RiderTua.com – Keinginan Jorge Martin meraih double kemenangan di Silverstone terhambat oleh kesalahannya sendiri. Perangkat pengatur ketinggian bagian belakang (rear ride-height device) miliknya tetap aktif saat memasuki tikungan pertama. Percikan api terlihat keluar dari bawah motornya, kemudian rider Aprilia itu melebar di tikungan ‘Abbey’ dan harus kehilangan beberapa posisi.
Ai Ogura juga melakukan kesalahan yang sama dan langsung merosot ke posisi ke-7. Tapi saat berusaha mengejar ketertinggalan, pembalap tim Trackhouse Aprilia itu terjatuh di tikungan 16-17 di lap ke-10.
Jorge Martin: Peluang Menang di GP Silverstone Sirna di Tikungan Pertama

Jorge Martin menjelaskan, “Saya melakukan kesalahan kecil saat start. Perangkat itu masih aktif, jadi banyak pembalap yang kemudian menyalip saya. Saya berhasil bangkit dan memperbaiki posisi, tetapi di situlah saya kehilangan peluang untuk menang.”
Ketika Raul Fernandez melesat di depan dan tak terkejar lagi, Martin berjuang untuk memperbaiki posisinya. Pertama dia menyalip Marc Marquez, lalu rekan setimnya Marco Bezzecchi. Di beberapa kesempatan, bahkan Martin menjadi satu-satunya pembalap yang mencatatkan waktu di kisaran 1:58 menit. Namun dia sudah tertinggal jauh hingga lebih dari 4 detik dari Raul.
Di lap-lap terakhir, Martin ‘gas pol terus’ bermaksud untuk memangkas gap 0,5 detik per lap dari Raul. Namun telat, dia tidak punya waktu lagi untuk melakukan serangan. Pada akhirnya Martinator harus puas finis ke-2 kalah 2,538 detik dari rider Trackhouse Aprilia itu tapi unggul 0,855 poin atas Bezzecchi yang finis ke-3.
“Di akhir balapan, saya membalap dengan ritme sendiri dan berharap Raul akan sedikit melambat. Tapi dia tampil luar biasa. Saya bahagia, baik untuk tim maupun diri sendiri. Hasil ini menambah rasa percaya diri menjelang akhir musim. Sepertinya kami sudah menemukan arah pengembangan yang tepat. Terima kasih untuk tim dan selamat untuk Aprilia atas kesuksesan di Silverstone,” pungkas Martin.

Di GP Inggris musim ini, Aprilia mendominasi dan sukses mengalahkan pasukan Ducati. Pabrikan asal Noale Italia itu menyapu bersih podium baik dalam sprint race maupun dalam grand prix hari Minggu. Aprilia tetap memimpin klasemen konstruktor unggul 29 poin atas tetangganya itu.
Setelah menang dalam sprint dan finis ke-2 dalam race utama, kini Martin mengumpulkan 240 poin. Keunggulan juara dunia MotoGP 2024 itu bertambah dari 17 menjadi 31 poin, kini atas Marco Bezzecchi yang merebut peringkat 2 dari Ogura (crash dalam race utama).












