Categories: MotoGP

Pecco Bagnaia : Sekarang Sayalah Mangsanya

RiderTua.com – Sebelum mengalami crash mengerikan di fase awal GP Catalunya, keunggulan Pecco Bagnaia di klasemen masih 66 poin. Setelah akhir pekan di Misano berjalan sempurna bagi Jorge Martin dan Bagnaia crash pada balapan utama di Sirkuit Buddh India, kini hanya tersisa selisih 13 poin.

Namun, saat ini Juara Dunia MotoGP 2022 itu lebih mengkhawatirkan masalah rem yang tidak biasa dibandingkan dengan berkurangnya poin, yang sebenarnya merupakan kekuatan terbesarnya. “Saya merasa mengerem dengan cara yang sama, tapi tidak langsung melambat karena roda belakang tidak lagi membantuku,” jelas pembalap berusia 26 tahun itu.

Pecco Bagnaia : Sekarang Sayalah Mangsanya

Setelah melakukan analisis dan pertemuan lebih lanjut dengan tim Ducati dalam beberapa hari terakhir, Francesco Bagnaia percaya diri di Motegi. “Menurutku kami berada di jalur yang benar. Kemarin dan hari ini kami mendiskusikannya sebagai sebuah tim, dan saya yakin apa yang akan kami lakukan berada di arah yang benar,” ungkap rider asal Turin-Italia itu.

Rider murid VR46 Academy itu menjelaskan lebih lanjut, “Saya juga menonton video hingga jam 3 pagi pada hari Senin tentang titik pengereman di Sirkuit Buddh, Barcelona dan Misano.  Biasanya saya bisa mengontrol slip pada roda belakang, tapi khusus akhir pekan lalu sudah di atas limit. Kami memahaminya dan kami langsung mengerjakannya, juga berkat para insinyur di negara kami.”

“Kami memutuskan untuk mengambil strategi berbeda akhir pekan ini. Kami telah menyiapkan dua varian set-up berbeda untuk melihat jalur mana yang akan kami ikuti. Cukup jelas bagi kami area mana yang perlu kami tingkatkan. Tujuannya adalah untuk kembali mampu menghentikan laju motor dengan baik dan saya yakin kami bisa melakukannya. Saya yakin semuanya akan baik-baik saja pada Jumat pagi,” tegas rekan setim Enea Bastianini.

Pecco Bagnaia – Jorge Martin

Bagnaia tak mau bicara soal meningkatnya tekanan terkait situasi klasemen dengan 7 seri tersisa. “Saya mengalami sedikit nasib buruk dalam 3 akhir pekan terakhir. Begitu juga dengan apa yang terjadi di Barcelona, padahal saya bukan hanya kurang beruntung tapi juga beruntung. Bagaimanapun, saya kehilangan poin. Di Misano saya tidak memulai dalam kondisi terbaik dan kehilangan poin,” jelas tunangan Domizia Castagnini itu.

“Akhir pekan lalu adalah salah satu yang tersulit sejauh ini, namun kami masih mampu tampil kompetitif. Saya finis ke-2 di depan Jorge, jadi saya seharusnya memperoleh poin, namun kemudian saya terjatuh. Singkatnya, kita dapat mengatakan bahwa kami kurang lebih selalu kompetitif, namun pada akhirnya kehilangan poin. Yang penting kami selalu kompetitif meski menghadapi kesulitan,” ungkap adik Carola Bagnaia.

Setahun yang lalu, Pecco masih berperan sebagai pemburu, namun kini setidaknya dia masih unggul meski dengan keunggulan yang menurun. “Ya, sekarang sayalah mangsanya. Tapi masih ada 7 atau 14 balapan yang tersisa. Saya tidak merasakan tekanan apa pun lagi. Tahun lalu pastinya lebih ketat persaingan. Itu tentang gelar yang telah ditunggu Ducati selama 15 tahun dan segalanya berbeda,” ujar murid Rossi itu.

“Sekarang saya tahu betul bahwa kami bisa memperjuangkan kemenangan jika semuanya baik-baik saja. Dan jika kami mengalami momen buruk, kami masih bisa finis di posisi ke-2 atau ke-3. Ini sangat penting bagi kami. Kami hanya perlu berkonsentrasi pada apa yang harus kami lakukan. Saya yakin kami selalu bisa kompetitif. Saya tidak terlalu mengkhawatirkan hal itu saat ini dan saya tidak ingin merasakan tekanan apa pun saat ini.”

Crash hari Minggu lalu, yang merupakan crash kelima di balapan musim ini, tidak lebih menjadi beban mental dibandingkan crash yang dialaminya di GP Jepang tahun lalu. “Bagaimana cara menjernihkan pikiranku? Dengan balapan lagi akhir pekan ini,” jawab Pecco dengan santai.

“Selalu merupakan suatu keuntungan jika kita mengetahui alasan kita terjatuh. Saya dapat mengatakan bahwa saya tidak memiliki masalah dan saya sudah melupakan crash itu. Saya tahu betul, seberapa kuat kami dan seberapa kuat saya. Saya akan melakukan hal yang sama lagi jika saya berada dalam situasi seperti itu lagi. Ini adalah gaya dan strategiku dan saya akan terus seperti ini. Saya selalu berusaha untuk berkembang dan berada di posisi terbaik, kita lihat saja nanti. Situasi tahun lalu berbeda dan masa lalu adalah masa lalu, kami akan meninggalkannya,” pungkas Pecco Bagnaia.

Mimi Carrasco

Recent Posts

Superbike Ini Bakal Jadi Khusus untuk Balap? Yamaha R1 dan R1M Akan Discontinue

RiderTua.com - Superbike andalan Yamaha yakni R1 dan R1M telah diumumkan oleh Yamaha UK kalau Yamaha Motor Group akan di-discontinue.…

26 Februari 2024

Jorge Martin Tantang Pecco Bagnaia (Lagi) : Tahun Lalu Saya Banyak Lakukan Kesalahan..!

RiderTua.com - Jorge Martin mengincar gelar MotoGP 2024 setelah nyaris meraihnya di musim sebelumnya. Ini akan menjadi tantangan kecepatan, strategi,…

26 Februari 2024

Nicolo Bulega Masih Belajar Start : Kopling Superbike Panigale V4R Beda dengan Supersport Panigale V2

RiderTua.com - Pada balapan Superpole di Phillip Island, Nicolo Bulega start dari pole position. Namun kemudian didorong ke posisi ke-3…

26 Februari 2024

Andrea Locatelli : Penyebab Crash Belum Diketahui Pasti

RiderTua.com - Andrea Locatelli menunjukkan performa bagusnya mulai dari tes pramusim dan menjadi pembalap Yamaha terbaik di peringkat keseluruhan. Tahun 2024…

26 Februari 2024

Alvaro Bautista : Ban, Kumohon Jangan Meledak!

RiderTua.com - Setelah istirahat panjang karena cedera, Alvaro Bautista mengalami dislokasi beberapa sendi di antara tulang belakang lehernya dalam crash…

26 Februari 2024

Adu Performa Chery Tiggo 5x vs Wuling Alvez

RiderTua.com - Chery telah menghadirkan mobil terbarunya di Indonesia beberapa hari lalu, yaitu Tiggo 5x. Model ini mengisi segmen di…

26 Februari 2024