RiderTua.com – Menjelang balapan akhir pekan di Silverstone, Ai Ogura sempat mengatakan bahwa dirinya mungkin tidak akan bisa meraih podium dan hanya menargetkan finis di 6 besar dalam balapan. Tapi, dia enggan menyebutkan alasannya.
Namun dalam sprint race Sabtu sore di Silverstone, prediksi Ogura tersebut salah besar. Start dari P3, rider Trackhouse Aprilia itu langsung melesat ke posisi 2 di belakang Jorge Martin yang start dari pole position dan memimpin balapan. Dia berhasil mempertahankan posisi tersebut hingga garis finis dengan keunggulan yang cukup besar (2,4 detik) dari Marco Bezzecchi yang finis di belakangnya. Rider asal Jepang itu kalah 1,530 detik dari pemenang Martin.
Ai Ogura: Melihat Ausnya Ban Belakang, Finis ke-2 Lebih Baik dari yang Diperkirakan

Meski begitu, Ai Ogura mengaku kesulitan dengan ban belakang soft dari Michelin yang sangat cepat habis saat melibas 10 lap di Silverstone. “Start saya cukup bagus, tapi balapannya benar-benar berat. Penurunan performa ban belakang luar biasa drastis. Saya bahkan tidak yakin, apakah saya bisa menyelesaikan sprint,” ungkap juara dunia Moto2 2024 itu.
Dalam sprint race 10 lap di Silverstone, balapan tersebut berubah menjadi ‘perang ban’ dimana hal ini tidak diperkirakan sebelumnya karena kali ini ban benar-benar cepat habis sepanjang jarak balapan. Kebanyakan pembalap memilih ban belakang soft hanya Jack Miller, Iker Lecuona, dan Brad Binder yang memilih ban belakang medium. Yang mengeluhkan ban belakang cepat habis tak hanya Ogura tapi juga Martin dan beberapa pembalap lain.
“Namun, kami berhasil mengelola situasi dan tetap bisa mengamankan posisi ke-2. Tapi masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk hari Minggu, jadi kami akan terus berusaha. Tentu saja, kami semua tahu betul ban belakang soft akan mengalami penurunan performa pada titik tertentu. Jorge mengelola bannya dengan sangat baik, sementara dampak degradasi lebih parah pada saya. Jadi, tidak ada yang bisa saya lakukan untuk melawannya hari ini. Posisi ke-2 itu bagus, saya senang. Jujur, hasilnya lebih baik dari yang kami perkirakan,” ungkap Ogura sambil tersenyum.

Pembalap berusia 25 tahun itu menambahkan, “Jujur, saya tidak punya penjelasan mengapa ban belakang sangat cepat habis. Saat kualifikasi, kita hanya melahap maksimal 2 atau 3 flying lap bukan 10 lap. Namun pagi ini, semua orang turun ke lintasan menggunakan ban soft bekas dan melahap banyak lap.”
“Ban itu bahkan sudah melahap lebih dari 10 lap. Dan fenomena itu tidak terlalu terlihat separah di sprint race. Saya memperkirakan gaya balap pada hari Minggu kurang lebih sama. Meski begitu, dalam hal daya tahan sepanjang jarak balapan, ceritanya mungkin akan kurang lebih sama. Semua pembalap mayoritas puas dengan performa ban belakang soft. Tidak ada masalah, masalah baru muncul saat balapan,” tegasnya.
Ketika Ogura ditanya soal dugaan Fabio Quartararo bahwa para pembalap Aprilia mampu menjaga suhu ban tetap lebih rendah dibandingkan pembalap lain, rider asal Jepang itu memilih tidak berkomentar. Dia hanya berkata singkat, “Saya tidak bisa memastikannya, saya hanya paham soal Aprilia.”

Dalam 12 Sprint Race di musim 2026, Ogura 3 kali finis di posisi ke-2. Aprilia juga kembali menunjukkan dominasinya di Silverstone dengan meraih pole position (Jorge Martom) dan menyapu bersih podium dalam sprint race dengan Martin, Ogura, dan Marco Bezzecchi. Ini juga menjadi kemenangan 1-2-3 pertama Aprilia dalam Sprint Race. Dengan tambahan 9 poin, Ogura memantapkan posisinya sebagai runner-up sementara dalam klasemen. Kini dia hanya tertinggal 17 poin dari pemimpin klasemen Martinator.












