang cukup kuat.






