RiderTua.com – Marc Marquez menyoroti performa Jorge Martin yang luar biasa sepanjang musim MotoGP 2024, terutama di tripel kedua, yang membawa sang pebalap Pramac mendekati gelar juara dunia. Marquez menilai kecepatan tinggi yang ditunjukkan Martin menjadi kunci utama dalam mengendalikan posisinya di klasemen, tanpa kesalahan yang berarti. Kecepatan inilah yang membuat Martin mampu mengunci posisi tiga besar dengan sangat stabil, mengungguli Pecco Bagnaia dengan tambahan 14 poin di tiga balapan terakhir hingga saat ini.
Kombinasi Kecepatan dan Ketenangan, Jorge Martin Unggul dalam Duel dengan Bagnaia

Kini, di Montmelo, Martin berada di puncak kesempatan untuk menorehkan sejarah dengan meraih gelar juara dunia pertamanya. Jika ia mampu memenangkan sprint race, gelar tersebut bisa menjadi miliknya tanpa harus bergantung pada hasil dari Pecco Bagnaia. Meski begitu, masih ada berbagai skenario yang tetap memungkinkannya menyandang nomor satu tahun depan, di antaranya hanya perlu finis setidaknya di posisi keenam dalam kedua balapan terakhir.
Keunggulan yang dimiliki Martin saat ini terbangun melalui manajemen strategi yang solid dan penampilan konsisten sepanjang tripel kedua yang berlangsung di Australia, Thailand, dan Malaysia. Martin selalu berhasil naik podium dalam tiga balapan tersebut, baik di sprint race maupun balapan utama. Performa ini tak hanya memberinya 93 poin, tetapi juga memperlebar jarak aman dari Bagnaia menjadi 24 poin.
“Jorge Martin di Ambang Gelar MotoGP 2024: Hasil Dominan yang Luar Biasa”
Marquez menyebutkan bahwa dengan kecepatan yang luar biasa, Martin lebih mudah dalam menjaga konsistensi dan meminimalkan risiko kesalahan. Pada tiga Grand Prix terakhir, ia terbukti menjadi salah satu yang paling produktif dengan total perolehan 93 poin, hanya diungguli oleh Bagnaia dengan 79 poin. Dalam setiap kesempatan, Marquez selalu menganggap kecepatan sebagai senjata utama untuk mengejar gelar juara, dan ia melihat bahwa kemampuan Martin dalam menguasai kondisi ekstrem di lintasan, termasuk di sirkuit basah seperti Thailand, adalah bukti nyata dari pencapaiannya.
Di sirkuit basah Thailand, misalnya, ketika Marquez mengalami insiden dan jatuh, Martin tetap mampu mengendalikan motornya dengan penuh ketenangan meski berada di batas kemampuan. Marquez menegaskan bahwa Martin telah menampilkan penguasaan teknis yang solid dan menilai rekan senegaranya itu memiliki semua syarat untuk menjadi juara dunia. Kini, hanya tinggal satu balapan terakhir yang akan menentukan gelar bagi Martin, dan Marquez optimis dengan performa serta ketenangan yang ia perlihatkan sepanjang musim ini.






