MotoGP

Alberto Vergani : Kesepakatan Pramac-Yamaha Mungkin Terjadi

RiderTua.com – Hingga hari ini masih belum jelas apakah Pramac akan melanjutkan kerjasamanya dengan Ducati. Alberto Vergani (manajer Danilo Petrucci) yang memiliki koneksi sangat baik dengan tim milik Paolo Campinoti itu menilai bahwa, kini adalah saat yang tepat bagi Pramac Racing untuk mencetak target baru bersama Yamaha.

Di Mugello, Vergani mengatakan, “Menurutku Paolo tidak senang dengan apa yang terjadi baru-baru ini. Ini juga berlaku untuk solusi yang kini telah ditemukan untuk Jorge Martin. Itu juga sulit bagi tim, mengetahui bahwa Marc Marquez tidak mau bergabung dengan mereka. Menurut pendapat saya, dia sekarang bisa menjalin hubungan dengan Yamaha.”

“Kita tidak boleh lupa bahwa Yamaha telah menggelar karpet merah untuk Pramac dan juga telah memberikan penawaran finansial. Menurutku sekarang akan menjadi momen yang tepat untuk memulai awal yang baru. Yamaha sudah bekerja sangat keras dan jika mereka bisa mendapatkan dukungan dari orang yang tepat, kesuksesan dapat kembali dengan cepat,” lanjut Vergani.

Alberto Vergani : Kesepakatan Pramac-Yamaha Mungkin Terjadi

Kisah Pramac di dunia balap dimulai pada tahun 1999 dengan tim pembalap asal Spanyol Luis D’Antin. Sementara di kelas 250cc, Yamaha diperkuat oleh Fonsi Nieto (saat ini mengelola tim Pramac bersama Gino Borsoi). Tim D’Antin membentuk dasar struktural tim dengan Paolo Campinoti.

Dalam merger yang akhirnya hanya menyisakan Pramac Racing, kerja sama dengan pabrikan asal Borgo Panigale pun turut terjalin. Kerjasama dengan Ducati telah berlangsung selama 2 dekade yang mengesankan.

Prima Pramac Racing – Martin – Morbidelli – Gino

Sama seperti tim pabrikan Ducati di bawah kepemimpinan Gigi Dall’Igna yang naik ke puncak MotoGP dalam beberapa tahun terakhir, tim satelit Pramac juga mendapat keuntungan sebagai tim satelit pertama. Beberapa rider top, termasuk dua kali juara dunia MotoGP Pecco Bagnaia juga dilatih di garasi Pramac sebelum dipromosikan ke tim pabrikan. Kerja sama dengan departemen balap di Borgo Panigale menjadi istimewa karena status eksklusif yang dinegosiasikan. Puncak kerjasama terjadi pada tahun 2023, tim yang dipimpin oleh Borsoi memenangkan kejuaraan dunia tim dengan pasangan pembalap kuat Jorge Martin dan Johann Zarco. Kedua pembalap meraih kemenangan untuk tim satelit, sehingga memberikan bukti kompetensi terbaik bagi pabrikan.

Dari segi olahraga, Pramac Racing telah menunjukkan segala yang mungkin dilakukan sebagai sebuah tim. Meski menjalin kemitraan intensif, bos Pramac Paolo Campinoti mengadakan negosiasi konkrit dengan Yamaha beberapa waktu lalu untuk memeriksa apakah pergantian merek dapat mewakili reorientasi yang masuk akal.

Pemilik tim Tech3 Herve Poncharal menunjukkan bahwa hubungan baik tidak harus bertahan selamanya. Setelah 25 tahun, bos asal Prancis itu memilih meninggalkan Yamaha dan kemudian bergabung dengan KTM.

Dari sudut pandang strategis, pergantian pabrikan selalu dikaitkan dengan risiko tinggi bagi tim satelit. Penting untuk memahami dengan tepat bagaimana perhitungan keuangan dan prospek olahraga. Antara kisah sukses dan pendaratan darurat, segala sesuatu mungkin terjadi setelah awal yang baru.

Bahkan jika Pramac Racing tidak tertarik pada penurunan vertikal olahraga, Paolo Campinoti juga akan tahu bahwa dia tidak sedang bernegosiasi dengan pendatang baru. Bagaimanapun, statistik keseluruhan menunjukkan Yamaha sebagai pabrikan tersukses kedua dalam 75 tahun sejarah balap motor. Oleh karena itu, adalah tindakan lancang jika menolak pabrikan sekelas mereka untuk kembali ke puncak. Dan paling lambat 2 tahun lagi, kartunya akan dirombak lagi berkat aturan baru dengan mesin 850cc.

Namun ada satu poin penting yang menentang Pramac meninggalkan Ducati. Sponsor utama mereka Prima, harus menyetujui awal baru yang radikal. Satu hal yang pasti, Dorna sebagai penyelenggara dan pemegang hak Kejuaraan Dunia MotoGP memiliki minat yang besar untuk menemukan solusi tim satelit untuk Yamaha yang sedang terpuruk secepat mungkin.

Mimi Carrasco

Leave a Comment

Recent Posts

Francesco Guidotti : Masih Melihat Jack Miller Sebagai Pembalap yang Sangat Antusias

RiderTua.com - Musim 2024 merupakan situasi yang luar biasa bagi Francesco Guidotti yang menjabat sebagai manajer tim KTM MotoGP. Pembalap…

25 June 2024

Dampak Besar Marco Bezzecchi Meninggalkan Tim VR46

RiderTua.com - Meskipun logis, kepindahan Marco Bezzecchi dari tim VR46 Ducati untuk bergabung dengan tim pabrikan Aprilia menciptakan lebih banyak…

25 June 2024

Manajer Fermin Aldeguer : Jika Tahun Depan Gagal ke MotoGP Maka Ducati Harus Membayar Kompensasi dalam Jumlah Besar

RiderTua.com - Sesuai kontrak, Fermin Aldeguer yakin akan naik ke MotoGP dengan Ducati tahun depan. Namun hingga saat ini belum…

25 June 2024

BREAKING! Marco Bezzecchi Resmi Bergabung dengan Tim Pabrikan Aprilia

RiderTua.com - Marco Bezzecchi akan bergabung dengan Jorge Martin di tim pabrikan Aprilia untuk MotoGP musim 2025 dan 2026, menggantikan Maverick…

24 June 2024

CEO Ducati Ingin Semua Pembalap Memakai Ducati

RiderTua.com - Gigi Dall'Igna adalah orang yang bertanggung jawab atas departemen balap Ducati Corse di Borgo Panigale. Tapi Claudio Domenicali…

24 June 2024

BYD Tertarik Menjual Mobil PHEV di Indonesia?

RiderTua.com - BYD mungkin cukup terkenal dengan lini mobil listriknya di seluruh dunia. Tapi siapa sangka kalau mereka juga menjual…

24 June 2024