Taka Nakagami: Tangan Masih Berdarah, Balapan 24 Lap Bisa Enggak Ya?

RiderTua.com – GP Motegi merupakan tes ketahanan bagi Taka Nakagami. Rider LCR Honda itu sedang kesulitan dengan cedera jarinya, kecepatannya kuat tetapi bisakah dia melakoni balapan penuh 24 lap dalam kondisi ini? BTW, dalam crash setelah bertabrakan dengan Marc Marquez di Aragon, pembalap asal Jepang itu harus menjalani operasi pada tangan kanannya di Barcelona. Jari manis dan jari kelingking terluka dalam crash itu, dan khususnya tendon  masih membuatnya khawatir setelah tiba di Motegi. Pada sesi latihan bebas pertama di kandang sendiri, Nakagami menjalaninya dengan sangat baik. Pembalap LCR Team Honda itu finis di urutan ke-12, hanya tertinggal 0,089 detik dari 10 besar. “Pemetaan pada lap pertama sangat buruk karena kami terakhir di sini 3 tahun lalu. Tapi sebaliknya motornya terasa nyaman, sangat konsisten,” kata Taka..

Taka Nakagami: Tangan Masih Berdarah, Balapan 24 Lap Bisa Enggak Ya?

Taka menambahkan, “Tentu saja, saya tidak merasa sangat baik dan sangat tidak nyaman ketika saya berada di atas motor. Tapi saya sendiri tidak menyangka bisa begitu cepat. Tidak masuk 10 besar, tetapi pada akhirnya hanya 0,3 detik di belakang pembalap tercepat. Kami melakukan pekerjaan yang luar biasa. Kami berhasil melakoni 75 menit latihan dengan sangat baik. Tentu saja saya berusaha untuk beristirahat sebanyak mungkin agar fit untuk hari Sabtu.”

Namun, rider asal Jepang itu mengeluh sakit dan kurangnya ‘rasa’ pada RC213V. “Saya tidak terganggu saat berakselerasi, tapi saya kurang merasakan rem. Saya kurang kontrol di saat-saat terakhir. Itu membuat saya sangat tidak nyaman. Tapi kami sangat dekat, jadi saya sangat senang. Saya perkirakan, saya akan tertinggal 2 atau 3 detik. Pada akhirnya hanya beberapa 0,… detik, itu mengejutkan saya,” jelas rekan setim Alex Marquez itu.

Apakah dia dapat menempuh jarak balapan (24 lap) pada hari Minggu? “Masih menjadi tanda tanya bagi saya. Tentu saja kami bisa balapan selama 75 menit, tapi itu pekerjaan singkat. Kami mampu meningkat setiap sesi, itu bagus. Saat ini saya belum siap untuk jarak balapan. Kami harus menjaga kekuatan kami tetap konsisten, tetapi itu sangat menantang di trek yang menuntut fisik ini. Saya belum tahu,” tegas Nakagami.

“Dokter memberi tahu saya bahwa, saya kehilangan 20 persen tendon jari keempat saya dan lebih dari 60 persen jari kelingking saya. Jari kelingking lebih parah. Kelihatannya sangat buruk, tidak bagus. Tangan saya dibalut selotip tipis, kalau tidak tangan saya tidak bisa masuk ke sarung tangan. Sebenarnya saya harus lebih melindungi tangan saya, tapi sayangnya itu tidak mungkin. Jadi saya harus lebih berhati-hati dan tidak menggerakkan jari saya. Setelah sesi latihan selesai, perbannya berlumuran darah. Kami harus memeriksanya lagi setelah kualifikasi,” pungkas rider berusia 30 tahun itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: