Bahaya! Yamaha Kembangkan Mesin V4 di 2024?

RiderTua.com – Ancaman bagi lawan jika benar-benar terwujud Yamaha pakai mesin V4 yang garang, dipadu dengan pengetahuannya menikung dengan lincah saat ini (pengalaman meracik sasis lebih jago dari Ducati).. Sementara Yamaha telah mempekerjakan insinyur mesin F1 Luca Marmorini untuk tahun 2022. Manajer tim Monster Energy Yamaha Massimo Meregalli mengumumkan bahwa pekerjaannya tidak akan terungkap hingga tahun 2024. “Buah dari kolaborasi dengan Ing. Marmorini baru akan terlihat pada 2024. Mesin tahun ini adalah penerus lain dari mesin 2021 dan 2022. Marmorini berkonsentrasi pada mesin berikutnya,” ungkap manajer asal Italia itu.

Pabrikan Eropa tampil luar biasa di MotoGP 2022. Tiga pabrikan membukukan 15 kemenangan dalam 20 balapan. Dimana Ducati sukses memenangkan 12 balapan, KTM 2 balapan sementara Aprilia 1 balapan. Orang Jepang harus berpikir ulang. Selama beberapa dekade Asia sukses mendominasi kelas utama namun dalam 3 tahun belakangan mereka justru tertinggal. Penyebabnya karena mereka tidak dapat lagi mengikuti tingkat respons pembaruan teknologi, atau kita menyebutnya sebagai kecepatan pengembangan. NB: Bukan Artikel untuk narasi Youtube dll… Usaha Sendiri Dong Enak Aja Main Comot wkwkwk..

Apakah Luca Marmorini Membangun Mesin V4 di Yamaha untuk 2024?

Pada kuartal pertama 2022, petinggi Yamaha Motor Racing menandatangani kontrak dengan Ing. Luca Marmorini. Dia adalah bos sekaligus pendiri perusahaan teknik Marmotors di Arezzo (Tuscany) yang berdiri sejak 2016 dan terdiri dari 7 insinyur mesin, yang sebagian besar berasal dari Formula 1. Sejak saat itu, perusahaan Marmors bekerja untuk menambah power mesin M1-YZR milik Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli di tim pabrikan Yamaha.

Yamaha V4 Engine Fabio Quartararo
Yamaha V4 Engine Fabio Quartararo

Paling tidak karena ekspektasi mesin pabrik Yamaha yang lebih kompetitif, pembalap asal Nice-Prancis itu memperpanjang kontraknya selama 2 tahun hingga akhir 2024. Juara dunia MotoGP 2021 itu juga masuk dalam daftar keinginan semua tim pabrikan lainnya, terutama Honda dan Suzuki. BTW, gaji tahunan Fabio di Yamaha dikabarkan mencapai 10 juta euro (Rp 163 miliar).

Selama tes usai GP Misano pada September 2022, Quartararo memuji tambahan power dari mesin M1, yang kemudian dianggap sebagai pengembangan tahap pertama untuk 2023 dan membangkitkan harapan. Namun pada tes Valencia pada November lalu, runner-up 2022 itu tidak melihat adanya peningkatan signifikan dibandingkan mesin versi 2022. El Diablo pun sangat kecewa.

Sementara itu, manajer proyek Yamaha MotoGP di Jepang, Takahiro Sumi mengumumkan bahwa masalah di Valencia telah dianalisis secara detail dan diselidiki penyebabnya. Dia mengungkapkan bahwa Yamaha akan menghadirkan versi mesin M1 yang lebih bertenaga pada tes Sepang dari 10 hingga 12 Februari. Namun Quartararo seharusnya tidak melebih-lebihkan ekspektasi agar bisa dengan mudah mengimbangi top speed Ducati Desmosedici di awal tahun 2023.

Satu hal yang jelas, Yamaha akan menjadi pabrik terakhir dengan mesin 4-silinder inline di antara 5 pabrikan yang tersisa setelah Suzuki keluar. Honda, Ducati, Aprilia, dan KTM mengandalkan konsep V4 karena menawarkan keunggulan dalam hal output tenaga yang maksimal.

Apakah pernyataan Meregalli di atas berarti bahwa insinyur Luca Marmorini sedang mengembangkan mesin Yamaha V4 untuk tahun 2024, seperti yang diinginkan Valentino Rossi sekitar 6 atau 7 tahun lalu yakni ketika Honda dan Ducati menjadi lawan yang sangat kuat?

Tentu saja, Yamaha tidak akan membeberkan detail apapun mengenai konsep mesin 2024. Sampai saat ini konsep in-line engine masih dianggap belum tersentuh karena Yamaha juga menggunakan mesin in-line di mesin 1000cc R1 dan 600cc R6. Tapi Ing. Marmorini mengerjakan mesin-V sepanjang hidupnya di Formula 1.

Dan Yamaha mungkin harus membuang beberapa tradisi untuk membuat Quartararo senang. Bahkan Honda harus melompati bayang-bayang, membeli wsing arm aluminium dari Kalex, knalpot dari Akrapovic dan merekrut manajer teknis baru yakni mantan manajer teknis Suzuki Ken Kawauchi.

Detail tentang Luca Marmorini:

Marmorini berasal dari Italia dan kini berusia 61 tahun. Dia bekerja di Ferrari mulai dari tahun 1992 hingga 1997 dan menjadi manajer proyek mesin F1 tahun 1995. 1999 hingga 2006 bekerja di Toyota F1 sebagai Kepala Mesin dan pada 2006 hingga 2009 kepala mesin Toyota untuk semua kegiatan balap. Pada 2009 hingga 2014, lagi-lagi didapuk sebagai kepala mesin F1 di Ferrari. Dan pada 2014/2015 menjadi konsultan lepas untuk konstruksi mesin. Pada 2016 mendirikan Marmotors. NB: Bukan Artikel untuk narasi Youtube dll… Usaha Sendiri Dong Enak Aja Main Comot wkwkwk..

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Archives