Pecco Bagnaia Ingin Duel dengan Valentino Rossi

RiderTua.com – Sebelum tur Asia berlanjut di Phillip Island (14 hingga 16 Oktober), pembalap Ducati itu singgah di kampung halamannya Turin untuk tampil di acara TV ‘Stasera c’e Cattelan’ Rai 2. Dalam kesempatan itu Pecco Bagnaia mengutarakan keinginanannya bersaing dengan mentornya Valentino Rossi (saat Vale di level tertingginya). “Bahkan jika saya kalah dengannya. Namun, saya ingin setidaknya bertarung dengannya,” kata murid VR46 Academy itu sambil tersenyum. Tekanan menjadi juara dunia sebagai penerus Rossi (membawa nama Italia)? dia merasa tidak bisa dibandingkan dengan Valentino Rossi untuk melanjutkan sepak terjangnya.

“Dia (Rossi) jauh lebih besar ketimbang pembalap (Italia) lain sehingga dia tidak bisa dibandingkan. Tidak akan ada yang seperti dia. Jadi dari perspektif itu tekanannya berkurang (tidak mungkin dia dibandingkan Rossi). Tapi juga benar bahwa tidak ada pembalap Italia yang memenangkan gelar dunia MotoGP sejak 2009. Justru karena ada media sosial, kita lebih merasakan tekanan ini,” kata Pecco Bagnaia..

Pecco Bagnaia saat ini terpaut 2 poin di belakang pemimpin klasemen Fabio Quartararo (Yamaha) dengan 3 balapan tersisa. Pembalap berusia 25 tahun itu menceritakan bagaimana dia mengalami akhir musim sebelum berangkat lagi ke Australia pada hari Senin. “Terlepas dari perubahan zona waktu dan tekanan di Kejuaraan Dunia, saya masih bisa tidur nyenyak,” kata Pecco dalam obrolan santai dengan pembawa acara talk show Alessandro Cattelan.

Pemenang balapan 20 kali itu kemudian menjelaskan, antara lain mengenai hubungannya dengan rival kuatnya dalam perebutan gelar Fabio Quartararo. “Respect luar biasa adalah hal terpenting. Sejak lama kami sudah saling mengenal. Saya bertemu dengannya di presentasi tim saya di Italia, yang digelar di Spanyol dan Italia. Sejak saat itu, kami hampir selalu balapan bersama,” ujar Pecco.

Murid Valentino Rossi itu menambahkan, “Dia benar-benar konsisten tahun ini. Dia mengalami lebih banyak pasang surut dalam beberapa tahun terakhir, dia juga pemimpin klasemen 2020 tetapi kemudian kalah. Tahun lalu dia berhasil memenangkan gelar. Tahun ini dia berhasil tampil sangat konsisten, meskipun saya pikir motornya lebih rendah dari kita. Jadi dia melakoni balapan dengan sangat baik.”

Ketika ditanya di era mana Pecco ingin membalap, rider berusia 25 tahun itu menjawab dengan cerdas mungkin juga dilatarbelakangi memanasnya topik yang kini menjadi perdebatan saat ini (team order). “Saya ingin membalap pada akhir 1990-an atau awal 2000, karena pada saat itu tidak ada media sosial, yang tentu saja membuat segalanya lebih mudah,” ujarnya.

“Saya telah membuat langkah besar dalam hal itu, saya tidak lagi membaca komentar dan hal-hal lain. Karena saya tidak perlu membuktikan kepada mereka bahwa saya cepat, saya harus membuktikan kepada diri sendiri dan orang-orang yang bekerja dengan saya,” tegas Pecco.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: